UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Dehidrasi gas merupakan salah satu proses penting dalam industri minyak dan gas. Dehidrasi gas diharapkan dapat menurunkan uap air dan air yang terdapat dalam gas alam, sehingga memenuhi standar gas kering yang diinginkan dengan memperhatikan parameter dehidrasi gas. Temperatur proses dan temperatur Triethylene Glycol yang berperan sebagai lean glycol merupakan salah satu parameter penting yang harus diperhatikan untuk menghasilkan dry gas dengan kadar air yang rendah dan sesuai standar. Oleh karena itu, dilakukan analisis suhu dan laju aliran lean glycol untuk dapat menerapkan proses dehidrasi agar berjalan optimal. Analisis dilakukan dengan bantuan software Unisim Design R451 dengan variasi laju alir lean glycol sebesar 8,012 x 104 lb/jam, 2,205 x 104 lb/jam, dan 2,187 x 105 lb/jam dengan kadar air pada bahan kering yang dihasilkan. gas menjadi 3,847 x 10-4 lb/MMscf, 0,4591 lb/MMscf, 1,1813 x 10-6 lb/MMscf. Variasi suhu lean glycol adalah 95,90 0F, 87 0F, 100 0F dan kadar air yang dihasilkan adalah 1,813 x 10-6 lb/MMscf, 4,783 x 10-7 lb/MMscf, dan 3,301 x 10-6 lb/MMscf.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa laju alir lean glycol sebesar 2,187 x 105 lb/hr dan suhu lean glycol 87oF menghasilkan dry gas dengan kadar air yang lebih rendah.Namun, sebaiknya suhu dan laju untuk aliran meminimalkan kenaikan atau penurunan suhu dan laju aliran lean glycol.Analisa menggunakan software Unisim Design R451 berguna menjadi industri gas alam, untuk masukan bagi mengestimasi kondisi proses dehidrasi gas di lapangan.

Penelitian lanjutan dapat melakukan pengujian eksperimental terhadap berbagai kombinasi suhu dan laju alir lean glycol pada sampel gas alam dengan komposisi berbeda, sehingga dapat memvalidasi akurasi model Unisim Design R451 serta mengidentifikasi batas optimal pengurangan kadar air. Selain itu, diperlukan pengembangan sistem kontrol otomatis berbasis sensor real‑time yang dapat menyesuaikan suhu serta laju alir lean glycol secara dinamis, guna mengurangi risiko terjadinya foaming, peningkatan viskositas, dan kehilangan glycol pada kontaktor. Selanjutnya, studi komparatif antara penggunaan Triethylene Glycol dengan alternatif seperti Diethylene Glycol atau proses dehidrasi pada suhu rendah harus dilakukan untuk mengevaluasi aspek ekonomi, konsumsi energi, dan dampak lingkungan, serta untuk menentukan apakah strategi tersebut dapat meningkatkan efisiensi operasional unit dehidrasi gas pada skala lapangan. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk optimalisasi proses dehidrasi gas, meningkatkan keandalan operasional, dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih berkelanjutan dalam industri minyak dan gas.

  1. PENGARUH VARIASI LAJU ALIR GAS ALAM TERHADAP ABSORBSI GAS CO2 DAN WAKTU PEMBAKARAN | Jurnal Redoks. pengaruh... doi.org/10.31851/redoks.v7i1.8706PENGARUH VARIASI LAJU ALIR GAS ALAM TERHADAP ABSORBSI GAS CO2 DAN WAKTU PEMBAKARAN Jurnal Redoks pengaruh doi 10 31851 redoks v7i1 8706
  2. DOI Name 10.31851 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.31851DOI Name 10 31851 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 31851
  3. DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
  4. DOI Name 10.12962 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 56z crossref desc 23z lembaga... doi.org/10.12962DOI Name 10 12962 Values doi name values index type timestamp data hs serv 56z crossref desc 23z lembaga doi 10 12962
Read online
File size568.37 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test