PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING

Prospect: Jurnal Pemberdayaan MasyarakatProspect: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Penelitian ini menganalisis integrasi pemberdayaan atlet dan konservasi lingkungan melalui kemitraan CSR PT Bukit Pembangkit Innovative (BPI) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menggunakan perspektif ekologi sosial Murray Bookchin (1991). Penelitian ini berfokus pada evaluasi dua program: Banjarsari Cipta Prestasi (Pembinaan FPTI Lahat) yang bertujuan mencetak atlet berprestasi tinggi sekaligus agen perubahan sosial-lingkungan; dan BAHARI Banjarsari (inisiatif konservasi) sebagai langkah awal reboisasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan atlet tidak hanya meningkatkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk kesadaran ekologis melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan reboisasi dan penghijauan di tiga desa. Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perusahaan, federasi olahraga, pemerintah desa, dan komunitas Garis Milang menciptakan jejaring sosial-ekologis yang partisipatif dan inklusif. Kesimpulannya, kemitraan CSR PT BPI menjadi medium integratif yang menghubungkan pembangunan kapasitas manusia dan pelestarian lingkungan secara simultan. Model strategis ini berpotensi menjadi model replikasi di wilayah lain, karena berhasil menggabungkan prestasi olahraga, pemberdayaan komunitas, dan keberlanjutan ekologis dalam satu kerangka kerja.

Program kemitraan CSR PT BPI di Kabupaten Lahat menunjukkan bahwa pemberdayaan atlet dan konservasi lingkungan dapat diintegrasikan secara strategis untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.Melalui kolaborasi FPTI Lahat, PT BPI tidak hanya membina prestasi olahraga, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis pada generasi muda.Program Banjarsari Cipta Prestasi membentuk atlet melalui pelatihan fisik, pembinaan karakter, dan dukungan fasilitas, sementara program Bahari Banjarsari mengajak mereka terlibat langsung dalam reboisasi dan penghijauan di tiga desa, menanam 400 pohon bernilai ekologis dan ekonomis.Pendekatan ini selaras dengan perspektif ekologi sosial Murray Bookchin, yang menekankan bahwa keberlanjutan lingkungan memerlukan transformasi sosial yang demokratis, egaliter, dan partisipatif.Integrasi olahraga dan konservasi ini membuktikan bahwa CSR dapat berfungsi sebagai medium transformasi sosial yang nyata.membangun kapasitas manusia sekaligus memperkuat ekosistem lokal.Hasilnya adalah sinergi antara prestasi, kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan komunitas, yang berpotensi menjadi model replikasi di wilayah lain.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: . . 1. Menganalisis dampak jangka panjang dari program kemitraan CSR ini terhadap prestasi atlet dan kesadaran ekologis generasi muda di Kabupaten Lahat. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana pembinaan atlet yang terintegrasi dengan konservasi lingkungan dapat berdampak pada prestasi olahraga dan perilaku lingkungan peserta program.. . 2. Meneliti dan mengembangkan model kemitraan CSR yang serupa di wilayah lain yang menghadapi tantangan sosial-ekologis serupa, seperti daerah yang terdampak alih fungsi lahan karena pertambangan, perkebunan monokultur, atau degradasi sumber daya alam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi potensi replikasi model integratif ini di berbagai konteks dan tantangan sosial-ekologis yang berbeda.. . 3. Melakukan studi komparatif antara model kemitraan CSR konvensional dengan model integratif yang diusulkan dalam penelitian ini. Penelitian ini dapat mengeksplorasi perbedaan pendekatan, dampak, dan keberlanjutan masing-masing model, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan model CSR yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Integrating Athlete Empowerment and Environmental Conservation through CSR Partnership: A Social Ecology... doi.org/10.55381/jpm.v4i2.530Integrating Athlete Empowerment and Environmental Conservation through CSR Partnership A Social Ecology doi 10 55381 jpm v4i2 530
Read online
File size745.73 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test