PPSUNIYAPPPSUNIYAP

Journal of Economics Review (JOER)Journal of Economics Review (JOER)

Berdasarkan deskripsi latar belakang yang disajikan, rumusan masalah yang menjadi fokus penelitian adalah apakah pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran pemerintah mempengaruhi kemiskinan, dan apakah pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran pemerintah secara simultan mempengaruhi kemiskinan di Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan apakah pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran pemerintah mempengaruhi kemiskinan dan menganalisis serta menentukan apakah pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran pemerintah secara simultan mempengaruhi kemiskinan di kabupaten/kota di Provinsi Maluku. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah di kabupaten/kota di Provinsi Maluku untuk mempertimbangkan pembuatan kebijakan terkait pengelolaan pengeluaran pemerintah melalui kualitas pertumbuhan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Juga menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengeluaran daerah tentang desentralisasi fiskal untuk mempercepat pembangunan dan menciptakan masyarakat yang makmur dan terbebas dari kemiskinan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda dengan model Ordinary Least Square (OLS).

Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Maluku dari tahun 2013 hingga 2023, di mana hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,018 yang lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05.Koefisien regresi pertumbuhan ekonomi memiliki nilai positif sebesar 0,056, yang berarti jika pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 1 persen, kemiskinan juga akan meningkat sebesar 0,056 persen.Kebijakan pembangunan yang suboptimal, seperti konsentrasi pembangunan di area tertentu, juga berkontribusi pada ketidaksamaan distribusi pendapatan.Ketidaksamaan pendapatan yang tinggi masih menyebabkan kemiskinan di Maluku relatif tinggi.Ketidaksamaan pendapatan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi inklusif.Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Maluku pada tahun 2013-2023, dengan hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,018 yang lebih kecil dari nilai sig 0,05.Untuk nilai koefisien regresi, indeks pembangunan manusia memiliki nilai positif sebesar 0,207, yang berarti jika nilai tersebut meningkat sebesar 1 persen, kemiskinan akan meningkat sebesar 0,207 persen.Hasil analisis menunjukkan bahwa jika IPM meningkat, tingkat kemiskinan cenderung menurun karena kualitas hidup yang lebih baik, termasuk kesehatan, pendidikan, dan standar hidup yang lebih tinggi.Pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Maluku dari tahun 2013 hingga 2023, yang ditunjukkan oleh nilai signifikan sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikan 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi untuk pengeluaran pemerintah memiliki nilai negatif sebesar -4.05000000, yang berarti jika pengeluaran pemerintah meningkat sebesar 1 persen, kemiskinan akan menurun sebesar 4.Peningkatan pengeluaran pemerintah mungkin tidak disertai dengan peningkatan efisiensi dalam penggunaannya.Jika sebagian besar anggaran terbuang atau tidak tepat sasaran, dampak terhadap pengurangan kemiskinan akan minimal.Faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, bencana alam, atau kebijakan pemerintah pusat juga dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan dan memodulasi dampak dari peningkatan pengeluaran pemerintah daerah.Pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Maluku.Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin banyak lapangan kerja yang dapat diciptakan, yang meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan tingkat kemiskinan.Indeks Pembangunan Manusia yang tinggi menghasilkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang layak.Karena itu, alokasi anggaran pemerintah kemungkinan tepat, terutama untuk program pengentasan kemiskinan yang dapat langsung berdampak pada pengurangan jumlah orang miskin.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran pemerintah dengan kemiskinan. Misalnya, bagaimana peran sektor informal dalam mengurangi kemiskinan dan apakah ada perbedaan dampak antara sektor formal dan informal. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi spesifik yang dapat digunakan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pengeluaran pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Misalnya, apakah alokasi anggaran untuk infrastruktur atau pendidikan memiliki dampak yang lebih besar dalam mengurangi kemiskinan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak kebijakan desentralisasi fiskal terhadap kemiskinan di Provinsi Maluku. Bagaimana kebijakan ini mempengaruhi alokasi sumber daya dan apakah ada perbedaan dampak antara kabupaten/kota yang berbeda dalam hal pengentasan kemiskinan.

Read online
File size261.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test