IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Menanggapi rendahnya minat siswa di Indonesia, pemerintah merancang kebijakan strategis untuk menjamin kesuksesan pendidikan nasional, salah satunya dengan menekankan penerapan program literasi di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengamati pelaksanaan program serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Subjek penelitian adalah tim literasi sekolah, terdiri dari administrator, guru, dan kepala sekolah di sekolah menengah kejuruan (SMK) Padang Pariaman, baik negeri maupun swasta, sebanyak sepuluh sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi selama pelaksanaan pedoman gerakan literasi Kemdikbud. Hasilnya menunjukkan gerakan literasi di Padang Pariaman masih berada pada tahap kebiasaan (habituation) dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah. Hambatan utama terletak pada kurangnya pemahaman kepala sekolah dan tim tentang gerakan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan pendampingan guna memastikan pelaksanaan program menjadi sukses.

Pelaksanaan gerakan literasi di sekolah menengah kejuruan Padang Pariaman belum mencapai tingkat pemahaman yang diharapkan, mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif kepala sekolah dan guru.Berbagai kendala, seperti minimnya pemahaman mengenai pentingnya gerakan literasi, masih menghambat implementasi program.Untuk memperbaiki situasi, diperlukan pendampingan teknis dan operasional dari pemerintah, termasuk pelatihan dan kunjungan rutin ke sekolah guna memberi panduan praktis dan memperkuat kapasitas staf pendidikan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efek jangka panjang pelatihan teknis dan operasional terhadap peningkatan kompetensi guru dalam mendukung gerakan literasi, dengan menggunakan desain eksperimental untuk menilai perubahan dalam praktik pembelajaran. Selain itu, studi longitudinal dapat mengkaji dampak keterlibatan orang tua dan masyarakat pada budaya membaca di lingkungan SMK, sehingga dapat dihasilkan model partisipatif yang lebih holistik. Terakhir, penelitian lintas daerah dapat membandingkan hambatan dan keberhasilan implementasi gerakan literasi antara kota besar dan daerah terpencil agar kebijakan dapat disesuaikan dengan konteks lokal.

Read online
File size725.06 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test