STP IPISTP IPI
Sapa: Jurnal Kateketik dan PastoralSapa: Jurnal Kateketik dan PastoralGereja Katolik berperan strategis dalam membentuk tatanan sosial dan moral masyarakat Manggarai, terutama dalam menyelesaikan konflik seperti kasus perselingkuhan yang mengancam stabilitas keluarga. Pendekatan inkulturasi, seperti penggunaan elemen adat Compang dalam ajaran Injil, memungkinkan harmonisasi nilai agama dan budaya lokal. Dalam penyelesaian perselingkuhan, Gereja berfungsi sebagai mediator, bekerja sama dengan tokoh adat untuk menyelesaikan konflik secara damai. Melalui homili, pendidikan keluarga, dan sakramen rekonsiliasi, Gereja mengajarkan nilai kesetiaan pernikahan. Selain itu, kelompok kategorial seperti Marriage Encounter memberikan pendampingan spiritual bagi pasangan bermasalah, memperkuat komitmen berdasarkan pandangan pernikahan sebagai sakramen. Meski demikian, resistensi terhadap inkulturasi menjadi tantangan, menuntut pendekatan yang lebih inklusif. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana teologi kontekstual Gereja berkontribusi pada resolusi konflik dan harmoni sosial di masyarakat Manggarai.
Intervensi Gereja Katolik dalam menyelesaikan kasus perselingkuhan di Manggarai melalui pendekatan inkulturasi dan pastoral menunjukkan peran penting Gereja dalam menjaga keharmonisan sosial dan moral.Dengan memanfaatkan pendekatan inkulturasi, Gereja dapat menciptakan hubungan yang lebih erat dengan masyarakat Manggarai, sementara melalui pendekatan pastoral, Gereja dapat memberikan pendampingan dan dukungan kepada pasangan dalam menyelesaikan masalah rumah tangga mereka.Walaupun tantangan dalam inkulturasi dan ketegangan sosial‑budaya masih ada, upaya Gereja dalam menjaga stabilitas keluarga dan harmoni sosial sangat penting untuk keberlanjutan tatanan masyarakat Manggarai yang berlandaskan pada nilai‑nilai Kristiani dan budaya lokal.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana strategi komunikasi digital yang digunakan oleh Gereja Katolik dapat mempengaruhi persepsi masyarakat Manggarai terhadap peran Gereja dalam penyelesaian konflik keluarga; menilai efektivitas program Marriage Encounter dalam memperkuat komitmen pernikahan melalui pendekatan kuantitatif; serta mengevaluasi respon rezimen adat lokal terhadap praktik inkulturasi Gereja dan dampaknya terhadap stabilitas sosial di Nilai-nilai tradisional.
| File size | 286.22 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
PBSI UPRPBSI UPR Melalui studi kasus banjir di Parapat, artikel ini menunjukkan urgensi keterlibatan gereja dalam advokasi ekologi dan pendidikan lingkungan, serta pentingnyaMelalui studi kasus banjir di Parapat, artikel ini menunjukkan urgensi keterlibatan gereja dalam advokasi ekologi dan pendidikan lingkungan, serta pentingnya
UBUB Berdasarkan analisis Wilcoxon signed-rank test, diperoleh hasil signifikan (W=0,000; p=0,002), menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial padaBerdasarkan analisis Wilcoxon signed-rank test, diperoleh hasil signifikan (W=0,000; p=0,002), menunjukkan peningkatan pemahaman yang substansial pada
STT GKESTT GKE Penelitian ini menunjukkan bahwa Theology of Hope Jürgen Moltmann dapat menjadi landasan teologis yang kuat untuk mendorong kesadaran lingkungan dan praktikPenelitian ini menunjukkan bahwa Theology of Hope Jürgen Moltmann dapat menjadi landasan teologis yang kuat untuk mendorong kesadaran lingkungan dan praktik
STT GKESTT GKE Selain itu, peran gereja juga mendukung pencapaian successful aging melalui kesadaran lansia akan kesehatan pribadi dan keterlibatan aktif dalam kehidupanSelain itu, peran gereja juga mendukung pencapaian successful aging melalui kesadaran lansia akan kesehatan pribadi dan keterlibatan aktif dalam kehidupan
STT GKESTT GKE Penelitian ini mengkaji pemahaman dan peran gereja dalam melayani penyandang disabilitas, dengan fokus pada pelayanan Sekolah Hari Minggu Anak BerkebutuhanPenelitian ini mengkaji pemahaman dan peran gereja dalam melayani penyandang disabilitas, dengan fokus pada pelayanan Sekolah Hari Minggu Anak Berkebutuhan
STAK PESATSTAK PESAT Hasil: Peserta seminar dan pelatihan pembuatan kripik tempe dapat mengapresiasi kegiatan sebagai inovasi dalam persekutuan kaum wanita serta menunjukkanHasil: Peserta seminar dan pelatihan pembuatan kripik tempe dapat mengapresiasi kegiatan sebagai inovasi dalam persekutuan kaum wanita serta menunjukkan
OJSOJS Dalam suatu perkembangan, manusia hidup di era globalisasi ini, sudah tidak melihat pentingnya hidup dalam peribadahan. Terlebih kepada para pemuda/pemudiDalam suatu perkembangan, manusia hidup di era globalisasi ini, sudah tidak melihat pentingnya hidup dalam peribadahan. Terlebih kepada para pemuda/pemudi
STT SUSTT SU Tulisan ini meneliti tentang peran Gereja dalam ketahanan ekonomi warga gereja pada masa pandemic Covid-19. Di dalam artikel ini, penulis memaparkan tentangTulisan ini meneliti tentang peran Gereja dalam ketahanan ekonomi warga gereja pada masa pandemic Covid-19. Di dalam artikel ini, penulis memaparkan tentang
Useful /
UBUB Setiap tahun, limbah pangan dari rumah tangga, pasar, restoran, dan lingkungan sekolah terus meningkat. Penanganan yang tidak tepat dapat mencemari lingkunganSetiap tahun, limbah pangan dari rumah tangga, pasar, restoran, dan lingkungan sekolah terus meningkat. Penanganan yang tidak tepat dapat mencemari lingkungan
STP IPISTP IPI Dengan menganalisis isi deklarasi serta konteks sosialnya, tulisan ini menunjukkan bahwa peran agama yang aktif dalam menjawab tantangan zaman dapat memperkuatDengan menganalisis isi deklarasi serta konteks sosialnya, tulisan ini menunjukkan bahwa peran agama yang aktif dalam menjawab tantangan zaman dapat memperkuat
PDSIPDSI Mereka memainkan peran penting dalam kesuksesan bisnis, karena kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat menentukan reputasi dan kelangsungan perusahaan diMereka memainkan peran penting dalam kesuksesan bisnis, karena kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat menentukan reputasi dan kelangsungan perusahaan di
DINASTIREVDINASTIREV Hasilnya adalah. Pertama, permasalahan di kalangan masyarakat hukum adat sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian hukum. Hukum sektoral yang mengaturHasilnya adalah. Pertama, permasalahan di kalangan masyarakat hukum adat sebagian besar disebabkan oleh ketidakpastian hukum. Hukum sektoral yang mengatur