STIK SAMSTIK SAM

Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan KesehatanJurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan

Buah okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami dan dapat dimanfaatkan dalam formulasi farmasi serta produk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar total fenolik dalam ekstrak etanol 70% buah okra serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi, dengan serbuk simplisia sebanyak 1.005,88 gram yang direndam dalam 10 liter etanol 70% selama 5 hari, dengan pengadukan setiap 24 jam. Setelah maserasi selesai, filtrat hasil ekstraksi disaring menggunakan kertas saring Whatman no.1, kemudian diuapkan menggunakan rotary vacuum evaporator pada suhu 40°C hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji karakteristik fisiknya melalui pengujian organoleptik, mencakup warna, bau, dan rasa. Selanjutnya, penetapan kadar total fenolik dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu, dengan asam galat (GAE) sebagai standar. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 765 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 9,47%, dengan nilai DER-native 10,56. Uji organoleptik menunjukkan bahwa ekstrak memiliki warna coklat kehitaman, bau khas buah okra, dan rasa pahit dengan sedikit kecut, yang menandakan keberadaan senyawa fenolik dan tanin. Penetapan kadar total fenolik menunjukkan bahwa ekstrak buah okra memiliki kadar fenolik sebesar 921,21 mg GAE/g ekstrak, yang menunjukkan potensi sebagai antioksidan alami. Ekstrak etanol 70% buah okra memiliki kadar fenolik yang tinggi, sehingga berpotensi digunakan sebagai antioksidan alami dalam formulasi farmasi dan produk kesehatan berbasis bahan alam.

) melalui metode maserasi dengan etanol 70% menghasilkan rendemen 9,47% dan kadar fenolik 921,21 mg GAE/g ekstrak, menunjukkan potensi tinggi sebagai sumber antioksidan alami.Karakteristik organoleptik menunjukkan warna cokelat kehitaman, bau khas, dan rasa pahit kecut, mencerminkan keberadaan senyawa bioaktif.Ekstrak ini berpotensi dikembangkan dalam formulasi farmasi dan produk kesehatan berbasis bahan alam.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih mendalami potensi buah okra sebagai sumber antioksidan alami. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh varietas okra yang berbeda terhadap kandungan fenolik dan aktivitas antioksidannya. Hal ini penting untuk mengidentifikasi varietas okra yang memiliki kandungan fenolik tertinggi dan potensi antioksidan yang paling besar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada isolasi dan identifikasi senyawa-senyawa fenolik spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan buah okra. Dengan mengetahui senyawa-senyawa aktifnya, dapat dilakukan pengembangan formulasi yang lebih efektif dan target. Ketiga, perlu dilakukan studi in vivo untuk menguji efektivitas ekstrak buah okra sebagai antioksidan dalam model hewan percobaan. Studi ini akan memberikan bukti lebih kuat mengenai potensi terapeutik buah okra dalam mencegah atau menunda perkembangan penyakit terkait stres oksidatif.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified jurnal.stiksam.ac.id/index.php/jim/article/view/903One moment please one moment please wait request verified jurnal stiksam ac index php jim article view 903
Read online
File size360.81 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test