STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriJENIUS : Jurnal Terapan Teknik IndustriKetepatan waktu pemenuhan permintaan konsumen merupakan faktor penting dalam menjaga daya saing industri manufaktur. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada sistem produksi adalah ketidakseimbangan lintasan perakitan yang menyebabkan bottleneck, time, serta meningkatnya Work-in-Process menurunnya tingkat produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi awal lintasan perakitan Air Conditioner (AC) Indoor dan meningkatkan efisiensi produksi melalui metode Ranked Positional Weight (RPW). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data waktu kerja melalui metode time study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode RPW meningkatkan kinerja lintasan produksi, yang ditunjukkan oleh peningkatan line efficiency dari 84.8% menjadi 91.4% dan penurunan balance delay dari 15.2% menjadi 8.6%. Selain itu, total idle time dan nilai smoothness index juga mengalami penurunan, yang mengindikasikan distribusi beban kerja yang lebih seimbang antar stasiun kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa metode RPW efektif dalam mendukung perbaikan keseimbangan lintasan perakitan serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas sistem produksi.
Metode Ranked Positional Weight (RPW) berhasil menyeimbangkan lini perakitan AC Indoor, meningkatkan efisiensi lintasan dari 84,8% menjadi 91,4% serta menurunkan balance delay, idle time, dan smoothness index, yang menunjukkan distribusi beban kerja lebih merata antar stasiun.Penelitian selanjutnya dapat mengintegrasikan RPW dengan metode heuristik lain seperti Kilbridge & Wester Column untuk menangani lini produksi multi‑produk.Selain itu, diperlukan pengembangan model line balancing dinamis yang mempertimbangkan faktor ergonomi, kurva pembelajaran, dan fluktuasi permintaan guna meningkatkan akurasi dan relevansi penerapan di lingkungan industri yang lebih kompleks.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi performa algoritma hybrid yang menggabungkan RPW dengan metode Kilbridge & Wester Column pada lini produksi multi‑produk dengan permintaan yang berubah-ubah; selanjutnya, diperlukan pengembangan kerangka kerja penyeimbangan lintasan dinamis berbasis simulasi yang memasukkan metrik ergonomi real‑time serta efek kurva pembelajaran untuk menyesuaikan alokasi pekerjaan secara adaptif; serta ketiga, dapat diterapkan teknik pembelajaran mesin untuk memprediksi alokasi stasiun kerja optimal di bawah fluktuasi permintaan, kemudian dibandingkan efektivitasnya dengan hasil tradisional RPW, sehingga memberikan wawasan baru tentang integrasi kecerdasan buatan dalam optimasi lini perakitan.
- One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.51132/teknologika.v14i1One moment please one moment please wait request verified doi 10 51132 teknologika v14i1
- Perbaikan keseimbangan lini produksi dengan metode regional approach, largest candidate rule dan ranked... doi.org/10.37373/jenius.v6i2.1698Perbaikan keseimbangan lini produksi dengan metode regional approach largest candidate rule dan ranked doi 10 37373 jenius v6i2 1698
- Analisis Efisiensi Waktu Siklus Untuk Meningkatkan Produktivitas Dengan Line Balancing Pada Proses Pengemasan... doi.org/10.31599/e4n9x591Analisis Efisiensi Waktu Siklus Untuk Meningkatkan Produktivitas Dengan Line Balancing Pada Proses Pengemasan doi 10 31599 e4n9x591
- Productivity Improvement through Line Balancing Measurement in the Loom Section Using the Ranked Positional... doi.org/10.21070/ijins.v26i4.1581Productivity Improvement through Line Balancing Measurement in the Loom Section Using the Ranked Positional doi 10 21070 ijins v26i4 1581
| File size | 291.1 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURYAUNSURYA Jaringan komputer dengan jangkauan luas, atau WAN, adalah jaringan yang dapat menghubungkan LAN dan MAN yang terisolasi secara geografis. PT Kariyana GitaJaringan komputer dengan jangkauan luas, atau WAN, adalah jaringan yang dapat menghubungkan LAN dan MAN yang terisolasi secara geografis. PT Kariyana Gita
ARIMSIARIMSI Kami lakukan tes di laboratorium dengan robot sederhana yang menggerakkan lengan untuk mengambil objek. Performa diukur lewat waktu respons (seberapa cepatKami lakukan tes di laboratorium dengan robot sederhana yang menggerakkan lengan untuk mengambil objek. Performa diukur lewat waktu respons (seberapa cepat
EJOURNALSEJOURNALS Artikel ini membahas dan mengeksplorasi efektivitas ekonomi multi-struktur dalam kondisi stabilitas sosial-ekonomi, yang berkontribusi pada pemanfaatanArtikel ini membahas dan mengeksplorasi efektivitas ekonomi multi-struktur dalam kondisi stabilitas sosial-ekonomi, yang berkontribusi pada pemanfaatan
STKIP JBSTKIP JB Permasalahan utama meliputi: (1) proses produksi kopi masih konvensional menggunakan wajan, sehingga hasil sangrai tidak merata dan kapasitas produksiPermasalahan utama meliputi: (1) proses produksi kopi masih konvensional menggunakan wajan, sehingga hasil sangrai tidak merata dan kapasitas produksi
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab cacat pada produk, yaitu handling consumable yangBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab cacat pada produk, yaitu handling consumable yang
UNIMALUNIMAL Metode yang digunakan untuk memperoleh asam oksalat adalah metode hidrolisis peleburan alkali, dengan variasi KOH 15%, 30% dan 40% dan waktu hidrolisisMetode yang digunakan untuk memperoleh asam oksalat adalah metode hidrolisis peleburan alkali, dengan variasi KOH 15%, 30% dan 40% dan waktu hidrolisis
UNIMALUNIMAL Kadar glukosa tertinggi sebesar 9,176 gram diperoleh pada suhu 90℃ dan waktu hidrolisis 50 menit, sedangkan kadar terendah sebesar 1,611 gram diperolehKadar glukosa tertinggi sebesar 9,176 gram diperoleh pada suhu 90℃ dan waktu hidrolisis 50 menit, sedangkan kadar terendah sebesar 1,611 gram diperoleh
UNIBUNIB Padat tebar 170 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata 29,23 gram/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 86,70. Padat tebar 175 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rataPadat tebar 170 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata 29,23 gram/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 86,70. Padat tebar 175 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proporsi cacat bulan Desember sebesar 0,0341 melebihi batas kendali atas (UCL = 0,01632) sehingga proses beradaAnalisis peta kendali p menunjukkan bahwa proporsi cacat bulan Desember sebesar 0,0341 melebihi batas kendali atas (UCL = 0,01632) sehingga proses berada
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesabaran seorang istri pelaut dalam menghadapi perselingkuhan. PenelitianOleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesabaran seorang istri pelaut dalam menghadapi perselingkuhan. Penelitian
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Selama ini, pemilihan supplier umumnya hanya didasarkan pada pertimbangan harga, sehingga belum mempertimbangkan risiko keterlambatan secara menyeluruh.Selama ini, pemilihan supplier umumnya hanya didasarkan pada pertimbangan harga, sehingga belum mempertimbangkan risiko keterlambatan secara menyeluruh.
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Penelitian ini disusun karena pada Yayasan X belum terdapat tabel kompetensi guru yang dapat dijadikan acuan dalam manajemen sumber daya manusia dan memberikanPenelitian ini disusun karena pada Yayasan X belum terdapat tabel kompetensi guru yang dapat dijadikan acuan dalam manajemen sumber daya manusia dan memberikan