JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA

Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu SosialJurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial

Penelitian ini menganalisis pelaksanaan kebijakan strategis proyek Kereta Cepat Indonesia‑China (KCIC) dengan fokus pada studi kasus Kereta Cepat Jakarta‑Bandung. Penelitian bertujuan mengevaluasi sejauh mana kebijakan tersebut berhasil diimplementasikan, menggunakan teori pelaksanaan kebijakan Mazmanian dan Sabatier serta kriteria evaluasi kebijakan William N. Dunn. Hasil menunjukkan bahwa meskipun proyek memiliki tujuan strategis yang jelas dan dukungan politik tingkat tinggi, pelaksanaannya menghadapi tantangan berupa koordinasi antar‑lembaga yang terbatas, resistensi publik, dan pembengkakan anggaran; evaluasi menilai bahwa efektivitas fisik telah tercapai melalui penyelesaian infrastruktur, namun efisiensi, responsivitas, dan akuntabilitas masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, keberhasilan pelaksanaan kebijakan strategis tidak hanya bergantung pada kekuatan politik dan finansial, melainkan juga pada desain kebijakan yang jelas, tata kelola yang baik, dan partisipasi publik yang inklusif.

Implementasi proyek Kereta Cepat Jakarta‑Bandung menunjukkan adanya tujuan kebijakan yang jelas namun kurangnya adaptasi terhadap konteks sosial‑ekonomi lokal dan koordinasi antar lembaga yang masih lemah.Kepemimpinan proyek terpusat pada pemerintah pusat dengan kapasitas teknis dan manajerial yang tidak merata, serta partisipasi publik yang terbatas, sehingga menimbulkan tantangan legitimasi.Meskipun telah tercapai pencapaian fisik infrastruktur, efisiensi, responsivitas, dan akuntabilitas masih perlu ditingkatkan melalui perencanaan partisipatif, koordinasi lintas lembaga, dan manajemen risiko yang lebih baik.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, dilakukan studi tentang desain mekanisme koordinasi lintas lembaga yang dapat meningkatkan kecepatan, kejelasan, dan konsistensi proses perizinan serta akuisisi lahan pada proyek infrastruktur strategis seperti kereta cepat Jakarta‑Bandung; penelitian ini dapat meneliti faktor‑faktor penghambat koordinasi, mengidentifikasi praktik terbaik dari proyek serupa di negara lain, serta merumuskan kerangka kerja kolaboratif yang dapat diadopsi oleh pemerintah pusat dan daerah. Kedua, penelitian mengenai model partisipasi publik yang paling efektif untuk meningkatkan legitimasi dan penerimaan masyarakat lokal, dengan mengevaluasi berbagai pendekatan seperti forum warga, konsultasi daring, dan mekanisme kompensasi yang transparan; tujuan penelitian adalah mengukur dampak partisipasi terhadap keputusan kebijakan, tingkat konflik, serta kepuasan masyarakat terdampak. Ketiga, analisis strategi manajemen risiko keuangan yang mencakup pengendalian biaya, penyesuaian terhadap fluktuasi nilai tukar, serta mitigasi dampak pandemi COVID‑19, untuk menemukan cara mengurangi overruns anggaran pada proyek‑proyek berskala besar; pendekatan dapat meliputi pemodelan simulasi finansial, studi kasus kegagalan anggaran, dan rekomendasi kebijakan fiskal yang adaptif. Semua penelitian ini dapat menggunakan metode campuran kualitatif‑kuantitatif, mengumpulkan data dari dokumen kebijakan, wawancara dengan pejabat, survei komunitas terdampak, serta analisis statistik, sehingga menghasilkan rekomendasi praktis yang dapat membantu pembuat kebijakan dan pelaku proyek meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta keberlanjutan proyek infrastruktur masa depan.

Read online
File size410.02 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test