MEDIAANTARTIKAMEDIAANTARTIKA

English Journal AntartikaEnglish Journal Antartika

Abstrak - Studi ini meneliti bagaimana pencari suaka Suriah direpresentasikan dalam media Turki dan media berbahasa Inggris global, dengan perhatian khusus pada pilihan wacana yang digunakan untuk membangun makna dan ideologi. Dengan mengacu pada model sosio-kognitif Analisis Wacana Kritis (CDA) Van Dijk, penelitian ini berfokus pada pola leksikal, strategi pembingkaian, dan fitur struktural yang membentuk narasi media tentang pencari suaka. Dataset mencakup konten media dari outlet Turki seperti Hürriyet, Daily Sabah, Cumhuriyet, BirGün, dan GZT, bersama dengan sumber media global termasuk BBC, The Guardian, The New York Times, dan Al Jazeera English. Mencakup periode antara tahun 2019 dan 2025, analisis mengidentifikasi dua kerangka dominan dan berulang: pembingkaian kemanusiaan dan pembingkaian sekuritisasi. Temuan menunjukkan bahwa media Turki cenderung berpindah-pindah antara narasi belas kasihan dan keprihatinan atas tekanan ekonomi atau sosial, sementara media global lebih sering menempatkan Turki dalam wacana geopolitik dan keamanan yang lebih luas. Di kedua konteks tersebut, pencari suaka sebagian besar diposisikan sebagai objek kebijakan daripada subjek pengalaman aktif. Studi ini berpendapat bahwa representasi ini tidak netral tetapi mencerminkan perjuangan ideologis yang lebih luas di mana bahasa memainkan peran sentral dalam membentuk persepsi publik dan kognisi sosial.

Penelitian ini menunjukkan bahwa representasi pencari suaka Suriah dalam media Turki dan media berbahasa Inggris global dibentuk oleh kerangka pembingkaian kemanusiaan dan sekuritisasi yang berulang.Media Turki cenderung beralih antara narasi belas kasih dan kekhawatiran atas dampak sosial‑ekonomi, sedangkan media global lebih sering menempatkan Turki dalam narasi geopolitik yang lebih luas.Pada kedua konteks tersebut, pencari suaka sebagian besar diposisikan sebagai objek kebijakan diskursif, bukan sebagai subjek pengalaman hidup.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada tiga arah utama: pertama, bagaimana representasi pencari suaka Suriah berkembang di platform digital dan media sosial (misalnya Twitter, Facebook) di Turki dan secara global, dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengukur perubahan framing seiring waktu; kedua, meneliti peran suara langsung para pengungsi dalam wacana media melalui analisis konten yang dihasilkan pengguna serta wawancara mendalam, guna mengevaluasi tingkat agen mereka dalam narasi publik; ketiga, membandingkan pembingkaian media Turki terhadap pencari suaka Suriah antara media yang pro‑pemerintah dan media oposisi selama rentang waktu yang lebih luas (misalnya 2010‑2025), untuk mengidentifikasi pergeseran ideologis dan politis. Ketiga penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika representasi, meningkatkan inklusivitas suara pengungsi, serta memberikan dasar kebijakan komunikasi yang lebih responsif.

  1. The great Syrian exodus: A discourse-historical approach to Syrian asylum seekers in the Turkish press... intellectdiscover.com/content/journals/10.1386/jammr_00042_1The great Syrian exodus A discourse historical approach to Syrian asylum seekers in the Turkish press intellectdiscover content journals 10 1386 jammr 00042 1
  2. Voice and community in the 2015 refugee crisis: A content analysis of news coverage in eight European... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1748048517727173Voice and community in the 2015 refugee crisis A content analysis of news coverage in eight European journals sagepub doi 10 1177 1748048517727173
  3. Immigrants and Syrian refugees in the Turkish press | John Benjamins. immigrants syrian refugees turkish... jbe-platform.com/content/journals/10.1075/jlp.19054.dogImmigrants and Syrian refugees in the Turkish press John Benjamins immigrants syrian refugees turkish jbe platform content journals 10 1075 jlp 19054 dog
Read online
File size230.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test