POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada krisis pangan global yang mengancam negara‑negara di dunia. Di Indonesia, ketersediaan pangan menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, sehingga ketahanan pangan perlu ditingkatkan dengan mewujudkan pangan yang berdaulat dan mandiri. Penyuluhan pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian memiliki peran penting dalam diseminasi informasi kepada petani sebagai upaya pencegahan krisis pangan di Indonesia. Keberhasilan kegiatan penyuluhan tidak akan lepas dari pengaruh media penyuluhan. Di era digital saat ini, media penyuluhan telah banyak berkembang. Keefektifan penggunaan media penyuluhan dalam percepatan penyebaran informasi perlu diketahui untuk dijadikan rekomendasi bagi penyuluh pertanian dalam memilih media yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan media penyuluhan dalam difusi informasi P2L, sehingga dapat diketahui jenis media yang efektif dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif serta pengolahan data menggunakan regresi linear berganda. Variabel penelitian yang digunakan adalah media penyuluhan tercetak, terproyeksi, audio visual, dan efektivitas.

Media audio‑visual merupakan media penyuluhan yang paling efektif untuk difusi informasi P2L, dengan kontribusi positif sebesar 1,335 dalam model regresi.Media tercetak dan terproyeksi memiliki kontribusi positif sebesar 0,043 dan negatif sebesar –0,163, sehingga tidak sebesar audio‑visual.Oleh karena itu, penyuluh disarankan mengoptimalkan penggunaan media audio‑visual sebagai pilihan utama dalam kegiatan penyuluhan P2L.

Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi efektivitas media digital berbasis internet, seperti aplikasi mobile atau platform media sosial, dalam menyebarkan informasi P2L kepada petani kecil yang memiliki akses terbatas terhadap perangkat audio‑visual tradisional. Selain itu, studi berikutnya dapat memfokuskan pada perbandingan kedalaman pemahaman dan perubahan perilaku petani setelah menggunakan media audio‑visual dibandingkan media tercetak, guna memahami mekanisme proses pembelajaran yang terjadi. Akhirnya, penelitian dapat menilai dampak jangka panjang penggunaan media audio‑visual terhadap tingkat penerapan praktik P2L, memperkirakan kontribusinya terhadap ketahanan pangan keluarga secara menyeluruh.

Read online
File size154.9 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test