UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Banyak orang dengan gangguan jiwa berat (PWMI) telah kehilangan kemampuan aktivitas harian dasar dan instrumental (ADL) meskipun telah menyelesaikan proses rehabilitasi di rumah sakit, hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi keterampilan yang optimal dalam rehabilitasi sosial vokasional di rumah sakit yang memiliki dampak signifikan dalam mengembalikan ADL instrumental PWMI dan mampu mengembalikan kemandirian ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberhasilan pelatihan keterampilan bagi tenaga rehabilitasi dalam rangka mengembalikan kemandirian ADL instrumental PWMI. Metode penelitian dilakukan dengan desain kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di ruang rehabilitasi Rumah Sakit Menur Mental pada bulan Juli - Agustus 2024. Populasi penelitian adalah tenaga rehabilitasi di bengkel vokasional. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang berisi indikator keberhasilan pelatihan sesuai dengan materi yang diberikan, yaitu tentang hidroponik. Analisis dilakukan menggunakan uji T berpasangan. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil dalam meningkatkan kemampuan tenaga rehabilitasi terkait ecoprint batik dan hidroponik dimana hasil analisis uji T berpasangan menunjukkan p (0,000) < α (0,05). Rata-rata peningkatan skor sebelum dan setelah pelatihan adalah 26 poin dengan standar deviasi 20,7. Penting untuk melakukan evaluasi, pemantauan, dan penyegaran keterampilan tenaga rehabilitasi secara berkala untuk memastikan bahwa hasil bengkel vokasional di Rumah Sakit Menur Mental selalu optimal dari hasil pelatihan hidroponik sehingga diharapkan pengetahuan yang diberikan oleh tenaga rehabilitasi selalu terjaga dan memiliki hasil maksimal, yaitu penciptaan kemandirian ADL instrumental bagi PWMI dan penciptaan kemandirian ekonomi yang berdampak pada penurunan tingkat kambuh.

Hasil analisis efektivitas yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa kegiatan pelatihan hidroponik sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga rehabilitasi dan pasien PWMI di Rumah Sakit Menur Surabaya.Hasil evaluasi struktur pada setiap tahap pelaksanaan kegiatan berjalan cukup baik.Hasil evaluasi proses pada semua tahap juga berjalan cukup optimal dimana tingkat partisipasi peserta> 80% dan peserta juga sangat aktif dalam kegiatan.Mengenai evaluasi hasil, menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan terkait dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.Namun, meskipun semua evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan hasil yang baik, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap hasil pelatihan bagi pasien PWMI di ruang rehabilitasi sehingga pelaksanaan rehabilitasi vokasional bagi pasien berjalan optimal yang akan berdampak pada peningkatan ADL instrumental PWMI saat kembali ke masyarakat dan menjadi produktif di sisi ekonomi dan dapat diterima kembali dalam tatanan sosial masyarakat sehingga akan mengurangi peluang kambuh.

Berdasarkan penelitian ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pelatihan hidroponik terhadap kemandirian ADL instrumental PWMI. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan mengurangi tingkat kambuh. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi hidroponik sebagai terapi alternatif bagi pasien dengan gangguan jiwa. Studi ini dapat menyelidiki efek positif dari kegiatan berkebun terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan pasien. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model rehabilitasi sosial vokasional yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga mempertimbangkan aspek-aspek sosial dan psikologis dalam proses rehabilitasi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pasien dengan gangguan jiwa.

  1. Determinant Analysis of People with Mental Disorders (ODGJ) Re-hospitalization at Lampung Province Mental... doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1560Determinant Analysis of People with Mental Disorders ODGJ Re hospitalization at Lampung Province Mental doi 10 25311 keskom vol10 iss1 1560
  2. SOSIALISASI BUDIDAYA SISTEM TANAM HIDROPONIK DAN VELTIKULTUR | Fazri Siregar | IHSAN : JURNAL PENGABDIAN... doi.org/10.30596/ihsan.v3i1.6826SOSIALISASI BUDIDAYA SISTEM TANAM HIDROPONIK DAN VELTIKULTUR Fazri Siregar IHSAN JURNAL PENGABDIAN doi 10 30596 ihsan v3i1 6826
  3. TERAPI AKTIVITAS BERBASIS AQUAPONIK PADA ODGJ DESA PARINGAN PONOROGO UNTUK MEWUJUDKAN KESEHATAN JIWA... etdci.org/journal/patikala/article/view/104TERAPI AKTIVITAS BERBASIS AQUAPONIK PADA ODGJ DESA PARINGAN PONOROGO UNTUK MEWUJUDKAN KESEHATAN JIWA etdci journal patikala article view 104
  4. Pelatihan Petugas Rehabilitasi dalam Upaya Peningkatan Kemandirian ADL Instrumental ODGJ untuk Hidup... doi.org/10.53690/ipm.v5i01.330Pelatihan Petugas Rehabilitasi dalam Upaya Peningkatan Kemandirian ADL Instrumental ODGJ untuk Hidup doi 10 53690 ipm v5i01 330
Read online
File size168.35 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test