UINSIUINSI
MAZAHIBMAZAHIBMeskipun implementasi sistem sertifikasi Halal di Indonesia dan Malaysia telah transparan dan sesuai hukum, masih terdapat hambatan dalam praktik, seperti pengendalian kualitas dan pengawasan atas produk yang terjamin Halal. Oleh karena itu, perlu dilakukan implementasi sistem sertifikasi Halal komprehensif yang berlandaskan Maqāsid al-Sharīʿah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif-doktoral untuk memberikan rekomendasi guna menyelesaikan masalah terkait pelaksanaan sistem sertifikasi Halal di Indonesia dan Malaysia. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua negara memiliki lembaga pelaksana sistem sertifikasi Halal; di Indonesia, pelaksanaannya berada di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH), sementara di Malaysia, melibatkan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia atau JAKIM). Pengendalian kualitas dan pengawasan menjadi hambatan utama dalam menerapkan sertifikasi Halal di Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam skema deklarasi mandiri. Karena adanya penyalahgunaan label Halal dan penggunaan bahan serta produk yang tidak terdaftar, diperlukan pengawasan ketat terhadap produk yang memperoleh sertifikat Halal melalui skema ini. Para pelaku usaha kurang mengetahui dan memahami sistem jaminan Halal, yang menyebabkan mereka mengabaikan tujuan sertifikasi Halal. Mengadopsi Maqāsid al-Sharīʿah diperlukan untuk menyusun sistem sertifikasi Halal yang menekankan kesadaran para pelaku usaha terhadap tujuan sertifikasi Halal, yaitu melindungi agama, kehidupan, akal, keturunan, dan harta. Selain itu, pelestarian tersebut sejalan dengan tujuan kontribusi sertifikasi Halal terhadap kekuatan spiritual dan ibadah.
Penelitian ini menunjukkan bahwa masalah terkait sertifikasi Halal di Indonesia dan Malaysia terus berkembang, dengan tantangan utama dalam pengendalian kualitas dan pengawasan, terutama pada sistem deklarasi mandiri.Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sistem sertifikasi Holistik yang memperkuat tahap pra‑pengajuan, pengajuan, dan pasca‑pengajuan, serta melibatkan semua pihak sebagai pengawas guna meningkatkan kualitas produk Halal.Dengan menerapkan teori Maqāsid al‑Sharīʿah, pelaku usaha diharapkan memperoleh kesadaran hukum dan spiritual yang kuat sehingga proses sertifikasi tidak hanya fokus pada kuantitas melainkan kualitas dan kepatuhan terhadap standar jaminan produk Halal.
Pertumbuhan pelatihan berfokus pada pemahaman Maqāsid al‑Sharīʿah dapat meningkatkan kompetensi pelaku usaha kecil dalam sistem deklarasi mandiri. Selanjutnya, peneliti dapat mempelajari persepsi konsumen terhadap kredibilitas label Halal setelah diberlakukannya pengawasan terpadu, untuk menilai dampak kepercayaan publik. Penelitian lain dapat mengembangkan sistem pelacakan digital berbasis blockchain guna memantau kepatuhan bahan dan proses produksi, sehingga memperkuat integritas sertifikasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat mencakup evaluasi efektivitas intervensi pelatihan, analisis hubungan antara tingkat kepercayaan konsumen dan kualitas produk, serta desain prototipe teknologi pelacakan yang dapat diimplementasikan secara nasional.
- DOI Name 10.22452 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.22452DOI Name 10 22452 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 22452
- Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) Dengan Skema Self-Declare Bagi Pelaku... doi.org/10.56303/jppmi.v1i2.39Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis Sehati Dengan Skema Self Declare Bagi Pelaku doi 10 56303 jppmi v1i2 39
- Self-Declare Halal Products for Small and Micro Enterprises: Between Ease of Doing Business and Assurance... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/syariah/article/view/11308Self Declare Halal Products for Small and Micro Enterprises Between Ease of Doing Business and Assurance ejournal uin malang ac index php syariah article view 11308
- Penerapan Konsep Dasar Pemikiran Al-Ghazali dalam Pendidikan Agama Islam | JOEAI (Journal of Education... journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JOEAI/article/view/1439Penerapan Konsep Dasar Pemikiran Al Ghazali dalam Pendidikan Agama Islam JOEAI Journal of Education journal ipm2kpe index php JOEAI article view 1439
| File size | 481.43 KB |
| Pages | 38 |
| DMCA | Report |
Related /
UBLUBL dan 70 persen rekomendasi BPKN kepada kementerian diabaikan karena lembaga ini tidak memiliki wewenang pengadil. Nilai total yang hilang dalam satu tahundan 70 persen rekomendasi BPKN kepada kementerian diabaikan karena lembaga ini tidak memiliki wewenang pengadil. Nilai total yang hilang dalam satu tahun
UBLUBL Sebagai instrumen yuridis, Rentut memberikan legitimasi pada tuntutan, sebagai instrumen victimologis menempatkan korban anak pada pusat pertimbangan,Sebagai instrumen yuridis, Rentut memberikan legitimasi pada tuntutan, sebagai instrumen victimologis menempatkan korban anak pada pusat pertimbangan,
ICJAMBIICJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk menentukan melalui pengukuran VO₂max menggunakan Beep Test. Metode deskriptif kuantitatif dengan survei digunakan, danPenelitian ini bertujuan untuk menentukan melalui pengukuran VO₂max menggunakan Beep Test. Metode deskriptif kuantitatif dengan survei digunakan, dan
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode dan pendekatan yang digunakan dalam pengajaran PAI, yang tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapiPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode dan pendekatan yang digunakan dalam pengajaran PAI, yang tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Kemampuan membaca Al‑Quran dan minat belajar siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PAI. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Al‑QuranKemampuan membaca Al‑Quran dan minat belajar siswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PAI. Keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Al‑Quran
ICJAMBIICJAMBI Dengan demikian, modul IPS berbasis tradisi sedekah bumi yang telah dikembangkan dapat dipakai sebagai bahan ajar mengenai keragaman budaya Indonesia sertaDengan demikian, modul IPS berbasis tradisi sedekah bumi yang telah dikembangkan dapat dipakai sebagai bahan ajar mengenai keragaman budaya Indonesia serta
UINSIUINSI Manfaatnya dirasakan komunitas luas dan generasi mendatang. Pengembangan desa wisata halal berkelanjutan dapat berhasil bila nilai agama, budaya, dan kesadaranManfaatnya dirasakan komunitas luas dan generasi mendatang. Pengembangan desa wisata halal berkelanjutan dapat berhasil bila nilai agama, budaya, dan kesadaran
UBLUBL Aliran positivisme hukum dengan argumennya yang didasarkan pada aksiology, ontologi, dan epistemology mendominasi hakim, sehingga adanya keputusan yangAliran positivisme hukum dengan argumennya yang didasarkan pada aksiology, ontologi, dan epistemology mendominasi hakim, sehingga adanya keputusan yang
Useful /
POLTEKSCIPOLTEKSCI Program Penerapan Hasil Penelitian Bagi Masyarakat (PIHAT), diarahkan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada mitra kelompok terkait denganProgram Penerapan Hasil Penelitian Bagi Masyarakat (PIHAT), diarahkan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan kepada mitra kelompok terkait dengan
STIESASTIESA Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengidentifikasi pengaruh rantai pasok halal terhadap keberlanjutan lingkunganPenelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengidentifikasi pengaruh rantai pasok halal terhadap keberlanjutan lingkungan
STIESASTIESA Secara parsial, penelitian ini mengindikasikan bahwa Self-Efficacy (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Capaian Akademik (Y), sebagaimanaSecara parsial, penelitian ini mengindikasikan bahwa Self-Efficacy (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Capaian Akademik (Y), sebagaimana
ICJAMBIICJAMBI Berdasarkan penilaian ahli, model pembelajaran dinyatakan layak dengan skor tertinggi 89,5 %. Pada pre‑test, 30,4 % siswa dikategorikan lengkap,Berdasarkan penilaian ahli, model pembelajaran dinyatakan layak dengan skor tertinggi 89,5 %. Pada pre‑test, 30,4 % siswa dikategorikan lengkap,