STIEGANESHASTIEGANESHA

Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen & BisnisJurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen & Bisnis

Penelitian ini menawarkan keaslian dengan memeriksa akses pembiayaan di antara UMKM kuliner melalui lensa gabungan dari laporan keuangan yang diaudit, literasi keuangan, dan biaya audit yang dirasakan, hubungan yang masih belum dieksplorasi secara mendalam dalam konteks lokal Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ketiga faktor ini mempengaruhi kemudahan akses pembiayaan eksternal bagi UMKM kuliner. Pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan desain survei lintas-seksional digunakan. Data dikumpulkan dari 135 pemilik/manajer UMKM kuliner yang berafiliasi dengan ASPIKMAS Patikraja, Kabupaten Banyumas, menggunakan kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan bootstrapping 5.000 resample. Hasil empiris menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan sangat lemah (R² = 0,011), dan tidak satu pun dari prediktor yang diusulkan secara signifikan mempengaruhi akses pembiayaan: laporan keuangan yang diaudit (β = -0,097; p = 0,256), literasi keuangan (β = -0,002; p = 0,977), dan biaya audit yang dirasakan (β = -0,039; p = 0,670). Temuan ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan di antara UMKM kuliner kemungkinan lebih dibentuk oleh faktor-faktor pinjaman kontekstual, seperti agunan, stabilitas arus kas, legalitas bisnis, dan pinjaman berdasarkan hubungan, daripada atribut yang terkait dengan audit saja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan yang diaudit (X1), literasi keuangan (X2), dan biaya audit yang dirasakan (X3) tidak secara signifikan memprediksi akses pembiayaan (Y) di antara UMKM kuliner di ASPIKMAS Patikraja.Ada tiga alasan utama yang mendukung interpretasi ini.(a) Determinan pinjaman kontekstual mungkin mendominasi akses pembiayaan (agunan, stabilitas arus kas, bukti penjualan, legalitas, riwayat kredit, dan pinjaman berdasarkan hubungan), mengurangi keunggulan audit dan literasi sebagai prediktor langsung.(b) Spesifikasi model mungkin memerlukan mekanisme perantara.Literasi keuangan dan faktor-faktor terkait audit lebih mungkin terhubung dengan akses pembiayaan melalui kualitas pelaporan atau kesiapan pinjaman, daripada melalui efek langsung.(c) Batasan pengukuran jelas (reliabilitas rendah dan validitas konvergen, dan validitas diskriminan yang lemah antara X2 dan X3).Masalah-masalah ini dapat melemahkan secara signifikan perkiraan jalur struktural.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar inisiatif untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM kuliner di Patikraja tidak hanya mengandalkan promosi audit dan literasi keuangan umum. Intervensi yang lebih berdampak mungkin berfokus pada dokumentasi dan kesiapan yang relevan dengan pemberi pinjaman: pencatatan transaksi konsisten, bukti penjualan dan arus kas yang andal, legalitas bisnis, dan dokumentasi aplikasi pinjaman yang lengkap. Bagi penyedia akuntansi dan jaminan, temuan ini menunjukkan bahwa penawaran jaminan untuk UMKM mungkin perlu disederhanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan informasi pemberi pinjaman (misalnya, jaminan ringan pada arus kas atau catatan penjualan) agar menjadi sinyal pembiayaan yang berarti. Penelitian di masa depan harus (1) menyempurnakan dan memvalidasi instrumen menggunakan skala yang telah ditetapkan, (2) memasukkan prediktor kontekstual kunci dan kontrol, dan (3) menguji model mediasi seperti Literasi Keuangan → Kualitas Pelaporan/Kesiapan Pinjaman → Akses Pembiayaan, dan/atau moderasi oleh jenis pemberi pinjaman (bank vs non-bank) untuk lebih mencerminkan mekanisme pembiayaan nyata dalam konteks UMKM.

  1. The Role of Digitalization Performance on Digital Business Strategy in Indonesia MSEMs | International... openaccessojs.com/JBReview/article/view/2260The Role of Digitalization Performance on Digital Business Strategy in Indonesia MSEMs International openaccessojs JBReview article view 2260
  2. Auditing Services and SME Financial Performance: The Moderating Role of Information Technology | Home.... doi.org/10.47260/bae/1122Auditing Services and SME Financial Performance The Moderating Role of Information Technology Home doi 10 47260 bae 1122
  3. Capital Access For Micro Small Medium Enterprises | Tambunan | Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah.... doi.org/10.46899/jeps.v10i2.375Capital Access For Micro Small Medium Enterprises Tambunan Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah doi 10 46899 jeps v10i2 375
  4. Strengthening MSME Creditworthiness through Financial Transparency and Digital Accounting Innovation... doi.org/10.61132/greeninflation.v2i2.331Strengthening MSME Creditworthiness through Financial Transparency and Digital Accounting Innovation doi 10 61132 greeninflation v2i2 331
Read online
File size673.85 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test