UINSAIDUINSAID

Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and HumanitiesAl-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana Sarekat Islam yang dulunya sebagai perkumpulan Rekso Roemekso berubah menjadi organisasi yang besar di bawah komando Misbach dan kawan-kawannya dalam melakukan propaganda di Surakarta kepada pemerintah kolonial. Tentu hal ini perlu kita perhatikan secara seksama, gerakan perlawanan yang besar pada saat itu dilakukan oleh seorang Haji Merah yang memadukan ajaran keislaman dengan kerangka komunisme yang menurutnya itu sesuai dengan kaidah-kaidah keislaman yang benar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan Sejarah Lokal yang dituangkan oleh Kuntowijoyo, penelitian ini melihat aspek lokalitas yang ada di Surakarta tentu dengan narasi propaganda yang dilakukan oleh umat Islam dalam melawan kaum kolonial. Misbach dengan kerangka lokalitasnya berhasil menyulap ajaran Islam dengan komunisme sebagai media dakwah dan propaganda dalam melawan kaum kolonial dan umat Islam yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan dirinya sendiri. Melalui surat kabar Medan Moeslimin dan Islam Bergerak, Misbach mencurahkan pikiran dan gagasannya untuk mengajak umat Islam bersatu melawan kezaliman. Tidak segan-segan apa yang dilakukan oleh Misbach membuat pemerintah kolonial kewalahan dalam membendung aksi massa yang besar pada saat itu, terutama pemogokan-pemogokan mereka terhadap pekerjaan mereka kepada pemerintah kolonial. Itu sebabnya, pemerintah kolonial melarang Misbach dan kawan-kawannya melakukan propaganda melalui surat kabar dan penangkapan serta pengasingan yang membuat mereka tidak bisa melawan di kemudian hari.

Propaganda-propaganda yang dilakukan oleh kelompok Rekso Roemekso untuk melakukan perlawanan terhadap kaum Tionghoa menjadi meluas menjadikan mereka sebagai organisasi yang sah dalam melakukan persaingan dalam dunia kapital.Mereka warga biasa kelompok saudagar batik Laweyan akhirnya melakukan reformasi birokrasi menjadi Sarekat Dagang Islam (SDI) yang dikepalai oleh H.Tetapi, seiring berjalannya waktu, mereka tidak hanya berbicara soal ekonomi, melainkan melebar sampai kepada politik praktisi.S Cokroaminoto di dalam tubuh mereka mengharuskan mengalihkan namanya menjadi Sarekat Islam, semacam perkumpulan umat Islam odalan menghalau tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial.Lahirnya Misbach, sebagai sosok penggerak yang unik menghadirkan suasana baru di dalam tubuh SI Surakarta.Misbach selalu propagandis ulung melakukan propaganda melalui surat kabar berupa Medan Moeslimin dan Islam Bergerak sebagai medan dakwah dan juang untuk mengingatkan siapa saja terutama pemerintah kolonial yang zalim.Propaganda yang dilakukan oleh Misbach terbukti berhasil dengan adanya pemogokan-pemogokan besar-besaran di wilayah Karesidenan Surakarta bahwa sempat melakukan dekonsentrasi secara besar-besaran kepada pemerintah kolonial pada waktu itu dengan adanya STAV dan TKNM.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, dapat dilakukan penelitian lebih mendalam tentang bagaimana narasi di surat kabar Medan Moeslimin mampu mengonversi gagasan Komunisme Islam menjadi aksi nyata berupa pemogokan buruh dan pembelotan massa (TKNM) di Surakarta. Kedua, dapat diteliti lebih lanjut tentang bagaimana Misbach dan kawan-kawannya menggunakan media dakwah dan propaganda untuk melawan kaum kolonial dan umat Islam yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan diri sendiri. Ketiga, dapat dilakukan studi komparatif tentang gerakan perlawanan yang dilakukan oleh Sarekat Islam Merah di Surakarta dengan gerakan perlawanan lainnya di wilayah Indonesia pada masa kolonial.

  1. RESPON SAREKAT ISLAM TERHADAP KEBIJAKAN PENDIDIKAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA (1905-1933) | JSI: Jurnal... doi.org/10.24090/jsij.v1i1.6644RESPON SAREKAT ISLAM TERHADAP KEBIJAKAN PENDIDIKAN PEMERINTAH KOLONIAL BELANDA 1905 1933 JSI Jurnal doi 10 24090 jsij v1i1 6644
  2. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat. fajar pers muslim bumi putra hindia belanda wacana... ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/panangkaran/article/view/0701-07Panangkaran Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat fajar pers muslim bumi putra hindia belanda wacana ejournal uin suka ac pusat panangkaran article view 0701 07
  3. Mbok Mase dan Peran Perempuan Priyayi dalam Industri Batik Laweyan Surakarta Pada Masa Kolonial, 1900-1970... ejournal.uinsaid.ac.id/al-isnad/article/view/12158Mbok Mase dan Peran Perempuan Priyayi dalam Industri Batik Laweyan Surakarta Pada Masa Kolonial 1900 1970 ejournal uinsaid ac al isnad article view 12158
Read online
File size391.53 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test