UNPADUNPAD

Focus : Jurnal Pekerjaan SosialFocus : Jurnal Pekerjaan Sosial

Reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan struktural, sosial, dan kultural yang berdampak pada keterbatasan akses informasi, layanan kesehatan, dan perlindungan hak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan aspek medis, melainkan juga ketimpangan sosial, diskriminasi, dan lemahnya sistem pelayanan inklusif. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berperan penting menjembatani pengalaman kelompok rentan dengan upaya perubahan kebijakan dan praktik sosial. Kajian ini menggunakan metode studi literatur yang mengumpulkan data sekunder dari buku akademik, artikel jurnal ilmiah, laporan organisasi, dan dokumen kebijakan relevan. Analisis difokuskan pada advokasi sosial hak kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas untuk memperjuangkan partisipasi dan pemenuhan berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa advokasi sosial oleh LSM meningkatkan kesadaran hak, memperluas partisipasi, serta mendorong perubahan struktural menuju layanan dan kebijakan yang lebih inklusif.

Hak reproduksi perempuan penyandang disabilitas masih terhambat oleh hambatan struktural, sosial, dan kultural.Keterlibatan Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai aktor advokasi sosial dapat memperkuat kesadaran hak, memperluas partisipasi, dan mendorong perubahan kebijakan inklusif.Pemenuhan hak tersebut memerlukan kolaborasi antara negara, LSM, dan pihak terkait untuk menciptakan layanan reproduksi yang adil dan berkelanjutan.

Pertanyaan penelitian baru dapat berupa: bagaimana strategi advokasi berbasis partisipasi dapat memperkuat kapasitas LSM dalam memediasi konflik kebijakan kesehatan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas? Selain itu, studi longitudinal dapat menilai dampak intervensi edukasi inklusif yang dirancang oleh LSM terhadap perubahan sikap tenaga kesehatan terhadap penyandang disabilitas. Terakhir, penelitian dapat mengkaji model kolaborasi lintas sektor antara LSM, organisasi penyandang disabilitas, dan lembaga kesehatan untuk meningkatkan aksesibilitas fasilitas reproduksi, guna memberikan gambaran praktik terbaik yang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan nasional.

Read online
File size309.41 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test