UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Panas yang diberikan terhadap suatu fluida akan menyebakan kenaikan temperatur pada fluida tersebut melalui perpindahan panas dari sumber pemanas melalui rambatan panas radiasi, konveksi dan konduksi sampai ke objek fluida yang dipanaskan. Dalam hal ini air sebagai bahan penelitian yang ditampung dalam suatu wadah stainless steel kapasitas 1000 ml. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pada posisi pemanasan dengan waktu 10 menit terjadi kenaikan temperature paling tinggi yaitu 94.8 °C dan berikutnya terjadi stagnasi kenaikan temperatur serta sedikit penurunan temperatur walaupun tetap dilakukan pemanasan terhadap air dan pada saat pendinginan ditemukan secara konsisten terjadinya penurunan temperatur air dengan penurunan temperature tertinggi terjadi pada titik waktu pendinginan 0 sampai 2 menit dengan besarnya perbedaan penurunan temperatur 14.5 °C. Untuk koefisien korelasi didapatkan nilai tertinggi pada proses pendinginan rxy = -0.9374 (korelasi negatif) yang dibandingkan dengan koefisien korelasi untuk proses pemanasan rxy = 0.8788 (korelasi positif).

Pada kondisi pemanasan air dijumpai bahwa posisi stagnasi kenaikan temperatur air dipanaskan pada tekanan atmosfir mulai terjadi bukan pada temperatur 100 °C tetapi sudah terjadi pada temperatur 94.8 °C dan berikutnya ada sedikit penurunan temperatur sampai pada titik terakhir waktu pengukuran.Koefisien korelasi diketahui bahwa tingkat korelasi paling besar ada pada kondisi pendinginan yaitu rxy = -0.9374 (korelasi negatif) dibandingkan dengan koefisien korelasi untuk pemanasan rxy = 0.8788 (korelasi positif), walaupun demikian baik pemanasan dan pendinginan terhadap waktu masing‑masing memiliki hubungan yang relatif kuat.

Pertama, dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel tekanan gas yang bervariasi untuk menilai apakah peningkatan tekanan gas dapat memperkuat atau melemahkan korelasi antara waktu pemanasan dan kenaikan temperatur, sehingga dapat menentukan batas optimal tekanan dalam proses pemanasan bergas. Kedua, disarankan untuk memeriksa efek jenis bahan bakar gas yang berbeda (misalnya propana vs butana) terhadap laju peningkatan dan penurunan temperatur, serta hubungan korelasi, guna mengidentifikasi bahan bakar yang paling efisien. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mencakup analisis sensitivitas material wadah (misalnya stainless steel vs aluminium) terhadap distribusi suhu dan kecepatan pendinginan, sehingga dapat mengevaluasi pengaruh isolasi termal wadah terhadap efisiensi proses pemanasan dan pendinginan.

Read online
File size729.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test