UNUSAUNUSA
Journal | Universitas Nahdlatul Ulama SurabayaJournal | Universitas Nahdlatul Ulama SurabayaGangguan trombotik merupakan salah satu penyebab utama kematian pada pasien kardiovaskular dan berkontribusi terhadap kejadian penyakit tidak menular. Pencarian agen antikoagulan baru untuk mengatasi keterbatasan yang terkait dengan terapi antikoagulan yang ada semakin meningkat, terutama yang berasal dari sumber alami dan mikroba. Staphylococcus hominis HSFT-2 adalah kokus Gram positif yang diisolasi dari rusip Holothutia scabra yang umumnya dikenal sebagai teripang pasir. Fibrinolitik protease HSFT-2 telah dilaporkan mampu mendegradasi fibrin, yang telah menunjukkan beberapa karakteristik aktivitas fibrinolitik dan lisis bekuan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antikoagulan dari protease fibrinolitik kasar HSFT-2 secara in vitro sebagai agen antikoagulan alternatif potensial. Desain penelitian ini benar-benar acak, dengan ukuran sampel 21 peserta dihitung menggunakan rumus Federer. Bahan yang digunakan adalah protease kasar yang berasal dari S. hominis yang dikultur dalam Skim Milk Broth. Berbagai tes, termasuk tes rutin darah, tes agregasi platelet, dan evaluasi apusan darah, dilakukan untuk menilai efektivitasnya sebagai antikoagulan. Sampel darah utuh dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok yang diobati langsung dengan 100 µL protease fibrinolitik kasar. Normalitas data dievaluasi menggunakan uji Kruskal-Wallis, sedangkan perbedaan antar kelompok dianalisis dengan ANOVA satu arah. Hasil ANOVA satu arah dari tes rutin darah menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol dan protease fibrinolitik HSFT-2 (p<0,05). Persentase agregasi trombosit menurun dari 75,85% pada kelompok kontrol menjadi 21,75% dengan penambahan protease kasar HSFT-2. Selain itu, evaluasi apusan darah tidak mengungkapkan adanya kelainan pada pembentukan sel ketika protease HSFT-2 digunakan, dibandingkan dengan sampel tanpa penambahan antikoagulan EDTA. Kesimpulannya, protease fibrinolitik HSFT-2 menunjukkan aktivitas antikoagulan; namun, belum memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk digunakan sebagai antikoagulan dalam tes darah rutin. Pekerjaan di masa depan harus fokus pada pemurnian dan karakterisasi protease untuk meningkatkan potensi antikoagulannya untuk aplikasi diagnostik laboratorium.
Protease fibrinolitik kasar dari Staphylococcus hominis HSFT-2 menunjukkan aktivitas antikoagulan yang menarik dalam uji agregasi platelet dan evaluasi apusan darah, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut.Uji aktivitas antikoagulan HSFT-2 pada tes darah rutin menunjukkan perbedaan nilai parameter darah rutin dibandingkan dengan kontrol menggunakan EDTA.Pemurnian dan karakterisasi crude fibrinolytic protease HSFT-2 diperlukan untuk memahami dan mengoptimalkan potensinya sebagai antikoagulan alternatif untuk reagen diagnostik laboratorium.
Penelitian lanjutan dapat difokuskan untuk menguji efektivitas protease HSFT-2 pada berbagai kondisi klinis, seperti pada pasien dengan gangguan pembekuan darah atau yang menerima pengobatan antikoagulan. Studi ini dapat membantu memahami apakah protease HSFT-2 dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk kelompok pasien tertentu, serta bagaimana interaksinya dengan obat-obatan lain. Selain itu, perlu diteliti pengaruh protease HSFT-2 terhadap parameter hemostasis yang lebih luas, termasuk faktor pembekuan dan inhibitor alami antikoagulasi, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang mekanisme kerjanya. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengembangkan metode formulasi protease HSFT-2 yang lebih stabil dan mudah digunakan, sehingga dapat diaplikasikan secara luas dalam pengaturan laboratorium dan klinis, serta menghasilkan hasil yang konsisten dan akurat.
- Anticoagulants Influence the Performance of In Vitro Assays Intended for Characterization of Nanotechnology-Based... mdpi.com/1420-3049/23/1/12Anticoagulants Influence the Performance of In Vitro Assays Intended for Characterization of Nanotechnology Based mdpi 1420 3049 23 1 12
- Efek Anti-thrombosis Ekstrak Protease Fibrinolitik Asal Isolat Staphylococcus hominis HSFT-2 | Afriansyah... jurnal.unbrah.ac.id/index.php/heme/article/view/1378Efek Anti thrombosis Ekstrak Protease Fibrinolitik Asal Isolat Staphylococcus hominis HSFT 2 Afriansyah jurnal unbrah ac index php heme article view 1378
- Journal | Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump... journal2.unusa.ac.id/index.php/IJMLST/article/view/5758Journal Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya journal universitas nahdlatul ulama surabaya quick jump journal2 unusa ac index php IJMLST article view 5758
- Hemostasis dan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) | Journal of Anaesthesia and Pain. hemostasis... doi.org/10.21776/ub.jap.2020.001.02.04Hemostasis dan Disseminated Intravascular Coagulation DIC Journal of Anaesthesia and Pain hemostasis doi 10 21776 ub jap 2020 001 02 04
| File size | 620.76 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUSAUNUSA Normalitas data diuji dengan tes Kolmogorov-Smirnov dan uji berbeda dianalisis dengan one-way ANOVA dengan tes Post hoc LSD. Hasil uji ANOVA satu arahNormalitas data diuji dengan tes Kolmogorov-Smirnov dan uji berbeda dianalisis dengan one-way ANOVA dengan tes Post hoc LSD. Hasil uji ANOVA satu arah
UNUSAUNUSA Efek ini dikendalikan oleh ekstrak kombinasi methanolic daun benalu teh dan benalu mangga pada dosis 50 mg/KgBB yang merupakan dosis optimal dalam mengurangiEfek ini dikendalikan oleh ekstrak kombinasi methanolic daun benalu teh dan benalu mangga pada dosis 50 mg/KgBB yang merupakan dosis optimal dalam mengurangi
UNUSAUNUSA Symbiont laut Staphylococcus epidermidis strain CGF-6, sebuah bakteri penghasil protease, berhasil diisolasi dari Rusip Kerang Pasifik (Crassostrea gigas).Symbiont laut Staphylococcus epidermidis strain CGF-6, sebuah bakteri penghasil protease, berhasil diisolasi dari Rusip Kerang Pasifik (Crassostrea gigas).
UNUSAUNUSA Analisis mikrobiologis menunjukkan bahwa L. acidophilus mendominasi dalam yogurt tradisional, sedangkan yogurt komersial mengandung L. plantarum. TemuanAnalisis mikrobiologis menunjukkan bahwa L. acidophilus mendominasi dalam yogurt tradisional, sedangkan yogurt komersial mengandung L. plantarum. Temuan
UNUSAUNUSA Kit Penghitungan Sel-8 (CCK-8) digunakan untuk mengukur viabilitas sel, dan uji penyembuhan luka gores dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas migrasi MSCs.Kit Penghitungan Sel-8 (CCK-8) digunakan untuk mengukur viabilitas sel, dan uji penyembuhan luka gores dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas migrasi MSCs.
UNUSAUNUSA Model Asrama Indonesia (IBS/Asrama) adalah sistem pendidikan besar dengan jumlah siswa yang signifikan dan berpotensi menjadi pusat penyakit metabolik,Model Asrama Indonesia (IBS/Asrama) adalah sistem pendidikan besar dengan jumlah siswa yang signifikan dan berpotensi menjadi pusat penyakit metabolik,
UNUSAUNUSA Hasil menunjukkan peningkatan zona penghambatan pertumbuhan bakteri seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak rosella.meskipun aktivitas antibakteriHasil menunjukkan peningkatan zona penghambatan pertumbuhan bakteri seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak rosella.meskipun aktivitas antibakteri
UNUSAUNUSA Sejak profil FTIR membuktikan bahwa kelompok L. casei mampu menghasilkan eksopolisakarida, maka memiliki potensi yang lebih besar sebagai probiotik. FTIRSejak profil FTIR membuktikan bahwa kelompok L. casei mampu menghasilkan eksopolisakarida, maka memiliki potensi yang lebih besar sebagai probiotik. FTIR
Useful /
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Hasil ini menunjukkan bahwa analisis hadis secara kontekstual memunculkan pemahaman bahwa adanya perintah untuk membersihkan pakaian yang terkena darahHasil ini menunjukkan bahwa analisis hadis secara kontekstual memunculkan pemahaman bahwa adanya perintah untuk membersihkan pakaian yang terkena darah
UNUSAUNUSA Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang dari perbedaan ini pada hasil pengobatan dan tingkat kelangsungan hidup. Studi iniPenelitian lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang dari perbedaan ini pada hasil pengobatan dan tingkat kelangsungan hidup. Studi ini
UNUSAUNUSA Pasien dengan kanker paru-paru metastasis memiliki SII yang lebih tinggi daripada yang tanpa metastasis. Kelompok pasien dengan metastasis memiliki rata-rataPasien dengan kanker paru-paru metastasis memiliki SII yang lebih tinggi daripada yang tanpa metastasis. Kelompok pasien dengan metastasis memiliki rata-rata
AMIKVETERANAMIKVETERAN Pelaksanaan dilakukan dengan mengikuti modul ajar yang telah dibuat oleh tim fasilitator. Proses evaluasi menggunakan format penilaian yang dilakukan padaPelaksanaan dilakukan dengan mengikuti modul ajar yang telah dibuat oleh tim fasilitator. Proses evaluasi menggunakan format penilaian yang dilakukan pada