STIK SAMSTIK SAM
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan KesehatanJurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan KesehatanKulit buah terong belanda mempunyai kandungan senyawa antosianin yang berfungsi memberikan zat warna. Kulit terong belanda memiliki warna merah yang menarik pada bagian kulit buahnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pewarna alami pada kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi dan mengetahui hasil uji evaluasi fisik sediaan eyeshadow stick dari ekstrak kulit buah terong belanda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental yaitu dengan cara membuat sediaan eyeshadow stick dalam 4 formula dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak kulit buah terong belanda yaitu F0 (0%), F1 (6%), F2 (12%), dan F3 (24%). Evaluasi fisik sediaan eyeshadow stick dilakukan setiap minggu selama 4 minggu penyimpanan di suhu ruang (25°C) dengan parameter pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, titik lebur, sedangkan untuk uji cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus selama 12 hari. Uji lainnya yaitu uji iritasi dan uji kesukaan terhadap 10 sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan organoleptis ketiga jenis sediaan berwarna pink muda, pink agak tua dan pink tua, serta basis berwarna putih, memiliki bau rose, dan memiliki bentuk semi padat. Daya sebar eyeshadow terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara F0, F1, F2 dan F3 yang menyatakan semakin banyak penambahan ekstrak maka daya sebar semakin kecil dan telah berada pada rentang 5-7 cm. Hasil uji cycling test diperoleh semua formula stabil selama penyimpanan. Hasil uji iritasi diperoleh semua formula tidak menyebabkan kemerahan, gatal, ataupun bengkak. Formulasi terbaik yaitu pada F3 dengan konsentrasi ekstrak 24%.
Ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum betaceum Cav.) dapat diformulasikan menjadi sediaan eyeshadow stick.Evaluasi fisik selama penyimpanan pada suhu 25 °C selama 28 hari menunjukkan bahwa formulasi tetap stabil, memenuhi standar organoleptik, homogenitas, titik lebur, dan daya sebar.Dari keempat formula, formula dengan konsentrasi ekstrak 24 % (F3) menunjukkan performa terbaik dan dipilih sebagai formulasi unggulan.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana penambahan agen pengawet alami, seperti ekstrak biji rosemary atau minyak tea tree, mempengaruhi stabilitas mikrobiologis serta masa simpan eyeshadow stick berbasis ekstrak kulit terong belanda selama periode lebih dari empat minggu pada suhu penyimpanan yang bervariasi (15 °C, 25 °C, dan 35 °C). Selanjutnya, perlu dieksplorasi kombinasi ekstrak kulit terong belanda dengan pewarna alami lain, misalnya ekstrak buah beri, bunga marigold, atau kunyit, untuk menilai pengaruhnya terhadap kestabilan warna, daya sebar, tekstur, serta tingkat kepuasan pengguna dalam uji sensori yang melibatkan panelis yang lebih banyak. Selain itu, sebuah studi in vivo dengan sampel sukarelawan yang lebih besar dan beragam tipe kulit dapat dilakukan untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang, potensi iritasi, dan reaksi alergi dari formulasi F3 pada populasi nyata. Penelitian juga dapat menginvestigasi efek variasi konsentrasi bahan pengikat dan emolien pada sifat mekanik serta kelekatan eyeshadow pada kelopak mata. Selanjutnya, analisis kimia terperinci menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) dapat dilakukan untuk memantau degradasi antosianin selama penyimpanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang keamanan, efikasi, serta optimasi formulasi pewarna alami dalam produk kosmetik mata yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, evaluasi terhadap pengaruh jenis kemasan (tabung aluminium vs. plastik) terhadap kualitas fisik dan aroma produk juga dapat menjadi fokus penelitian lanjutan.
- FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN EYESHADOW STICK DARI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum... doi.org/10.51352/jim.v11i1.912FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN EYESHADOW STICK DARI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA Solanum doi 10 51352 jim v11i1 912
- DOI Name 10.33084 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.33084DOI Name 10 33084 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 33084
| File size | 2.11 MB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PENDIDIKANBIOLOGIUKAWPENDIDIKANBIOLOGIUKAW Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mata Air Tarus, Kabupaten Kupang selama 3 bulan, menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain RAk dan 12 unit percobaan.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mata Air Tarus, Kabupaten Kupang selama 3 bulan, menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain RAk dan 12 unit percobaan.
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Berdasarkan hasil perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami, diperoleh nilai tambah sebesar Rp127.153 dengan rasio nilai tambah sebesar 95%. AnalisisBerdasarkan hasil perhitungan nilai tambah dengan metode Hayami, diperoleh nilai tambah sebesar Rp127.153 dengan rasio nilai tambah sebesar 95%. Analisis
STIKBARSTIKBAR Konsentrasi optimal yang memberikan inhibisi paling efektif adalah 10 % (formulasi F2). Disarankan agar penelitian lanjutan memperpanjang durasi pengujianKonsentrasi optimal yang memberikan inhibisi paling efektif adalah 10 % (formulasi F2). Disarankan agar penelitian lanjutan memperpanjang durasi pengujian
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Semua formula dinyatakan aman karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit hewan uji. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan gelling agent dalam pengembanganSemua formula dinyatakan aman karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit hewan uji. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan gelling agent dalam pengembangan
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH 0,98) menunjukkan bahwa aplikasi ini lebih sesuai digunakan untuk keperluan skrining awal gangguan penglihatan, atau pelengkap dalam pemeriksaan ketajaman0,98) menunjukkan bahwa aplikasi ini lebih sesuai digunakan untuk keperluan skrining awal gangguan penglihatan, atau pelengkap dalam pemeriksaan ketajaman
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan Snellen Chart untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan. Analisis data mencakup analisis univariat,Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan Snellen Chart untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan. Analisis data mencakup analisis univariat,
UNHAJUNHAJ Hal ini dibuktikan dengan data yaitu skor peserta sebelum pengabdian sebesar 72,66 dan setelah pengabdian sebesar 88,33. Edukasi dan workshop yang diberikanHal ini dibuktikan dengan data yaitu skor peserta sebelum pengabdian sebesar 72,66 dan setelah pengabdian sebesar 88,33. Edukasi dan workshop yang diberikan
UnimorUnimor Metode penelitian yang digunakan adalah mix-methods yaitu penelitian yang mengkombinasikan bentuk kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data menggunakanMetode penelitian yang digunakan adalah mix-methods yaitu penelitian yang mengkombinasikan bentuk kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data menggunakan
Useful /
STIK SAMSTIK SAM Penelitian menemukan prevalensi PIM sebesar 23,08% pada peresepan antihipertensi geriatri, terutama furosemid tanpa indikasi, clonidine, dan kombinasiPenelitian menemukan prevalensi PIM sebesar 23,08% pada peresepan antihipertensi geriatri, terutama furosemid tanpa indikasi, clonidine, dan kombinasi
STIK SAMSTIK SAM Formulasi dengan 10% ekstrak daun ciplukan menunjukkan kestabilan terbaik dan diterima baik sebagai sediaan cold cream. Ekstrak daun ciplukan berhasilFormulasi dengan 10% ekstrak daun ciplukan menunjukkan kestabilan terbaik dan diterima baik sebagai sediaan cold cream. Ekstrak daun ciplukan berhasil
TUNASBANGSATUNASBANGSA Dalam hal ini dilakukannya penelitian tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Selama ini besaran penghasilan pegawai hanya didasarkan pada golonganDalam hal ini dilakukannya penelitian tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai. Selama ini besaran penghasilan pegawai hanya didasarkan pada golongan
TUNASBANGSATUNASBANGSA Jumlah cluster 0 (Rendah) berjumlah 13 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, KalimantanJumlah cluster 0 (Rendah) berjumlah 13 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan