UNTADUNTAD

KOVALEN: Jurnal Riset KimiaKOVALEN: Jurnal Riset Kimia

Limbah padat geotermal merupakan salah satu material hasil samping dari proses pengolahan energi yang bersumber dari panas bumi. Kandungan silika dalam limbah padat ini dapat dimanfaatkan dengan cara diekstrak dan direkayasa, salah satunya adalah sebagai bahan baku pelapis anti-air pada permukaan material. Sifat anti-air atau hidrofobisisitas dalam penelitian ini telah dipelajari dengan formulasi antara silika, asam stearat dan dimetilsilicone oil. Metode ekstraksi silika dari limbah geotermal dilakukan dengan metode sol-gel. Pembuatan material hidrofobik dilakukan dengan pencampuran antara silika dengan asam stearat pada perbandingan 1:3; 1:5; dan 1:7 berbasis massa dengan ditambahkan dimetilsilicone oil sebagai emulsifier. Hasil yang didapatkan adalah material hidrofobik silika-dimetilsilicone oil-asam stearat mampu disintesis dengan karakteristik yang ditunjukkan dari analisis gugus fungsi dengan FTIR. Sifat hidrofobik terbaik ditunjukkan pada perbandingan silika dan asam stearat 1:5. Pada substrat kaca, pelapis silika-dimetilsilicone oil-asam stearat menghasilkan sudut kontak sebesar 110,2°. Pada substrat kain, pelapis dapat menunjukkan fenomena superhidrofobik dengan nilai sudut kontak sebesar 153,7°.

Silica dapat diekstrak dari limbah padat geotermal dengan metode sol-gel, menghasilkan berbagai ukuran partikel yang didistribusikan di bawah 1 μm.Pelapis berbasis silica-DSO-stearic acid menunjukkan sifat hidrofobik optimal pada perbandingan silika dan asam stearat 1.Pelapis anti-air menunjukkan gejala superhidrofobik pada substrat kain polyester dengan nilai sudut kontak 153,7 °.Stabilitas sifat hidrofobik terbaik dengan metode pengukuran sudut kontak terhadap waktu juga ditunjukkan pada perbandingan silika dan asam stearat 1.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode ekstraksi silika dari limbah geotermal untuk menentukan metode yang paling efektif dan efisien. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan formulasi pelapis anti-air yang lebih tahan lama dan dapat diterapkan pada berbagai jenis substrat. Terakhir, studi tentang pengaruh variabel proses, seperti suhu dan waktu, terhadap sifat hidrofobik pelapis dapat dilakukan untuk optimasi formulasi dan proses pembuatan.

  1. Novel Pore-Expanded MCM-41 for CO2 Capture: Synthesis and Characterization | Langmuir. novel pore expanded... doi.org/10.1021/la400109jNovel Pore Expanded MCM 41 for CO2 Capture Synthesis and Characterization Langmuir novel pore expanded doi 10 1021 la400109j
  2. Mesoporous amine-modified SiO2 aerogel: a potential CO2 sorbent - Energy & Environmental Science... doi.org/10.1039/C0EE00442AMesoporous amine modified SiO2 aerogel a potential CO2 sorbent Energy Environmental Science doi 10 1039 C0EE00442A
  3. Hydrophobicity Properties of Silica-Dimethylsilicone Oil-Stearic Acid Based Materials Applied as Waterproof... doi.org/10.22487/kovalen.2026.v12.i1.18009Hydrophobicity Properties of Silica Dimethylsilicone Oil Stearic Acid Based Materials Applied as Waterproof doi 10 22487 kovalen 2026 v12 i1 18009
Read online
File size680.48 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test