STIE PORTNUMBAYSTIE PORTNUMBAY

Cendisia : Cendekia Sosial dan PengabdianCendisia : Cendekia Sosial dan Pengabdian

Berdasarkan Pasal 25 ayat (2) huruf c Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara bahwa untuk menyelenggarakan kekuasaan, presiden mendelegasikan Sebagian kekuasaannya kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang berkaitan dengan kewenangan penelitian, pengkajian kebijakan manajemen Aparatur Sipil Negara, pembinaan, serta penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara. Dimensi manusia dalam reformasi administrsi menjadi peran penting dalam kesempurnaan dibirokrasi pemerintahan. Dalam dimensi manusia terdapat tiga komponen yang harus dilakukan suatu pembaharuan sehingga menghasilkan birokrasi yang kolaboratif dan berorientasi pada human skill. Mengembangkan kurikulum yang komprehensif, mencakup modul-modul mengenai keterampilan kepemimpinan, manajemen perubahan, komunikasi efektif, dan aspek-aspek lain yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab administrator. Sebagai hasil lanjutan, penerapan konsep-konsep yang diajarkan selama pelatihan tampak dalam perbaikan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh para administrator. Administrasi yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bukti konkrit dari kesuksesan pelatihan ini. Tidak hanya itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu menghadapi perubahan organisasional dengan lebih baik dan mendorong perubahan positif dalam unit kerja mereka. Forum keterbukaan dan kolaborasi setelah pelatihan membentuk jejaring yang kuat di antara peserta, mendukung pertukaran pengalaman dan pembelajaran berkelanjutan. Kegiatan Pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan kepemimpinan peserta, terlihat dari kemampuan peserta dalam mengelola tim, mengambil keputusan strategis, dan berkomunikasi secara efektif. Adanya pendekatan mentorship juga memberikan nilai tambah signifikan, memungkinkan peserta untuk belajar dari pengalaman praktis para pemimpin yang lebih berpengalaman. Selain peningkatan keterampilan individu, dampak pelatihan ini merembes ke dalam budaya organisasi.

Kegiatan Pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan kepemimpinan peserta, terlihat dari kemampuan peserta dalam mengelola tim, mengambil keputusan strategis, dan berkomunikasi secara efektif.Adanya pendekatan mentorship juga memberikan nilai tambah signifikan, memungkinkan peserta untuk belajar dari pengalaman praktis para pemimpin yang lebih berpengalaman.Selain peningkatan keterampilan individu, dampak pelatihan ini merembes ke dalam budaya organisasi.Kolaborasi yang lebih baik, semangat inovasi, dan sikap inklusif menjadi bagian integral dari lingkungan kerja, menciptakan atmosfer yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bersama.

Untuk meningkatkan kualitas SDM Aparatur Sipil Negara Provinsi Papua, disarankan untuk mendukung program pelatihan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar administrator terus memperbaharui dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi dan lingkungan kerja. Selain itu, penyelenggaraan workshop lanjutan atau sesi tematik dapat dilakukan untuk mendalami topik tertentu yang dianggap relevan dan penting oleh administrator. Dengan demikian, mereka akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan mampu menerapkan praktik lanjutan dalam pekerjaan mereka.

Read online
File size271.28 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test