IDEBAHASAIDEBAHASA

IdeBahasaIdeBahasa

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan dalam menerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ketika pembicara bahasa sumber (SL) menyampaikan pidato, penerjemah menyampaikan maknanya ke dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran (TL). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan pertanyaan terbuka untuk memperoleh data utama dari responden. Responden merupakan penerjemah Indonesia di Indonesia yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun dalam bidang penerjemahan. Data yang dikumpulkan ditranskripsi dan dianalisis secara mendalam, dikelompokkan, serta dibandingkan dengan data penelitian sejenis, dijelaskan menggunakan kata-kata dan teks, serta disajikan dalam bentuk tabel untuk menampilkan hasil tantangan dalam penerjemahan bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga tantangan utama dalam interpretasi bahasa Inggris. Pertama, pidato yang panjang merupakan tantangan terbesar. Kedua, kurangnya kejelasan pelafalan membuat penerjemah sulit mencatat seluruh kata yang diucapkan. Ketiga, penguasaan topik menjadi tantangan dasar karena materi tidak tersedia dan waktu untuk berinteraksi dengan pembicara bahasa sumber sangat terbatas.

Panjangnya pidato merupakan tantangan terbesar yang dihadapi penerjemah karena sulit untuk mengingat seluruh isi pembicaraan yang disampaikan secara panjang dan berkelanjutan.Pelafalan yang tidak standar dari pembicara bahasa sumber menyulitkan penerjemah dalam menangkap makna yang sebenarnya, terutama karena variasi aksen dari berbagai negara.Penguasaan topik sangat penting dan harus didukung dengan persiapan matang, termasuk mempelajari materi, memperkaya kosa kata, serta berdiskusi singkat dengan pembicara sebelum kegiatan interpretasi.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan pelatihan khusus dalam mendengarkan berbagai aksen bahasa Inggris non-natif dapat meningkatkan akurasi interpretasi oleh penerjemah Indonesia, terutama dalam konteks pertemuan internasional yang melibatkan peserta dari Asia Tenggara dan Afrika. Kedua, layak dikaji efektivitas penggunaan teknologi pencatat otomatis berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan sistem interpretasi konsekutif, untuk membantu penerjemah mengatasi keterbatasan memori jangka pendek saat menghadapi pidato panjang tanpa jeda. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi model persiapan penerjemah yang melibatkan simulasi diskusi topik dengan pembicara sebelum acara, guna mengukur sejauh mana pemahaman kontekstual dan penguasaan istilah teknis dapat mengurangi kesalahan interpretasi dalam tema-tema seperti hukum, kesehatan, atau teknologi.

  1. LANGUAGE INTERPRETATION CHALLENGES FOR EFL STUDENTS | Omolu | Premise: Journal of English Education and... doi.org/10.24127/pj.v11i3.5071LANGUAGE INTERPRETATION CHALLENGES FOR EFL STUDENTS Omolu Premise Journal of English Education and doi 10 24127 pj v11i3 5071
  2. ERRORS IN CONSECUTIVE INTERPRETING: A CASE OF JESSICA KUMALAWONGSO’S COURT | Malau | Language Literacy:... doi.org/10.30743/ll.v5i1.2611ERRORS IN CONSECUTIVE INTERPRETING A CASE OF JESSICA KUMALAWONGSOAoS COURT Malau Language Literacy doi 10 30743 ll v5i1 2611
  3. Sound Problems in Interpreting: a Comparative Study of Undergraduate Program at Sebelas Maret State University... doi.org/10.22146/jh.17897Sound Problems in Interpreting a Comparative Study of Undergraduate Program at Sebelas Maret State University doi 10 22146 jh 17897
  4. The effect of previous preparation in simultaneous interpreting: Preliminary results in: Across Languages... doi.org/10.1556/Acr.12.2011.2.3The effect of previous preparation in simultaneous interpreting Preliminary results in Across Languages doi 10 1556 Acr 12 2011 2 3
Read online
File size661.94 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test