UGMUGM

Jurnal Rekayasa ProsesJurnal Rekayasa Proses

Empty Palm Fruit Bunches (EFB) adalah limbah organik yang sering ditemukan di perkebunan kelapa sawit. EFB memiliki nilai guna yang cukup tinggi karena mengandung serat. Namun, penggunaan EFB di pabrik kelapa sawit (PKS) masih terbatas sebagai pupuk. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan kelapa sawit sebagai bahan baku pigmen organik untuk memproduksi tinta printer. Metode yang digunakan adalah pembuatan pigmen organik dari EFB melalui beberapa tahap, termasuk pengolahan bahan dengan parang, pengeringan di bawah sinar matahari, proses karbonisasi pada suhu 450°C menggunakan alat karbonisasi, pengolahan arang (karbon) EFB, penyaringan serbuk karbon dengan screen mesh T200, dan pembuatan tinta printer dengan mencampurkan karbon EFB dengan aquadest, alkohol, dan gum arab. Tinta yang dihasilkan akan diuji viskositas, transmisi cahaya, adhesi, densitas, dan performa tinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk tinta printer optimum diperoleh pada komposisi massa 2 g karbon dengan 5 mL alkohol, yang dicampur dengan bahan perekat berupa 3,5 g gum arab dalam 22,5 mL aquadest.

Hasil uji cetak, transmisi, dan adhesi telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), meskipun untuk uji viskositas perlu diteliti lebih lanjut.Kesimpulan penelitian ini adalah pigmen organik yang dibuat dari EFB sebagai bahan baku pembuatan tinta printer menjadi langkah yang tepat untuk mengurangi penggunaan tinta printer sintetis yang banyak mengandung xylene dalam campurannya.Komposisi yang tepat adalah 2 g karbon yang dilarutkan dalam 5 mL alkohol dengan perekat 3,5 g gum arab dalam 22,5 mL aquadest.Hasil uji tinta EFB dengan komposisi terbaik menghasilkan nilai viskositas sebesar 0,9895 cP, densitas sebesar 1,0840 g/cm3 dengan nilai transmisi cahaya sebesar 0 dan sifat adhesi yang telah sesuai dengan standar SNI ISO 2846-2.06-1567-1999, namun perlu ada perbaikan dari hasil uji viskositas, karena viskositas yang didapatkan masih rendah.Sementara untuk hasil uji cetak, tinta printer yang dihasilkan telah memberikan hasil cetak dan warna yang baik seperti halnya pada tinta komersial yang dijual di pasaran.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengoptimalkan proses karbonisasi untuk mengurangi pembentukan senyawa volatile organic compound (VOC) seperti xylene. Hal ini dapat dilakukan dengan mengendalikan suhu dan waktu karbonisasi secara tepat, sehingga tinta printer yang dihasilkan bebas atau minim kandungan VOC. 2. Menganalisis lebih lanjut pengaruh komposisi massa karbon, gum arab, dan aquadest pada kualitas tinta printer. Penelitian ini dapat fokus pada variasi komposisi dan menguji pengaruhnya terhadap viskositas, densitas, transmisi cahaya, dan adhesi tinta. 3. Melakukan penelitian lebih mendalam tentang pengaruh proses karbonisasi pada kandungan lignin dan selulosa dalam EFB. Dengan memahami perubahan kandungan kimia selama karbonisasi, dapat dikembangkan metode yang lebih efektif untuk menghasilkan tinta printer yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia.

  1. FABRIKASI TINTA SPIDOL WHITEBOARD BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI ENDAPAN MINUMAN KOPI | Joint Prosiding... journal.unj.ac.id/unj/index.php/prosidingsnf/article/view/4492FABRIKASI TINTA SPIDOL WHITEBOARD BERBAHAN DASAR PIGMEN ORGANIK DARI ENDAPAN MINUMAN KOPI Joint Prosiding journal unj ac unj index php prosidingsnf article view 4492
  2. Pengaruh Suhu Kalsinasi terhadap Karakteristik Komposit Forsterit-Karbon Tersintesis dalam Medium Gas... doi.org/10.20961/alchemy.16.2.34845.163-170Pengaruh Suhu Kalsinasi terhadap Karakteristik Komposit Forsterit Karbon Tersintesis dalam Medium Gas doi 10 20961 alchemy 16 2 34845 163 170
  3. 0. ig eve fdl scirp.org/journal/paperinformation?paperid=851030 ig eve fdl scirp journal paperinformation paperid 85103
Read online
File size3.7 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test