PNCPNC
InfotekmesinInfotekmesinProses manufaktur merupakan suatu kegiatan pengelolahan bahan baku menjadi produk guna meningkatkan nilai tambah. Salah satu produk tersebut adalah furnitur kursi, untuk mengurangi kesalahan dan kegagalan dalam pembuatannya, maka perlu melaksanakan eksperimen model prototipe terlebih dahulu. Penelitian ini melakukan studi simulasi dan analisis pada desain kursi terhadap tegangan, deformasi dan safety factor menggunakan pendekatan metode Finite Element Method dengan bantuan software static structural ANSYS ADPL 18.0 dimana desain kursi berbahan stainless steel 304, alumunium-T6, HCP 30 polymer foam dalam satu struktur kursi dengan simulasi beberapa skenario pembebanan beban statis, kondisi batas, dan distribusi merata pada permukaan kursi. Hasil simulasi menunjukkan distribusi tegangan maksimum (von misses stress) tertinggi adalah 3,5 MPa pada tekanan 175 kg.f, untuk nilai terendah 1,5 MPa pada tekanan 5 Kg.f dan deformasi (displacement) sebesar 0.145x10⁻⁴ mm terjadi pada tekanan 175 Kg.f, sedangkan nilai deformasi terendah yaitu 0.621x10⁻⁵ terjadi pada tekanan 75 Kg.f. Hal ini akibat pembebanan semakin meningkat seiring dengan gaya tekanan yang diberikan, tetapi masih berada pada posisi standar minimum safety factor untuk beban statis sehingga tidak merusak struktur geometri.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa nilai tegangan maksimum meningkat seiring dengan peningkatan gaya tekanan, mencapai 3,5 MPa pada beban 175 kgf, sementara nilai tegangan terendah berada pada 1,5 MPa pada beban 75 kgf.deformasi tertinggi sebesar 0,145×10⁻⁴ mm juga terjadi pada beban maksimum tersebut dengan deformasi terendah 0,621×10⁻⁵ mm pada beban terendah.Faktor keamanan tetap berada di atas batas minimum yang ditetapkan untuk beban statis, sehingga struktur kursi tetap aman dan tidak mengalami kegagalan.Dengan demikian, desain kursi yang dianalisis menggunakan FEM dapat menahan beban statis yang diuji tanpa menimbulkan kerusakan struktural.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh beban dinamis terhadap desain kursi dengan menggunakan metode Finite Element Method, sehingga dapat menilai respon struktural pada kondisi penggunaan nyata yang melibatkan gerakan pengguna. Selain itu, diperlukan kajian optimasi multi‑objektif untuk menentukan kombinasi material yang memberikan rasio kekuatan‑berat terbaik, yakni meminimalkan berat kursi sambil mempertahankan atau meningkatkan nilai safety factor pada berbagai skenario beban. Selanjutnya, validasi hasil simulasi harus dilakukan melalui pembuatan prototipe fisik dan pengujian eksperimen pada pengguna dengan variasi antropometri, guna memastikan bahwa prediksi numerik sesuai dengan perilaku nyata dan memberikan rekomendasi desain yang lebih akurat serta ergonomis.
| File size | 572.48 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNESAUNESA Perbedaan performa ini terutama dipengaruhi oleh konfigurasi geometri Model B yang lebih efektif dalam mendistribusikan beban, khususnya pada desain webPerbedaan performa ini terutama dipengaruhi oleh konfigurasi geometri Model B yang lebih efektif dalam mendistribusikan beban, khususnya pada desain web
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Among three design variants, the second concept—featuring a stone grinder cutter system, UNP steel frame, V-belt transmission, and gasoline engine—wasAmong three design variants, the second concept—featuring a stone grinder cutter system, UNP steel frame, V-belt transmission, and gasoline engine—was
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI This study aims to evaluate the structural strength of the textile machine monitoring system support frame using the Finite Element Method (FEM). The 3DThis study aims to evaluate the structural strength of the textile machine monitoring system support frame using the Finite Element Method (FEM). The 3D
LMULMU While the numerical model was limited to overall safety assessment, the combination of analytical and numerical approaches offers a clear and practicalWhile the numerical model was limited to overall safety assessment, the combination of analytical and numerical approaches offers a clear and practical
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bidang gelincir pada tubuh lereng dengan nilai safety factor (SF) awal sebesar 2,169 yang menunjukkan kondisi lerengBerdasarkan hasil analisis, diperoleh bidang gelincir pada tubuh lereng dengan nilai safety factor (SF) awal sebesar 2,169 yang menunjukkan kondisi lereng
POLBENGPOLBENG Penelitian ini merancang lift barang atau dumbwaiter yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) menggunakan teknologi SalterPenelitian ini merancang lift barang atau dumbwaiter yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) menggunakan teknologi Salter
ITKITK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik komposit GFRP pada fraksi volume serat 40% dan orientasi serat 0°/90° (biaxial), serta untukPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanik komposit GFRP pada fraksi volume serat 40% dan orientasi serat 0°/90° (biaxial), serta untuk
UMBIMAUMBIMA Dari hasil analisis perhitungan didapat kesimpulan bahwa PC-I Girder lebih efektif dibanding PC-T Girder, hal ini ditunjukan oleh nilai volume total betonDari hasil analisis perhitungan didapat kesimpulan bahwa PC-I Girder lebih efektif dibanding PC-T Girder, hal ini ditunjukan oleh nilai volume total beton
Useful /
PNCPNC Dengan dua rancangan model yang lebih terarah menggunakan bantuan SolidWorks dan pendekatan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) nilai yang diharapkanDengan dua rancangan model yang lebih terarah menggunakan bantuan SolidWorks dan pendekatan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) nilai yang diharapkan
UNIBABWIUNIBABWI Untuk mengurangi risiko tersebut, dudukan gerinda dibuat yang disesuaikan dengan tinggi badan operator. Setelah perbaikan dilakukan, skor REBA menurunUntuk mengurangi risiko tersebut, dudukan gerinda dibuat yang disesuaikan dengan tinggi badan operator. Setelah perbaikan dilakukan, skor REBA menurun
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Metode tahlili sejatinya memberikan peluang untuk memahami hadis secara komprehensif, baik dari segi matan maupun sanad, serta dalam konteks sosial-historisnya.Metode tahlili sejatinya memberikan peluang untuk memahami hadis secara komprehensif, baik dari segi matan maupun sanad, serta dalam konteks sosial-historisnya.
STIQ AMUNTAISTIQ AMUNTAI Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif deskriptif, yang mengandalkan literatur-literatur ilmiahPendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif deskriptif, yang mengandalkan literatur-literatur ilmiah