UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan : Fraktur sering menimbulkan nyeri pasca operasi yang dapat menghambat pemulihan. Terapi musik klasik, khususnya karya Mozart, terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri melalui mekanisme sistem saraf pusat dan hormon stres. Metode ini bersifat non-invasif, aman, dan mudah diterapkan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi musik klasik Mozart dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur, sebagai upaya mendukung pendekatan keperawatan holistik dan meningkatkan kenyamanan pasien selama masa pemulihan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Nursing). Subjek penelitian terdiri dari dua pasien laki-laki dengan karakteristik: subjek pertama (17 tahun) mengalami close fracture tibia-fibula dextra post ORIF hari ke-3, dan subjek kedua (25 tahun) mengalami close fracture distal radius sinistra post CRPP hari ke-2. Intervensi dilakukan selama 20 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Alat ukur tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Tingkat nyeri kedua klien mengalami penurunan yang signifikan setelah diberikan terapi musik klasik Mozart selama 20 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Sebelum intervensi, Sdr. D melaporkan tingkat nyeri 6 dan Sdr. I melaporkan nyeri 5 pada skala Numeric Rating Scale (NRS). Setelah intervensi, tingkat nyeri keduanya menurun menjadi 3 pada hari ketiga evaluasi. Kesimpulan : Terapi musik klasik Mozart pada dua pasien post operasi fraktur menunjukkan penurunan nyeri secara klinis dan subjektif. Musik membantu relaksasi, mengalihkan fokus, dan merangsang analgesik alami tubuh. Intervensi ini efektif, minim risiko, dan layak diterapkan sebagai strategi nonfarmakologis dalam keperawatan holistik.

Terapi musik klasik Mozart pada dua pasien post operasi fraktur menunjukkan penurunan nyeri secara klinis dan subjektif.Musik membantu relaksasi, mengalihkan fokus, dan merangsang analgesik alami tubuh.Intervensi ini efektif, minim risiko, dan layak diterapkan sebagai strategi nonfarmakologis dalam keperawatan holistik.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk memvalidasi efektivitas terapi musik klasik Mozart dengan desain eksperimental yang lebih kuat, seperti melibatkan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar. Selain itu, perlu dikaji pengaruh jenis musik klasik lain atau kombinasi terapi musik dengan pendekatan nonfarmakologis lainnya untuk meningkatkan manfaat terapi. Penelitian juga dapat mengeksplorasi efek jangka panjang terapi musik klasik terhadap proses rehabilitasi fisik dan durasi rawat inap pasien fraktur, serta membandingkan respons pasien berdasarkan usia, jenis fraktur, atau kondisi medis lainnya.

Read online
File size265.33 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test