APPERTANIAPPERTANI

Jurnal Ilmu Ternak dan VeterinerJurnal Ilmu Ternak dan Veteriner

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon fisiologi kambing Saanen betina berusia 9 hingga 12 bulan dengan berat badan 23.54±1.15 kg, ditempatkan secara acak pada kandang kayu tradisional (T0) dan kandang aluminium besi galvanis (T1). Setelah masa adaptasi selama 14 hari, variabel termoregulator seperti suhu rektal (RT), detak jantung (HR) dan laju pernapasan (RR) diukur setiap minggu selama 90 hari. Kadar kortisol serum juga diukur pada minggu ke-0, ke-4, ke-8 dan ke-12. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua sistem kandang mungkin menyebabkan stres pada hewan, namun T1 memberikan kondisi pembuangan panas yang lebih baik dan memiliki biaya pemeliharaan yang lebih rendah. Dengan demikian, T1 menjadi alternatif yang lebih sesuai daripada T0 di iklim tropis, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan kambing Saanen.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua sistem kandang mungkin menyebabkan stres pada hewan, namun kandang aluminium besi galvanis (T1) memberikan kondisi pembuangan panas yang lebih baik dan memiliki biaya pemeliharaan yang lebih rendah.Oleh karena itu, T1 menjadi alternatif yang lebih sesuai dibandingkan kandang kayu tradisional (T0) di iklim tropis, yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan kambing Saanen.Hasil ini mengindikasikan perlunya desain kandang yang lebih baik untuk mengurangi stres termal pada kambing Saanen di iklim tropis.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh berbagai jenis material atap pada suhu mikro di dalam kandang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti reflektansi dan kemampuan isolasi termal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang dari sistem kandang yang berbeda terhadap kinerja reproduksi dan produksi susu kambing Saanen, termasuk analisis hormonal dan metabolisme yang lebih mendalam. Ketiga, penting untuk mengembangkan model prediktif yang dapat memprediksi respons fisiologis kambing terhadap kombinasi faktor lingkungan, seperti suhu, kelembapan, dan radiasi matahari, untuk membantu peternak dalam mengoptimalkan desain kandang dan manajemen lingkungan.

  1. Physiological, biochemical and endocrine responses of goat kids maintained on two different floor types... doi.org/10.56093/ijans.v87i2.67755Physiological biochemical and endocrine responses of goat kids maintained on two different floor types doi 10 56093 ijans v87i2 67755
Read online
File size350.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test