UGMUGM

Jurnal Rekayasa ProsesJurnal Rekayasa Proses

Katalis adalah zat yang meningkatkan laju reaksi reaksi kimia tanpa terkonsumsi dalam proses. Penerapan katalis dalam proses kimia dan petrokimia berskala besar telah dimulai sejak awal abad ke-20 di bidang yang beragam mulai dari farmasi dan bahan kimia khusus hingga polimer dan pengolahan minyak bumi (Staszak, 2018). Katalis komersial memiliki daya tahan yang terbatas, biasanya dari beberapa bulan hingga 10 tahun, tergantung pada proses dan jenis katalis (Staszak, 2018). Katalis secara bertahap kehilangan aktivitas katalitik mereka, biasanya melalui perubahan struktural, keracunan, overheating atau deposisi material ekstraneus seperti coke. Ketika aktivitas katalis menurun di bawah tingkat yang dapat diterima, biasanya diregenerasi dan digunakan kembali, tetapi regenerasi tidak selalu mungkin (Akcil et al., 2015). Setelah beberapa siklus regenerasi dan penggunaan kembali, aktivitas katalis mungkin menurun hingga tingkat yang sangat rendah dan regenerasi lebih lanjut mungkin tidak ekonomis (Marafi dan Stanislaus, 2008).

Studi ini menunjukkan bahwa asam sulfat adalah reagen peleburan yang paling selektif untuk mengekstraksi nikel dari katalis bekas yang mengandung nikel untuk presipitasi oksalat nikel selanjutnya.Nikel secara selektif dipresipitasi dan dipisahkan sebagai NiC2O4.2H2O dengan kemurnian nikel >97% dari larutan yang dilebur dengan asam sulfat.Kondisi peleburan optimum dapat diperoleh dengan menggunakan 1-2 M H2SO4, kepadatan pulp 100 g/L, pada suhu 80°C selama 5 jam waktu reaksi yang sekitar 78% pemulihan nikel.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut potensi pemulihan nikel dari sumber-sumber sekunder lainnya, seperti limbah industri atau material bekas pakai. Studi ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan metode ekstraksi nikel yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan proses presipitasi nikel, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti pH, suhu, dan waktu reaksi. Dengan demikian, studi ini dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi yang berkelanjutan dan efisien untuk pemulihan nikel dari katalis bekas.

  1. Nickel recovery from nickel-containing spent catalyst using atmospheric leaching and oxalate precipitation... doi.org/10.22146/jrekpros.17589Nickel recovery from nickel containing spent catalyst using atmospheric leaching and oxalate precipitation doi 10 22146 jrekpros 17589
  2. Recovery of nickel from spent catalysts using ultrasonication‐assisted leaching - Oza - 2011... doi.org/10.1002/jctb.2649Recovery of nickel from spent catalysts using ultrasonicationyAAAaassisted leaching Oza 2011 doi 10 1002 jctb 2649
Read online
File size1.77 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test