STIK SAMSTIK SAM

Prosiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan SamarindaProsiding Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

SARS‑CoV‑2, virus penyebab penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID‑19), merupakan penyakit baru yang belum pernah teridentifikasi pada manusia. Orang yang paling berisiko menular adalah mereka yang berada dalam kontak erat dengan pasien COVID‑19, termasuk tenaga kesehatan. Penting bagi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) menyadari kebutuhan pengetahuan dalam pencegahan COVID‑19 sebagai langkah awal mengurangi penyebaran di rumah, lingkungan, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat pengetahuan TTK dalam pencegahan COVID‑19 di Kota Samarinda. Metode penelitian non‑eksperimental kuantitatif dengan sampel purposive sebanyak 207 responden. Analisis statistik meliputi deskriptif dan inferensial (Mann‑Whitney U dan Kruskal‑Wallis). Hasil menunjukkan bahwa mayoritas TTK memiliki tingkat pengetahuan sangat baik (49,28%) atau baik (50,72%). Karakteristik yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan antara lain usia, tempat kerja, jenis pekerjaan, lama bekerja, penghasilan, dan partisipasi seminar tentang COVID‑19. Sementara jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan.

Tingkat pengetahuan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam pencegahan COVID‑19 di Kota Samarinda secara umum berada pada kategori sangat baik, dengan mayoritas responden memperoleh nilai di atas rata‑rata.Faktor-faktor seperti usia, tempat kerja, jenis pekerjaan, lama bekerja, penghasilan, dan keikutsertaan seminar berpengaruh positif terhadap tingkat pengetahuan, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh.Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dapat didukung melalui program pelatihan dan seminar rutin bagi tenaga teknis kefarmasian.

Sebuah studi longitudinal dapat diusulkan untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan TTK seiring berjalannya waktu dan dampaknya terhadap praktik pencegahan di lapangan, serta menilai efektivitas intervensi pelatihan berbasis teknologi. Penelitian tambahan dapat fokus pada perbandingan antara TTK di fasilitas kesehatan primer dan sekunder untuk mengidentifikasi perbedaan kebutuhan pelatihan, serta bagaimana struktur organisasi mempengaruhi akses ke informasi. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dieksplorasi untuk memahami hambatan subjektif yang dialami TTK dalam menerapkan pengetahuan pencegahan COVID‑19, guna merancang kebijakan pengembangan kapasitas yang lebih responsif dan kontekstual.

Read online
File size63.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test