DOKICTIDOKICTI

Journal of Sharia and Legal ScienceJournal of Sharia and Legal Science

Fenomena cerai gugat di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dan didominasi oleh gugatan yang diajukan pihak istri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab dominasi cerai gugat di Pengadilan Agama Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu serta mengkaji kesadaran hukum perempuan dalam perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang Januari–April 2025, Pengadilan Agama Baturaja menangani 275 perkara perceraian, dengan 238 perkara merupakan cerai gugat. Faktor utama yang mendorong perempuan mengajukan gugatan cerai meliputi persoalan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, ketidakharmonisan hubungan, tekanan psikologis, serta pertimbangan masa depan anak. Penelitian ini juga menemukan bahwa meningkatnya pendidikan, akses informasi, dan bantuan hukum turut meningkatkan kesadaran hukum perempuan dalam memperjuangkan hak-haknya melalui jalur formal. Dalam perspektif hukum Islam, fenomena tersebut mencerminkan penerapan prinsip al‑adl (keadilan) dan al‑maslahah (kemaslahatan) sebagai upaya perlindungan terhadap hak perempuan dan anak. Dengan demikian, meningkatnya cerai gugat tidak hanya menunjukkan perubahan sosial masyarakat Muslim Indonesia, tetapi juga berkembangnya kesadaran hukum perempuan yang selaras dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam.

Dominasi cerai gugat di Pengadilan Agama Baturaja meningkat signifikan, mencerminkan perubahan dinamika sosial serta peningkatan kesadaran hukum perempuan dalam rumah tangga.Faktor utama yang mendorong perempuan mengajukan gugatan meliputi masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, ketidakharmonisan, tekanan psikologis, dan pertimbangan masa depan anak.Peningkatan pendidikan, akses informasi, dan layanan bantuan hukum memperkuat kesadaran hukum perempuan, yang kini memahami hak‑haknya serta prosedur perceraian sesuai prinsip al‑adl dan al‑maslahah dalam Islam.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak program peningkatan kesadaran hukum terhadap hasil perceraian di Pengadilan Agama Baturaja, sehingga dapat diketahui sejauh mana pendidikan hukum mengubah keputusan perempuan. Selain itu, analisis komparatif antara daerah lain dengan Baturaja mengenai faktor penyebab cerai gugat dapat mengidentifikasi variasi regional dan faktor kontekstual yang mempengaruhi keputusan perceraian, memberikan gambaran yang lebih luas tentang fenomena ini. Selanjutnya, penelitian evaluatif terhadap efektivitas mediasi dan layanan konseling berbasis prinsip keadilan Islam dapat menilai apakah pendekatan tersebut berhasil mengurangi angka cerai gugat, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan yang berlandaskan nilai-nilai syariah untuk mendukung penyelesaian sengketa rumah tangga secara damai.

  1. Dominasi Cerai Gugat di Pengadilan Agama Baturaja: Kesadaran Hukum Perempuan dalam Perspektif Hukum Islam... jurnal.dokicti.org/index.php/JSLS/article/view/1457Dominasi Cerai Gugat di Pengadilan Agama Baturaja Kesadaran Hukum Perempuan dalam Perspektif Hukum Islam jurnal dokicti index php JSLS article view 1457
  2. Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Konsep Kesetaraan Gender Perspektif Maqasid Syariah | The Indonesian... doi.org/10.51675/jaksya.v4i1.298Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Konsep Kesetaraan Gender Perspektif Maqasid Syariah The Indonesian doi 10 51675 jaksya v4i1 298
Read online
File size273.95 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test