UIN SUSKAUIN SUSKA

Journal of Natural Science and IntegrationJournal of Natural Science and Integration

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki literasi keberlanjutan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di sekolah berbasis lingkungan dan non‑lingkungan di Jawa Barat. Metode kuantitatif dengan survei melibatkan 902 siswa dari tiga SMP berbasis lingkungan dan tiga SMP non‑lingkungan. Instrumen berupa kuesioner 25 pernyataan tertutup dan 2 pertanyaan terbuka dianalisis menggunakan model RASCH untuk skor logit nilai orang (LVP) dan alat Voyant Tools untuk analisis frekuensi kata. Hasil menunjukkan bahwa literasi keberlanjutan siswa di kedua jenis sekolah berada pada kategori moderat, dengan rata‑rata 77,2 (lingkungan) dan 76,9 (non‑lingkungan). Aspek tertinggi adalah kesadaran praktik ramah lingkungan, sedangkan rendahnya kebiasaan pengelolaan sampah. Penelitian menyoroti bahwa profil literasi keberlanjutan masih moderat di kedua kategori sekolah dan memerlukan peningkatan.

Profil literasi keberlanjutan siswa SMP di sekolah berbasis lingkungan maupun non‑lingkungan tergolong moderat, sehingga pemahaman, sikap, dan keterampilan mereka belum mencapai standar tinggi yang diharapkan.Walaupun skor siswa di sekolah berbasis lingkungan sedikit superior, perbedaan tidak signifikan, menunjukkan bahwa keberhasilan literasi keberlanjutan dipengaruhi oleh faktor implementasi program, peran pendidik, dukungan keluarga, dan akses informasi media, bukan hanya status label sekolah.

Pertama, lakukan studi longitudinal dengan sampel beragam yang mencakup lebih banyak wilayah di Indonesia, guna meneliti perkembangan literasi keberlanjutan siswa dari SD ke SMA dan mengidentifikasi faktor penyebab perubahan. Kedua, kombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan memasukkan observasi kelas, wawancara mendalam, serta analisis kebijakan sekolah untuk mengukur dampak program kebijakan pendidikan keberlanjutan yang berkelanjutan pada praktik belajar dan perilaku siswa. Ketiga, evaluasi intervensi berbasis proyek berbasis komunitas yang melibatkan pelibatan keluarga dan lembaga lokal untuk menilai pengaruhnya terhadap peningkatan perilaku pro‑lingkungan siswa, serta meneliti seberapa besar faktor lingkungan rumah, kesiapan fasilitas, dan motivasi intrinsik berperan dalam perubahan kebiasaan pengelolaan sampah dan partisipasi aktivisme.

  1. Sustainability in Everyday Life: Integrating Environmental, Social, and Economic Goals - Arto O. Salonen,... doi.org/10.1089/SUS.2011.9693Sustainability in Everyday Life Integrating Environmental Social and Economic Goals Arto O Salonen doi 10 1089 SUS 2011 9693
  2. Environmental Literacy Mapping Based on Adiwiyata and Non Adiwiyata at Junior High School in Ponorogo... doi.org/10.18502/kss.v3i15.4365Environmental Literacy Mapping Based on Adiwiyata and Non Adiwiyata at Junior High School in Ponorogo doi 10 18502 kss v3i15 4365
  3. Opportunities and challenges for integrating sustainability.... challenges integrating skip main content... doi.org/10.2478/jtes-2013-0008Opportunities and challenges for integrating sustainability challenges integrating skip main content doi 10 2478 jtes 2013 0008
  4. Towards sustainable practices: Evaluating student engagement in solid waste management at A’sharqiyah... doi.org/10.1051/e3sconf/202560301021Towards sustainable practices Evaluating student engagement in solid waste management at AAosharqiyah doi 10 1051 e3sconf 202560301021
Read online
File size375 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test