UNISBARUNISBAR

One moment, please...One moment, please...

Permasalahan dalam pembangunan ekonomi merupakan hal yang tidak dapat dihindari oleh suatu negara, termasuk di Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu isu yang masih terus menjadi tantangan adalah ketimpangan pendapatan. Fenomena ini dapat terjadi di berbagai tingkatan, baik antara wilayah perkotaan dan perdesaan, antarkabupaten/kota, maupun antarwilayah di Sulawesi Selatan. Ketimpangan ini mencerminkan adanya kesenjangan dalam distribusi pendapatan yang perlu ditangani secara serius untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Sulawesi Selatan selama kurun waktu 2014-2023. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, yang menggabungkan data cross-sectional dari 24 kabupaten/kota dan data time series selama sepuluh tahun. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan EViews 12. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran menunjukkan hubungan negatif namun tidak bermakna secara statistik terhadap ketimpangan pendapatan. Sebaliknya, indeks pembangunan manusia menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan sebesar 0,0000 secara statistik terhadap disparitas pendapatan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Sulawesi Selatan karena manfaat ekonomi hanya dinikmati sebagian wilayah, sementara daerah lain tertinggal.Tingkat pengangguran terbuka juga tidak memengaruhi ketimpangan pendapatan secara signifikan, yang lebih dipengaruhi oleh faktor struktural seperti kesenjangan pendidikan, akses terhadap modal, dan ketidakmerataan sektor ekonomi.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan berkontribusi dalam menciptakan distribusi pendapatan yang lebih merata.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan dapat memengaruhi ketimpangan pendapatan, terutama dalam konteks peningkatan akses ekonomi dan mobilitas tenaga kerja. Kedua, penting untuk mengkaji peran sektor informal dan pertanian subsisten terhadap ketimpangan pendapatan, mengingat dominasi sektor ini di banyak kabupaten meskipun tingkat pengangguran relatif rendah. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas program pelatihan kerja dan peningkatan kualitas pendidikan vokasi dalam menurunkan kesenjangan pendapatan, khususnya di wilayah dengan IPM rendah, untuk memahami bagaimana peningkatan kompetensi dapat diterjemahkan menjadi distribusi pendapatan yang lebih adil. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar kebijakan yang lebih kuat untuk mengatasi ketimpangan secara holistik, tidak hanya melalui pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga melalui pemerataan akses dan peluang di seluruh lapisan masyarakat.

  1. ANALISIS PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, PDRB PER KAPITA, DAN JUMLAH PENGANGGURAN TERHADAP JUMLAH... ekonomis.unbari.ac.id/index.php/ojsekonomis/article/view/40ANALISIS PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PDRB PER KAPITA DAN JUMLAH PENGANGGURAN TERHADAP JUMLAH ekonomis unbari ac index php ojsekonomis article view 40
  2. The Effect of Economic Growth, Government Spending, and Human Development Index toward Inequality of... jurnal.ahmar.id/index.php/daengku/article/view/1092The Effect of Economic Growth Government Spending and Human Development Index toward Inequality of jurnal ahmar index php daengku article view 1092
  3. ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PULAU JAWA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA TAHUN 2010- 2019 | Jurnal... doi.org/10.25105/jet.v2i1.14740ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PULAU JAWA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA TAHUN 2010 2019 Jurnal doi 10 25105 jet v2i1 14740
Read online
File size472.11 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test