UMTUMT

Human verificationHuman verification

Peralihan cepat menuju pembayaran digital menekankan urgensi peningkatan inklusi keuangan dan literasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat pemahaman, adopsi, dan respons publik terhadap QRIS di Kota Tangerang. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari warga setempat. Hasil menunjukkan tingkat kesadaran tinggi dan penggunaan QRIS yang sering melalui platform seperti LinkAja, GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, dan Mandiri Syariah, dipengaruhi oleh faktor kenyamanan, keamanan, cashback, serta pertimbangan kesehatan. Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang adopsi QRIS pada tingkat kota serta menyoroti pentingnya sosialisasi multi‑saluran, khususnya melalui media sosial dan keterlibatan komunitas. Keunikan penelitian terletak pada pengaitan penggunaan QRIS dengan faktor perilaku spesifik konteks perkotaan Indonesia, memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi pembuat kebijakan dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital dan meningkatkan inklusi keuangan.

Implementasi QRIS di Kota Tangerang terbukti efektif, dengan tingkat pemahaman publik yang relatif baik dan antusiasme tinggi terhadap pembayaran digital.mayoritas masyarakat menyadari keberadaan dan fungsi QRIS serta memahami standar yang ditetapkan Bank Indonesia.Penggunaan QRIS terus berkembang, dipicu oleh kemudahan tidak membawa uang tunai, mengurangi risiko Covid‑19, menghindari uang palsu, serta mendapatkan cashback dan diskon, yang tercermin dari beragam aplikasi yang dipakai masyarakat.Meskipun sebagian kecil masih belum tertarik, sosialisasi dianggap cukup baik namun perlu intensifikasi melalui media sosial, video, dan poster, sehingga QRIS berkontribusi positif pada peningkatan literasi keuangan digital, kebiasaan transaksi tanpa uang tunai, dan partisipasi pelaku bisnis dalam ekosistem pembayaran digital di Tangerang.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan QRIS terhadap perilaku konsumsi, literasi keuangan digital, dan inklusi keuangan masyarakat Tangerang dengan memantau perubahan pola transaksi selama beberapa tahun ke depan. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pemahaman dan penerimaan QRIS, seperti latar belakang pendidikan, status ekonomi, pengalaman menggunakan layanan keuangan digital, serta peran dukungan pemerintah dan sektor swasta, melalui pendekatan survei terintegrasi yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian komparatif antar kota juga diperlukan untuk membandingkan tingkat adopsi QRIS, mengidentifikasi perbedaan perilaku komunitas, dan menilai efektivitas program sosialisasi, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi daerah lain. Selain itu, pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dapat memberikan wawasan tentang kebutuhan, kendala, dan aspirasi pengguna QRIS, sehingga kebijakan dan program dapat lebih responsif dan efektif.

Read online
File size379.45 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test