ICJAMBIICJAMBI
Jurnal Bina Ilmu CendekiaJurnal Bina Ilmu CendekiaKemiren dikenal sebagai desa wisata budaya di Kabupaten Banyuwangi dan termasuk dalam kawasan Ijen UNESCO Global Geopark. Meskipun memiliki potensi wisata yang signifikan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) masih kekurangan media pendukung praktis yang dapat membantu pemandu wisata, terutama saat berinteraksi dengan wisatawan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan buku saku wisata dengan mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi yang ada dari media informasi wisata yang digunakan di Desa Kemiren. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi yang melibatkan 20 anggota Pokdarwis Kemiren sebagai responden. Kuesioner memeriksa beberapa aspek terkait buku saku wisata, termasuk konten, pemilihan tema, visualisasi, dan penggunaan bahasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang diusulkan oleh Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan antara kondisi yang diharapkan dan kondisi yang ada karena Desa Kemiren belum memiliki buku saku wisata yang dapat digunakan sebagai panduan praktis selama kegiatan wisata. Responden mengharapkan buku saku untuk berisi informasi yang jelas dan komprehensif tentang wisata budaya di Kemiren, seperti ritual tradisional, tradisi kuliner, rumah tradisional, seni lokal, dan kehidupan masyarakat. Selain itu, buku saku diharapkan untuk mencakup elemen visual menarik seperti foto, ilustrasi, dan peta, serta tata letak yang terorganisir dengan baik untuk memudahkan pemahaman. Bahasa yang digunakan harus sederhana, jelas, dan disajikan dalam bentuk bilingual (Indonesia dan Inggris) untuk mendukung komunikasi dengan wisatawan internasional. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan buku saku wisata sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan wisata dan meningkatkan efektivitas promosi wisata budaya di Desa Kemiren.
Penelitian ini menganalisis kebutuhan buku saku wisata untuk Pokdarwis Kemiren dengan mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi yang ada dari media informasi wisata yang digunakan di desa tersebut.Temuan mengungkapkan bahwa Desa Kemiren saat ini belum memiliki buku saku wisata yang dapat berfungsi sebagai panduan praktis untuk kegiatan wisata.Responden mengharapkan buku saku wisata untuk berisi informasi budaya wisata yang komprehensif, termasuk ritual tradisional, pertunjukan budaya, tradisi kuliner, rumah tradisional, dan kehidupan masyarakat di Desa Kemiren.Selain itu, buku saku diharapkan untuk mencakup elemen visual menarik seperti foto, ilustrasi, dan peta, didukung oleh tata letak yang terorganisir dengan baik.Bahasa yang digunakan dalam buku saku wisata harus sederhana, jelas, dan disajikan dalam bentuk bilingual (Indonesia dan Inggris) untuk memfasilitasi komunikasi dengan wisatawan internasional.Pengembangan buku panduan seperti itu diharapkan dapat mendukung pengelolaan wisata dan meningkatkan efektivitas promosi wisata budaya di Desa Kemiren.
Untuk mendukung pengembangan buku saku wisata yang efektif, penelitian lanjutan dapat fokus pada desain visual yang menarik dan informatif. Bagaimana visualisasi, seperti foto, ilustrasi, dan peta, dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman wisatawan? Apakah ada teknik visual tertentu yang dapat meningkatkan daya tarik dan efektivitas buku saku wisata? Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi komunikasi bahasa yang efektif. Bagaimana bahasa yang sederhana dan jelas, serta penggunaan bahasa bilingual, dapat meningkatkan komunikasi antara pemandu wisata dan wisatawan internasional? Apakah ada pendekatan bahasa tertentu yang dapat meningkatkan pemahaman dan interaksi antara kedua pihak? Terakhir, penelitian dapat menyelidiki peran buku saku wisata dalam memperkuat interpretasi budaya. Bagaimana buku saku ini dapat membantu pemandu wisata dalam memberikan penjelasan yang konsisten dan akurat tentang tradisi budaya lokal? Apakah ada strategi tertentu yang dapat diterapkan untuk memastikan informasi budaya yang disajikan dalam buku saku wisata akurat dan relevan?.
| File size | 362.38 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Generative Learning berbantuanBerdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Generative Learning berbantuan
STIT AL ITTIHADIYAHLABURASTIT AL ITTIHADIYAHLABURA Keterlibatan orang tua dalam latihan di rumah juga meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orangKeterlibatan orang tua dalam latihan di rumah juga meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penelitian menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang
ICJAMBIICJAMBI Penelitian ini menggunakan desain pretest‑posttest satu kelompok dengan 17 siswa sebagai responden. Siswa dinilai kemampuan menulis peristiwa sebelumPenelitian ini menggunakan desain pretest‑posttest satu kelompok dengan 17 siswa sebagai responden. Siswa dinilai kemampuan menulis peristiwa sebelum
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 5 Medan, didukung dokumentasiMenggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru Bahasa Indonesia di SMK Negeri 5 Medan, didukung dokumentasi
UMGUMG Temuan menunjukkan bahwa integrasi ilustrasi visual, organisasi tematik, dan cerita interaktif mendorong keterlibatan pembelajar, mempertahankan motivasi,Temuan menunjukkan bahwa integrasi ilustrasi visual, organisasi tematik, dan cerita interaktif mendorong keterlibatan pembelajar, mempertahankan motivasi,
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Oleh karena itu, disarankan agar hasil penelitian ini dikembangkan lebih lanjut sebagai media untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat lansiaOleh karena itu, disarankan agar hasil penelitian ini dikembangkan lebih lanjut sebagai media untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat lansia
ICJAMBIICJAMBI Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh dengan instrument pengambilan data qualitative berupa interview, diperoleh informasi bahwa rata-rataBerdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh dengan instrument pengambilan data qualitative berupa interview, diperoleh informasi bahwa rata-rata
ICJAMBIICJAMBI Selain itu, fasilitas dan lingkungan dalam proses pengajaran bahasa Inggris juga terbatas. Untuk memahami siswa sekolah dasar dalam mengajar dan belajarSelain itu, fasilitas dan lingkungan dalam proses pengajaran bahasa Inggris juga terbatas. Untuk memahami siswa sekolah dasar dalam mengajar dan belajar
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Kelelahan merupakan kekurangan energi fisik atau mental yang dapat dirasakan orang dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kelelahan menyebabkan penurunanKelelahan merupakan kekurangan energi fisik atau mental yang dapat dirasakan orang dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kelelahan menyebabkan penurunan
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Penelitian ini menemukan perbedaan yang signifikan dalam perilaku perawatan anak malaria antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Model keperawatanPenelitian ini menemukan perbedaan yang signifikan dalam perilaku perawatan anak malaria antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Model keperawatan
ICJAMBIICJAMBI Model pembelajaran IPS berbasis agama menunjukkan karakteristik keterpaduan IPS dari awal hingga akhir dan telah dikembangkan dengan materi berbasis agamaModel pembelajaran IPS berbasis agama menunjukkan karakteristik keterpaduan IPS dari awal hingga akhir dan telah dikembangkan dengan materi berbasis agama
ICJAMBIICJAMBI Walaupun mahasiswa mengakui harga tinggi, mereka tetap berpartisipasi dalam gaya hidup santai yang berpotensi mencerminkan kelas rekreasi. Namun, kriteriaWalaupun mahasiswa mengakui harga tinggi, mereka tetap berpartisipasi dalam gaya hidup santai yang berpotensi mencerminkan kelas rekreasi. Namun, kriteria