IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
JIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial IndonesiaJIIPSI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Sosial IndonesiaPerkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran IPS yang selama ini cenderung bersifat konvensional dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan museum virtual sebagai media pembelajaran kontekstual dan inovatif dalam pembelajaran IPS. Kajian pustaka dalam penelitian ini mengacu pada konsep museum virtual, pembelajaran berbasis teknologi, serta pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang menekankan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa museum virtual berperan sebagai sumber belajar interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan siswa, serta keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital dan berpikir kritis. Penerapan museum virtual pada materi kolonialisme dan imperialisme menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam eksplorasi, analisis sumber sejarah, dan penyusunan argumentasi berbasis bukti. Namun demikian, terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pelatihan guru, penguatan sarana prasarana, serta pengembangan konten yang kontekstual. Kesimpulannya, museum virtual merupakan media pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di era digital.
Berdasarkan hasil kajian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan museum virtual sebagai media pembelajaran dalam IPS memiliki peran yang sangat strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital.Museum virtual tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, kontekstual, dan bermakna.Melalui integrasi teknologi digital, museum virtual mampu menjembatani kesenjangan antara konsep teoritis dengan realitas kehidupan peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan mudah dipahami.Penggunaan museum virtual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital, berpikir kritis, dan kemampuan analitis.Dalam konteks pembelajaran IPS, khususnya pada materi sejarah seperti kolonialisme dan imperialisme, museum virtual mendorong peserta didik untuk aktif mengeksplorasi sumber belajar, menganalisis informasi, serta menyusun argumentasi berbasis bukti, sehingga proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan pada siswa (student-centered learning).Namun demikian, implementasi museum virtual masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan infrastruktur teknologi, akses internet, serta rendahnya literasi digital di kalangan guru dan peserta didik.Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif melalui peningkatan kompetensi digital pendidik, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan konten museum virtual yang kontekstual dan mudah diakses.
Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan kajian empiris dengan desain eksperimen atau penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengukur secara terukur efektivitas museum virtual pada materi kolonialisme dan imperialisme. Selain itu, penelitian lanjutan juga perlu mengeksplorasi pengembangan platform museum virtual lokal yang dirancang secara khusus sesuai kurikulum IPS Indonesia, serta mengkaji model pelatihan guru yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan pemanfaatan museum virtual secara integratif dan berkelanjutan. Dengan demikian, museum virtual dapat menjadi media pembelajaran IPS yang efektif, adaptif, dan relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Optimalisasi pemanfaatannya secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif, menarik, serta mampu membekali peserta didik dengan kompetensi yang dibutuhkan di era digital.
- Virtual Museum : A Learning Material Of Indonesia National History | Syarifuddin | International Journal... ijmmu.com/index.php/ijmmu/article/view/96Virtual Museum A Learning Material Of Indonesia National History Syarifuddin International Journal ijmmu index php ijmmu article view 96
- Museum virtual sebagai media pembelajaran sejarah pada program Kampus Mengajar 2 di SDI Azzahro Tangerang... journal2.um.ac.id/index.php/JDS/article/view/28088Museum virtual sebagai media pembelajaran sejarah pada program Kampus Mengajar 2 di SDI Azzahro Tangerang journal2 um ac index php JDS article view 28088
- Peran Media Digital Dalam Pembelajaran Kompetensi Fakta dan Konsep Pada Mata Pelajaran IPS SD/MI | Mudabbir:... doi.org/10.56832/mudabbir.v5i1.706Peran Media Digital Dalam Pembelajaran Kompetensi Fakta dan Konsep Pada Mata Pelajaran IPS SD MI Mudabbir doi 10 56832 mudabbir v5i1 706
| File size | 460.15 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
ADI JOURNALADI JOURNAL Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan pembuatan budidaya ikan lele dengan menggunakan media drum dan pembuatan media tanam sayuranKegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan pembuatan budidaya ikan lele dengan menggunakan media drum dan pembuatan media tanam sayuran
UNJAUNJA Dapat disimpulkan dengan penerapan media podcast sebagai media pembelajaran dalam menulis teks berita siswa dapat menciptakan suasana belajar yang aktifDapat disimpulkan dengan penerapan media podcast sebagai media pembelajaran dalam menulis teks berita siswa dapat menciptakan suasana belajar yang aktif
UNJAUNJA Dengan pendekatan mimetik dan new historicism, cerpen ini menjadi counter-memory yang menantang narasi sejarah hegemonik terkait kekerasan di Timor TimurDengan pendekatan mimetik dan new historicism, cerpen ini menjadi counter-memory yang menantang narasi sejarah hegemonik terkait kekerasan di Timor Timur
UNJAUNJA Temuan ini mengindikasikan bahwa proses penamaan tempat bukanlah arbitrer, melainkan cerminan cara masyarakat memaknai ruang hidup mereka, identitas, ingatanTemuan ini mengindikasikan bahwa proses penamaan tempat bukanlah arbitrer, melainkan cerminan cara masyarakat memaknai ruang hidup mereka, identitas, ingatan
UNJAUNJA Narasi cerpen dibangun melalui simbolisasi benda dan transisi emosi tokoh, bukan berdasarkan kronologi peristiwa. Dengan demikian, penelitian ini menawarkanNarasi cerpen dibangun melalui simbolisasi benda dan transisi emosi tokoh, bukan berdasarkan kronologi peristiwa. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan
UNJAUNJA Tindak tutur ekspresif marah merupakan jenis yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa film Jembatan Pensil tidak hanya menyampaikan pesan sosialTindak tutur ekspresif marah merupakan jenis yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa film Jembatan Pensil tidak hanya menyampaikan pesan sosial
INDOSCIENCEINDOSCIENCE Penelitian ini mengkaji tantangan dan potensi implementasi Kurikulum Merdeka dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia.Penelitian ini mengkaji tantangan dan potensi implementasi Kurikulum Merdeka dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
JENDELAEDUKASIJENDELAEDUKASI Dukungan keluarga juga terbukti memiliki dampak positif, dengan mahasiswa yang merasa didukung oleh keluarga mereka cenderung meraih prestasi yang lebihDukungan keluarga juga terbukti memiliki dampak positif, dengan mahasiswa yang merasa didukung oleh keluarga mereka cenderung meraih prestasi yang lebih
Useful /
AHMAREDUCAHMAREDUC Uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formulasi aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi negatif pada kulit sukarelawan. Berdasarkan uji hedonik,Uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formulasi aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi negatif pada kulit sukarelawan. Berdasarkan uji hedonik,
AHMAREDUCAHMAREDUC Penelitian kuantitatif potong lintang ini menguji hubungan antara gaya pengasuhan dan keberhasilan pelatihan toilet di antara 50 orang tua dari anak usiaPenelitian kuantitatif potong lintang ini menguji hubungan antara gaya pengasuhan dan keberhasilan pelatihan toilet di antara 50 orang tua dari anak usia
INDOSCIENCEINDOSCIENCE Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dengan penyajian data secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMetode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dengan penyajian data secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
TEKNOKRATTEKNOKRAT Namun tidak semua perusahaan dapat mengelola arsip secara digital dengan baik. Salah satu perusahaan yang belum mengelola arsip secara digital adalah KADINNamun tidak semua perusahaan dapat mengelola arsip secara digital dengan baik. Salah satu perusahaan yang belum mengelola arsip secara digital adalah KADIN