UINSAUINSA

Journal of Integrative International RelationsJournal of Integrative International Relations

Negara koalisi teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi secara serentak memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar pada awal Juni 2017. Tindakan tersebut dilatarbelakangi tuduhan Arab Saudi atas kedekatan Qatar dengan beberapa organisasi islam oposisi seperti Ikwanul Muslimin dan Hamas serta kecenderungan bilateralnya dengan Iran. Ketidaksukaan ini berlanjut dengan dilancarkannya blokade darat, laut dan udara terhadap wilayah Qatar. Qatar menepis tuduhan tersebut dan menganggap tindakan koalisi Arab sebagai intervensi terhadap kebijakan luar negerinya. Disamping itu Turki selaku sekutu Qatar, awalnya merespon krisis diplomatik secara netral dan mengedepankan upaya mediasi. Namun usaha tersebut mengalami kegagalan akibat sabotase yang dilakukan oleh koalisi teluk. Turki kemudian mengecam tindakan blokade dan segera menandatangani perjanjian militer untuk mempercepat pengerahan pasukan ke Qatar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis alasan Turki melakukan perubahan sikap yang awalnya netral menjadi pro-Qatar dengan jalan memperkuat hubungan bilateralnya dengan Qatar melalui serangkaian bantuan.

Keberpihakan Turki terhadap Qatar selama krisis teluk 2017 menyebabkan penguatan hubungan keduanya sekaligus berimbas pada kerentanan hubungan Turki dengan negara anti-Qatar.Yang menarik adalah apakah yang menjadi alasan Turki bersikap sangat pro-Qatar.Padahal jika dilihat dari kapasitas geopolitik dan lingkup pasar yang dimiliki negara kuartet jauh lebih besar dari negara Qatar.Maka normalnya, respons Turki tetap berpegang teguh pada peran netral yang telah langsung mengatasi permasalahan di kawasan teluk.Namun, kenyataannya netralitas Turki di awal meletusnya krisis tidak dapat bertahan lama karena melihat kompleksitas krisis yang semakin menjadi-jadi, akhirnya Turki memutuskan untuk mengadopsi sikap keberpihakan pada kubu Qatar.Keberpihakan Turki pada Qatar dilatar belakangi oleh kedekatan keduanya yang telah dibangun sejak momentum Arab spring.Bahkan hubungan berlanjut hingga terciptanya kesepakatan militer, dimana Turki akan membangun pangkalan militernya di Qatar sebagai bentuk stabilitas keamanan kawasan.Di samping itu, Qatar dan Turki memiliki banyak kesamaan dalam menetapkan dan mengambil sikap dalam permasalahan kawasan.Keduanya sama-sama berperan menjadi negara moderat yang mengambil keuntungan dari perebutan dua pengaruh besar kawasan yakni blok status quo dan blok revisionis.Turki dan Qatar berusaha untuk mendekatkan diri dengan Arab Saudi dan koalisi, begitu pula upaya keduanya untuk tetap menjalin hubungan dengan Iran dan berbagai gerakan yang berafiliasi dengannya seperti Ikwanul Muslimin dan Hamas.Namun masalah muncul ketika negara koalisi teluk yang beraliansi dengan kedua negara ini, memperlihatkan ketidaksukaan dan kekesalanya terhadap kebijakan luar negeri Qatar yang terlalu independen serta pro-Iran.Hingga puncak kekesalannya direalisasikan dengan melakukan pemutusan diplomatik dan blokade menyeluruh kepada Qatar.Yang menjadi inti dari krisis teluk adalah perbedaan pandangan dan ketidaksesuaian negara kuartet dengan Qatar-Turki terkait dengan posisi netral yang terlihat memiliki tendensi terhadap blok musuh dalam pandangan Arab Saudi dan koalisi.Namun terlepas dari potensi hubungan yang ada antara Turki dan negara koalisi teluk, Turki tetap memilih mendampingi Qatar di masa-masa sulitnya.Momentum krisis teluk telah menjadi batu loncatan bagi keduanya untuk semakin mengeratkan hubungan bilateral.Dimana pasca krisis, hubungan keduanya tersebut berlanjut dan semakin intens hingga menciptakan pola saling ketergantungan hingga kini.Dapat disimpulkan bahwa sikap Turki mendukung Qatar tidaklah selalu merugikan meskipun berada di dalam tekanan negara kuartet.Karena pasca krisis, Turki semakin menancapkan pengaruhnya di Qatar dan menjadi salah satu aktor yang berpengaruh dalam permasalahan di kawasan Timur Tengah.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana dampak penguatan hubungan Qatar-Turki terhadap stabilitas keamanan kawasan Teluk? Kedua, apakah ada pengaruh dari perubahan sikap Turki terhadap Qatar terhadap hubungan Turki dengan negara-negara Teluk lainnya? Ketiga, bagaimana peran Qatar dan Turki dalam membentuk blok baru di kawasan Timur Tengah pasca Arab Spring?.

Read online
File size250.73 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test