UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Mempertahankan alur pelayaran yang dapat dilayari melalui pengerukan sangat penting bagi masyarakat dan ekonomi, terutama karena beban transportasi dan kargo global meningkat. Pengambil keputusan memerlukan teknik cepat untuk mengevaluasi alternatif penempatan potensial untuk sedimen yang dikeruk. Jika sesuai, sedimen yang dikeruk dapat ditempatkan di dekat pantai sebagai tanggul atau gundukan, sering kali dengan harapan menghilangkan energi gelombang lebih jauh ke lepas pantai dan mendorong transport sedimen ke arah pantai. Namun, area penempatan yang tepat membutuhkan pertimbangan kedalaman air, iklim hidrodinamik, dan ukuran sedimen. Pekerjaan sebelumnya menggunakan konsep kedalaman penutupan yang terkenal untuk menilai stabilitas tanggul. Sediment Mobility Tool (SMT) berbasis web dikembangkan untuk menilai kemungkinan perpindahan dan arah sedimen dengan pengetahuan beberapa parameter sederhana. Teknik yang digunakan untuk memperkirakan frekuensi mobilisasi sedimen dan arah transportasi bersifat universal. Teknik ini merupakan langkah penting bagi para insinyur dan perencana untuk mengevaluasi potensi volume material keruk untuk memelihara profil pantai. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengenalkan aplikasi SMT sebagi alat evaluasi cepat lokasi pemeliharaan dekat pantai menggunakan material keruk.

Alur pelayaran sudah seharusnya dikeruk secara teratur untuk mempertahankan alur yang dapat dilayari kapal.Pembuat keputusan memerlukan teknik cepat untuk menilai opsi penempatan potensial untuk sedimen yang dikeruk.Kebutuhan ini diperparah ketika jalur pelayaran dan pelabuhan diperdalam untuk menampung kapal kargo yang lebih besar.Beberapa teknik digunakan untuk mengevaluasi lokasi dekat pantai dengan cepat untuk penempatan sedimen hasil dari pengerukan.Teknik evaluasi tingkat pertama ini berguna sebagai alat untuk cepat membandingkan beberapa potensi penempatan material keruk dekat pantai atau untuk proyek kecil yang tidak memerlukan penyelidikan pemodelan numerik yang ekstensif.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan pengembangan dan pengujian lebih lanjut dari Sediment Mobility Tool (SMT) untuk meningkatkan akurasi dan kehandalannya dalam mengevaluasi potensi mobilitas sedimen dan arah transportasi. Selain itu, studi kasus yang lebih luas dan beragam dapat dilakukan untuk menguji efektivitas SMT dalam berbagai kondisi lingkungan dan karakteristik sedimen. Pengembangan model numerik yang lebih canggih dan terintegrasi dengan SMT dapat membantu dalam memprediksi perilaku sedimen secara lebih akurat. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi penempatan sedimen yang optimal, mempertimbangkan faktor-faktor seperti kedalaman air, iklim hidrodinamik, dan ukuran sedimen, serta dampak lingkungan dan sosial dari penempatan sedimen dekat pantai.

  1. Observations and Modelling of Shoreface Nourishment Behaviour. observations modelling shoreface nourishment... mdpi.com/2077-1312/7/3/59Observations and Modelling of Shoreface Nourishment Behaviour observations modelling shoreface nourishment mdpi 2077 1312 7 3 59
Read online
File size941.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test