IJCISIJCIS

International Journal of Computer and Information System (IJCIS)International Journal of Computer and Information System (IJCIS)

Penelitian ini mengkaji kelayakan tekno-ekonomi pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) skala kecil menggunakan teknologi pencernaan anaerobik (anaerobic digestion) di Pulau Sabira, salah satu pulau terluar Jakarta, Indonesia. Sebagai wilayah terpencil dengan akses energi terbatas dan peningkatan produksi sampah organik—diperkirakan sekitar 1 hingga 1,2 ton per hari—Pulau Sabira menghadirkan tantangan lingkungan sekaligus peluang energi terbarukan. Melalui konversi sampah organik menjadi biogas, yang kemudian dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, proyek ini berupaya mengatasi masalah pengelolaan sampah sekaligus berkontribusi pada produksi energi berkelanjutan di daerah terpencil. Analisis tekno-ekonomi komprehensif telah dilakukan, menggabungkan faktor-faktor seperti biaya modal dan operasional, potensi hasil biogas, efisiensi konversi energi, dan harga listrik lokal. Dua skenario harga jual listrik yang berbeda dievaluasi untuk menentukan kelayakan finansial. Hasilnya menunjukkan bahwa di bawah skema harga pertama, proyek gagal memenuhi ekspektasi pengembalian minimum, sementara skenario kedua menunjukkan kinerja ekonomi yang dapat diterima, menunjukkan bahwa proyek dapat dianggap layak jika tarif listrik yang lebih menguntungkan diterapkan. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi yang sukses dari sistem PLTSa tersebut tidak hanya bergantung pada parameter teknis dan ekonomi tetapi juga pada kerangka kebijakan yang mendukung, mekanisme penetapan harga yang sesuai, dan akses ke pembiayaan energi bersih. Temuan ini menawarkan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan yang bertujuan untuk mempromosikan solusi energi terbarukan terdesentralisasi di pulau-pulau terpencil Indonesia.

Simulasi menunjukkan bahwa biaya pinjaman memiliki peran krusial dalam menentukan kelayakan finansial proyek PLTSa, sehingga skema pembiayaan berbunga rendah seperti pembiayaan hijau, hibah, atau KPBU sangat dianjurkan untuk meningkatkan daya tarik dan kelayakan ekonomi proyek.Kebijakan energi terbarukan dari pemerintah, seperti tarif feed-in khusus atau subsidi energi hijau, juga sangat direkomendasikan untuk mendukung implementasi proyek serupa di daerah terpencil.Meskipun analisis ekonomi menunjukkan nilai strategis yang tinggi dari aspek sosial, lingkungan, dan ketahanan energi, proyek ini belum sepenuhnya menguntungkan secara finansial tanpa dukungan tambahan atau skema subsidi.

Penelitian lanjutan dapat berfokus pada optimasi model bisnis dan skema pembiayaan inovatif untuk proyek PLTSa berbasis digester anaerobik di pulau-pulau terpencil. Mengingat kelayakan finansial sangat sensitif terhadap biaya pinjaman dan tarif jual listrik, perlu dikaji bagaimana model investasi hibrida, yang mengombinasikan modal swasta, hibah pemerintah, dan pendanaan hijau, dapat dirancang untuk meminimalkan risiko investor dan memaksimalkan pengembalian proyek. Penelitian ini juga dapat mengeksplorasi bagaimana PLTSa dapat menghasilkan nilai ekonomi tambahan dari pengelolaan sampah, seperti penjualan produk sampingan (digestat) sebagai pupuk, di luar hanya dari penjualan listrik. Selanjutnya, meskipun studi ini menyentuh nilai strategis dari aspek sosial, dampak langsung dan partisipasi komunitas belum dianalisis secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian mendatang dapat menginvestigasi bagaimana implementasi PLTSa menciptakan lapangan kerja lokal, meningkatkan kesehatan masyarakat, atau memberdayakan komunitas melalui model kepemilikan bersama atau pengelolaan oleh masyarakat. Pertanyaan kunci akan mencakup metode optimal untuk mengintegrasikan partisipasi aktif masyarakat lokal di setiap tahapan proyek, guna memastikan keberlanjutan dan penerimaan sosial yang tinggi. Terakhir, mengingat keterbatasan PLTS saja dalam menyediakan pasokan listrik yang stabil akibat intermitensi, arah penelitian penting lainnya adalah eksplorasi desain sistem energi terbarukan hibrida yang optimal. Bagaimana PLTSa berbasis digester anaerobik dapat diintegrasikan secara efisien dengan sumber energi terbarukan lain seperti PLTS atau turbin angin mini, serta sistem penyimpanan energi (misalnya, baterai), untuk menciptakan pasokan listrik yang stabil dan andal 24 jam sehari di pulau terpencil seperti Sabira? Studi ini dapat melibatkan pemodelan teknis dan simulasi untuk mengidentifikasi konfigurasi sistem yang paling efektif dan efisien secara biaya.

Read online
File size440.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test