STP IPISTP IPI

Sapa: Jurnal Kateketik dan PastoralSapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral

Peran anak muda dalam komunitas-komunitas religius antar agama masih menghadapi tantangan pembentukan karakter dan wawasan dalam bidang dialog. Situasi ini berasal dari dampak realitas kebosanan, trauma, ketakutan, stigma, dan pengelompokan yang mereka rasakan. Penelitian ini akan mengkaji upaya menumbuhkan minat dialog di antara orang muda melalui Youth Interfaith Peacemaker Community (YIPC) dan menganalisisnya menggunakan model mutualisme Paul F. Knitter, dengan fokus pada scriptural reasoning, dialog antar iman, dan dialog sosial, serta implikasi transformasionalnya terhadap perdamaian.

YIPC berhasil mempromosikan dialog bagi kalangan muda melalui dua bentuk utama, yaitu Scriptural Reasoning dan dialog sosial, yang mendukung pemahaman bersama dan aksinya mengatasi masalah sosial.Namun, keberhasilan ini masih bergantung pada partisipasi aktif dan keseimbangan antara agama mayoritas dan minoritas, sehingga dominasi satu kelompok dapat menghambat proses dialog.Untuk memperkuat dialog, perlu diimplementasikan strategi yang lebih inklusif, memperkuat ruang kesetaraan, dan memperluas keterlibatan agama lain guna mencapai transformasi karakter dan minat dialog secara berkelanjutan.

Bagaimana mencapai keseimbangan partisipasi antara kelompok mayoritas dan minoritas dalam dialog YIPC agar proses dialog lebih inklusif dan menghasilkan transformasi karakter? Apa strategi kreatif yang dapat memperluas keterlibatan agama lain, termasuk kepercayaan lokal, untuk memperkuat jaringan dialog interfaith dan memperluas dampak sosialnya? Bagaimana pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan partisipasi anak muda dalam dialog interfaith secara berkelanjutan, serta memfasilitasi monitoring dan evaluasi dampak jangka panjang dari inisiatif YIPC?.

Read online
File size565.02 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test