UMMAUMMA

Jurnal BinomialJurnal Binomial

Biji durian (Durio zibethinus) merupakan substrat yang cenderung bersifat sebagai limbah yang minim nilai manfaat. Pembuatan tempe dengan bahan baku biji Durian menjadi solusi alternatif dan merupakan suatu inovasi bahan baku dalam pembuatan tempe dan peningkatan nilai guna biji Durian. Jumlah inokulum dan lama waktu fermentasi yang tepat dalam menghasilkan kualitas tempe berbahan baku biji Durian masih belum diketahui menjadi temuan yang diharapkan dalam penelitian. Rancangan penelitian disusun dengan desain Rancangan Acak Kelompok dengan kadar ragi 0,15 gram : 0,2 gram dengan waktu fermentasi 0 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan 96 jam. Data yang diukur meliputi kadar protein, lemak, dan asam fitat, yang dilanjutkan dengan uji tingkat kesukaan dengan 15 orang panelis dan diketahui hasil dari uji tersebut bahwa tempe biji durian cukup layak untuk dikonsumsi, karena rasa dan tekstur dari tempe biji durian tersebut memiliki kesamaan dari tempe pada umumnya yang dibuat menggunakan biji kedelai. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif, sedangkan data organoleptik dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian bahwa biji Durian sebelum fermentasi mengalami penurunan kadar protein, dan lemak setelah fermentasi 24 jam, sedangkan asam fitat setelah fermentasi 92 jam untuk penambahan inokulum 0.15%. Hasil uji sensori menunjukkan 93.33% panelis menilai penambahan ragi 0,15 gram lebih baik dibandingkan ragi 0,2 gram berdasarkan warna, rasa, aroma, dan tekstur tempe.

Berdasarkan pengukuran kadar protein, lemak, dan asam fitat dinyatakan mengalami penurunan sangat nyata pada fermentasi 24 jam.Biji Durian sebelum fermentasi mengalami penurunan kadar protein, dan lemak setelah fermentasi 24 jam, sedangkan asam fitat setelah fermentasi 92 jam untuk penambahan inokulum 0.Data ini didukung hasil uji sensori tempe berbahan baku alternatif biji Durian disimpulkan bahwa penambahan ragi 0,15 gram lebih baik dibandingkan ragi 0,2 gram berdasarkan warna, rasa, aroma, dan tekstur tempe.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh variasi suhu fermentasi terhadap kualitas tempe biji durian, karena suhu memengaruhi aktivitas kapang dan degradasi nutrisi. Selain itu, perlu dikaji potensi penggunaan biji durian dalam produk pangan lain seperti tape atau yogurt, dengan mempertimbangkan proses fermentasi yang berbeda. Terakhir, penelitian juga bisa mengeksplorasi kombinasi biji durian dengan bahan baku lain (seperti kedelai atau kacang hijau) untuk meningkatkan nilai gizi dan tekstur tempe secara optimal.

  1. Development and Properties of Tegurt, a Yogurt-like Tempe Product | Pakistan Journal of Nutrition. development... pjnonline.org/pjn/article/view/2458Development and Properties of Tegurt a Yogurt like Tempe Product Pakistan Journal of Nutrition development pjnonline pjn article view 2458
  2. Tempe, a nutritious and healthy food from Indonesia - Astuti - 2000 - Asia Pacific Journal of Clinical... doi.org/10.1046/j.1440-6047.2000.00176.xTempe a nutritious and healthy food from Indonesia Astuti 2000 Asia Pacific Journal of Clinical doi 10 1046 j 1440 6047 2000 00176 x
  3. PENGARUH KONSENTRASI KENTOS KELAPA TERHADAP DEGRADASI LEMAK DAGING AYAM: (The Effect of Coconut Embrio... agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/canrea/article/view/176PENGARUH KONSENTRASI KENTOS KELAPA TERHADAP DEGRADASI LEMAK DAGING AYAM The Effect of Coconut Embrio agritech unhas ac ojs index php canrea article view 176
Read online
File size600.85 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test