UNKRISUNKRIS

INDUSTRIKRISNAINDUSTRIKRISNA

PT WXD Lisheng Ton merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi tas kantor berdasarkan pesanan pelanggan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah jadwal induk produksi yang belum disusun berdasarkan kondisi aktual kapasitas produksi, sehingga target pesanan sering tidak tercapai. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP) sebagai dasar evaluasi kesesuaian antara kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada bagian sewing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kapasitas produksi yang optimal guna memenuhi permintaan pelanggan dengan biaya minimum. Metode yang digunakan adalah Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan membandingkan kapasitas tersedia dan kapasitas yang dibutuhkan pada setiap periode produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode Mei–Oktober 2025, PT WXD Lisheng Ton belum mampu memenuhi seluruh permintaan pelanggan akibat keterbatasan kapasitas pada beberapa stasiun kerja. Untuk mengatasi kekurangan kapasitas tersebut, perusahaan memiliki dua alternatif, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur. Penambahan tenaga kerja memerlukan biaya sebesar Rp2.675.000 per bulan untuk setiap tenaga kerja tambahan, sedangkan penambahan jam kerja lembur memerlukan biaya sebesar Rp30.000 per jam. Hasil analisis ini memberikan dasar bagi perusahaan dalam memilih alternatif perencanaan kapasitas yang paling efisien secara biaya.

Berdasarkan hasil penelitian, pada periode Mei hingga Oktober 2025 perusahaan belum mampu memenuhi seluruh permintaan tas kantor karena kapasitas produksi yang tersedia lebih rendah dibandingkan kapasitas yang dibutuhkan.Penerapan metode RCCP mengidentifikasi kekurangan kapasitas secara dini dan memberikan dasar keputusan rasional, menunjukkan dua alternatif penyesuaian kapasitas, yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja lembur, dengan lembur terbukti lebih efisien dalam jangka pendek.Dengan demikian, RCCP berfungsi sebagai alat evaluasi jadwal induk produksi dan model perencanaan kapasitas yang efektif serta berbasis data aktual untuk mendukung keputusan manajerial pada industri manufaktur dengan permintaan fluktuatif.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji integrasi model peramalan permintaan, seperti ARIMA atau teknik pembelajaran mesin, dengan RCCP untuk meningkatkan akurasi perencanaan kapasitas pada periode yang lebih dinamis. Selain itu, studi komparatif antara peningkatan tenaga kerja, penambahan jam lembur, dan investasi pada otomatisasi mesin dapat memberikan wawasan mengenai strategi biaya‑efisiensi yang optimal dalam konteks produksi tas kantor. Selanjutnya, perlu dilakukan ekstensi penerapan RCCP pada lingkungan multi‑produk, sehingga interaksi antara variasi produk dan utilisasi sumber daya dapat dianalisis secara holistik. Penelitian ini juga dapat mengevaluasi dampak kebijakan fleksibilitas kerja serta regulasi ketenagakerjaan terhadap efektivitas strategi lembur dalam jangka panjang. Akhirnya, pengembangan sistem keputusan berbasis data yang menggabungkan indikator kinerja operasional dan biaya dapat memperkuat kemampuan manajerial dalam mengatasi fluktuasi permintaan di industri manufaktur.

  1. ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI VCO (VIRGIN COCONUT OIL) MENGGUNAKAN METODE RCCP (ROUGH CUT CAPACITY PLANNING)... doi.org/10.56190/jvst.v2i1.17ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI VCO VIRGIN COCONUT OIL MENGGUNAKAN METODE RCCP ROUGH CUT CAPACITY PLANNING doi 10 56190 jvst v2i1 17
Read online
File size553.76 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test