UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal PsikologiJurnal Psikologi

Mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi menghadapi berbagai tuntutan untuk menyelesaikan studinya, yang dapat memengaruhi persepsi diri mahasiswa dan memicu perasaan rendah diri. Adanya perasaan tidak puas dan tidak bahagia menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami ketidaksejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being pada mahasiswa tingkat akhir. Populasi penelitian adalah 1.408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan 283 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan ialah regresi berganda, sehingga variabel efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya memperoleh nilai R square sebesar 54% terhadap subjective well-being. Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), artinya efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya secara simultan berpengaruh terhadap subjective well-being.

Mayoritas partisipan memiliki tingkat efikasi diri, dukungan sosial teman sebaya, dan subjective well-being yang sedang.Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya berkorelasi dengan peningkatan subjective well-being.Sebaliknya, rendahnya tingkat efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya menurunkan tingkat subjective well-being.

1. Melakukan studi longitudinal untuk meneliti apakah peningkatan efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dapat secara berkelanjutan meningkatkan subjective well-being mahasiswa. 2. Mengembangkan program intervensi berbasis teknologi, seperti aplikasi mobile, yang menyediakan pelatihan self‑efficacy dan forum peer support, lalu menilai dampaknya pada kesejahteraan subjektif. 3. Membandingkan faktor-faktor lain seperti stres akademik, kebijakan universitas, dan kepribadian dengan efikasi diri dan dukungan sosial, guna menentukan kombinasi variabel yang paling memprediksi subjective well-being di kalangan mahasiswa akhir. Ini dapat membantu pihak kampus merancang kebijakan dan layanan yang lebih terintegrasi untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa secara holistik.

  1. Happy People Live Longer: Subjective Well‐Being Contributes to Health and Longevity - Diener... doi.org/10.1111/j.1758-0854.2010.01045.xHappy People Live Longer Subjective WellyAAAaBeing Contributes to Health and Longevity Diener doi 10 1111 j 1758 0854 2010 01045 x
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0033-2909.95.3.542APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0033 2909 95 3 542
Read online
File size327.9 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test