UNANDUNAND
Jurnal Demokrasi dan Politik LokalJurnal Demokrasi dan Politik LokalSejatinya, Pemilu 2024 adalah pijakan atas dinamika demokrasi elektoral Indonesia di tengah krisis oposisi yang kian mengkhawatirkan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang selama dua periode mendominasi kursi eksekutif dan legislatif, sekarang harus menentukan posisi politiknya di tengah penurunan dukungan elektoral di basis tradisionalnya. Pilihan antara berada di lingkar kekuasaan melalui kompromi koalisi atau mundur ke barisan oposisi, untuk memulihkan citra ideologis, menjadi suatu dilema yang serius. Demikian juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kini diperhadapkan di tengah persimpangan jalan; antara bertahan sebagai oposisi yang sejauh ini menjadi mesin perlawanan, atau bergabung dalam koalisi dengan kalkulasi pragmatis ketika mengamankan sumber daya politiknya. Karena itu, tulisan ini menelaah dinamika tersebut melalui analisis teori oposisi, teori koalisi rasional, serta patronase politik yang menjelaskan betapa cairnya garis demarkasi oposisi dan koalisi pada pusaran politik Indonesia sesudah reformasi. Hasil kajian ini menjelaskan, hakikatnya konfigurasi politik PDIP dan PKS pasca Pemilu 2024, menjadi salah satu aspek krusial pada kualitas demokrasi Indonesia. Jika kedua partai ini bergabung dalam koalisi besar, maka ruang oposisi substantif akan menyempit, dan turut melemahkan check and balance demokrasi prosedural. Dengan demikian, pergeseran politik PDIP dan PKS tidak sebatas strategi kekuasaan, melainkan pertaruhan masa depan demokrasi Indonesia di bawah kekuasaan rezim Prabowo-Gibran.
Analisis terhadap dinamika politik PDIP dan PKS pasca-Pemilu 2024, menunjukkan bahwa kedua partai berada pada persimpangan strategis yang menentukan kualitas demokrasi Indonesia ke depan.Temuan utama dari kajian ini menegaskan tiga hal penting.Pertama, arah politik PDIP dan PKS tidak sebatas ditentukan oleh kalkulasi elektoral atau pertimbangan ideologis.Sebaliknya, oleh konfigurasi kekuasaan nasional yang ditandai dengan menguatnya oversized coalition dan menyempitnya ruang oposisi formal.Kedua, narasi yang berkembang di tingkat elite, memperlihatkan adanya ketegangan antara identitas ideologis dan insentif patronase yang mengiringi konsolidasi pemerintahan.Ketiga, demokrasi elektoral Indonesia menunjukkan, kerentanan mendasar ketika oposisi tidak memiliki fondasi organisatoris dan basis dukungan yang solid di tingkat akar rumput, sehingga keputusan politik di pusat tidak selalu mencerminkan kapasitas institusional untuk menjalankan fungsi pengawasan secara konsisten.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada tiga aspek utama. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam tentang bagaimana PDIP dan PKS dapat memperkuat struktur organisasi dan konsistensi ideologis mereka di tingkat lokal, terutama di basis tradisional mereka. Kedua, penting untuk menganalisis bagaimana kedua partai ini dapat mempertahankan otonomi mereka dari tekanan klientelistik dan patronase, serta bagaimana mereka dapat membangun narasi ideologis yang kuat untuk menarik dukungan publik. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana dinamika internal partai, kaderisasi, dan kinerja organisasi mempengaruhi keputusan oposisi atau koalisi, serta bagaimana hal ini dapat berdampak pada praktik legislasi, pengawasan, dan partisipasi politik di tahun-tahun mendatang.
| File size | 493.22 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
4141 Saran yang diberikan adalah agar partai politik mengutamakan kepentingan pemilih konstituen dalam menetapkan kebijakan strategis partai guna meningkatkanSaran yang diberikan adalah agar partai politik mengutamakan kepentingan pemilih konstituen dalam menetapkan kebijakan strategis partai guna meningkatkan
SEANINSTITUTESEANINSTITUTE Kondisi ini berkontribusi pada temuan berulang, lambatnya penyelesaian kelebihan pembayaran, dan terbatasnya transparansi publik. Studi ini menyimpulkanKondisi ini berkontribusi pada temuan berulang, lambatnya penyelesaian kelebihan pembayaran, dan terbatasnya transparansi publik. Studi ini menyimpulkan
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Hasil analisis menunjukkan bahwa kolaborasi yang harmonis antar lembaga negara mampu memperkuat legitimasi pemerintahan sekaligus mendukung tercapainyaHasil analisis menunjukkan bahwa kolaborasi yang harmonis antar lembaga negara mampu memperkuat legitimasi pemerintahan sekaligus mendukung tercapainya
URINDOURINDO Hasil penelitian menunjukkan bahwa maladministrasi dipicu oleh lemahnya tata kelola internal, keterbatasan kapasitas aparatur, dan dominasi aktor politikHasil penelitian menunjukkan bahwa maladministrasi dipicu oleh lemahnya tata kelola internal, keterbatasan kapasitas aparatur, dan dominasi aktor politik
ENSIKLOPEDIAKUENSIKLOPEDIAKU Berdasarkan metode penelitian doctrinal dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, konseptual, dan historis, studi ini menganalisis instrumen hukum sepertiBerdasarkan metode penelitian doctrinal dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, konseptual, dan historis, studi ini menganalisis instrumen hukum seperti
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Kurikulum 1947 merupakan kurikulum pertama yang disiapkan setelah kemerdekaan Indonesia, dengan fokus pada pembentukan karakter bangsa melalui pendidikanKurikulum 1947 merupakan kurikulum pertama yang disiapkan setelah kemerdekaan Indonesia, dengan fokus pada pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Temuannya adalah bahwa ayat-ayat ibnu sabil, masuk dalam hierarki nilai kedua, yakni nilai fundamental (fundamental values). Kontekstualisasi ayat-ayatTemuannya adalah bahwa ayat-ayat ibnu sabil, masuk dalam hierarki nilai kedua, yakni nilai fundamental (fundamental values). Kontekstualisasi ayat-ayat
KPUKPU Partisipasi mereka dalam pemilihan umum tidak didasarkan pada pemahaman mendalam tentang sistem politik atau program partai, melainkan pada pertimbanganPartisipasi mereka dalam pemilihan umum tidak didasarkan pada pemahaman mendalam tentang sistem politik atau program partai, melainkan pada pertimbangan
Useful /
UNANDUNAND Dalam dinamika hubungan internasional kontemporer yang semakin kompleks, aktor subnasional seperti pemerintah daerah memainkan peran yang semakin signifikanDalam dinamika hubungan internasional kontemporer yang semakin kompleks, aktor subnasional seperti pemerintah daerah memainkan peran yang semakin signifikan
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun program pembangunan meningkatkan produktivitas dan aset rumah tangga, hasil tersebut tidak selalu diterjemahkan menjadiHasilnya menunjukkan bahwa meskipun program pembangunan meningkatkan produktivitas dan aset rumah tangga, hasil tersebut tidak selalu diterjemahkan menjadi
UNANDUNAND Para kandidat berusaha membangun citra diri agar dapat diterima dan dipilih oleh masyarakat. Beragam media digunakan, mulai dari alat peraga kampanye konvensionalPara kandidat berusaha membangun citra diri agar dapat diterima dan dipilih oleh masyarakat. Beragam media digunakan, mulai dari alat peraga kampanye konvensional
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON 000.000 butir, derajat pembuahan 30-60%, derajat penetasan 65-88%. Telur yang menetas menjadi larva, kemudian ditebar dengan kepadatan 15-25 ekor L-1.000.000 butir, derajat pembuahan 30-60%, derajat penetasan 65-88%. Telur yang menetas menjadi larva, kemudian ditebar dengan kepadatan 15-25 ekor L-1.