APPERTANIAPPERTANI
Jurnal Ilmu Ternak dan VeterinerJurnal Ilmu Ternak dan VeterinerTujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan mengidentifikasi suplemen pakan terbaik untuk domba kerdil Afrika selama musim hujan. Untuk itu, dua jenis suplemen pakan (batu jilat multi-nutrisi dan pakan konsentrat) dibuat berdasarkan bahan pakan lokal. Empat perlakuan diet ditetapkan, dan masing-masing diuji pada sekelompok 6 domba yang ditempatkan di kandang individu. Kelompok pertama tidak diberi suplemen, kelompok kedua diberi suplemen pakan konsentrat, kelompok ketiga diberi suplemen pakan konsentrat dan batu jilat, dan kelompok terakhir diberi suplemen batu jilat saja. Hewan-hewan tersebut berada di padang rumput alami selama 5,30 jam setiap hari. Percobaan ini dilakukan selama 84 hari. Asupan pakan dicatat setiap hari dan berat badan diukur setiap dua minggu. Asupan pakan, rasio konversi pakan, pertambahan bobot badan harian rata-rata, biaya pakan, dan efisiensi pakan ekonomis dihitung. Domba-domba tersebut memakan pakan konsentrat dalam jumlah yang lebih besar daripada batu jilat. Performa pertumbuhan domba yang disuplementasi dengan konsentrat (5,51 kg) lebih baik daripada domba yang tidak disuplementasi (3,52 kg); domba yang disuplementasi dengan batu jilatan memiliki rasio konversi pakan terbaik dan keuntungan ekonomis terbaik (28,49 unit uang yang diperoleh dari 1 unit yang diinvestasikan dalam pakan). Batu jilat yang terbuat dari bahan pakan lokal lebih cocok daripada pakan konsentrat untuk domba kerdil Afrika selama musim hujan. Tidak menarik untuk menggabungkan pakan konsentrat dan batu jilat sebagai suplemen pakan untuk domba kerdil Afrika di musim hujan.
Penelitian ini membuktikan bahwa batu jilat multi-nutrisi yang dibuat dari bahan pakan lokal dapat meningkatkan asupan pakan pada domba kerdil Afrika.Batu jilat menunjukkan konversi pakan yang lebih baik dibandingkan dengan pakan konsentrat.Meskipun pakan konsentrat meningkatkan pertumbuhan domba, batu jilat memberikan keuntungan ekonomis yang lebih baik, sehingga menjadi pilihan yang lebih tepat untuk peternak domba kerdil Afrika selama musim hujan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis bahan pakan lokal yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas nutrisi batu jilat, dengan mempertimbangkan ketersediaan dan biaya bahan baku. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai formulasi batu jilat dengan tingkat nutrisi yang berbeda terhadap kinerja reproduksi domba kerdil Afrika. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian suplemen batu jilat terhadap kualitas daging dan kesehatan domba kerdil Afrika, termasuk analisis kandungan lemak, protein, dan mikrobiota usus. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan peternakan domba kerdil Afrika.
- Feedstuffs and Feed Supplements Used for Ruminants in Benin | Farm Animal Health and Nutrition. feedstuffs... doi.org/10.58803/fahn.v2i3.20Feedstuffs and Feed Supplements Used for Ruminants in Benin Farm Animal Health and Nutrition feedstuffs doi 10 58803 fahn v2i3 20
- Values of Cassava Tuber Peels Produced in the Farms and Home-Scale Snack Food Industries as Feed Based... doi.org/10.31186/jspi.id.17.2.75-81Values of Cassava Tuber Peels Produced in the Farms and Home Scale Snack Food Industries as Feed Based doi 10 31186 jspi 17 2 75 81
| File size | 376.33 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan C (pakan atraktan tepung udang rebon) memberikan respon terbaik dalam hal jumlah konsumsi pakan (73,50%)Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan C (pakan atraktan tepung udang rebon) memberikan respon terbaik dalam hal jumlah konsumsi pakan (73,50%)
UMRAHUMRAH Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit dengan dosis 15 g/kg pakan merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ikanPenelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit dengan dosis 15 g/kg pakan merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ikan
UMGUMG Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian perasan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh terhadapPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian perasan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan dosis yang berbeda pada pakan memberikan pengaruh terhadap
UNIDAUNIDA Efisiensi fermentasi mencapai puncaknya pada jam ke-4 dan ke-8 inkubasi, menunjukkan bahwa nano-zeolit yang dikombinasikan dengan urea mendukung fermentasiEfisiensi fermentasi mencapai puncaknya pada jam ke-4 dan ke-8 inkubasi, menunjukkan bahwa nano-zeolit yang dikombinasikan dengan urea mendukung fermentasi
UNIDAUNIDA 46 cm dan bobot 0. 45 g. Pertumbuhan tertinggi diperoleh di perlakuan C dengan interval waktu aplikasi 15 hari dengan nilai pertumbuhan panjang pada awal46 cm dan bobot 0. 45 g. Pertumbuhan tertinggi diperoleh di perlakuan C dengan interval waktu aplikasi 15 hari dengan nilai pertumbuhan panjang pada awal
UNIMALUNIMAL Parameter yang diamati adalah parameter pada laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, histologi insang dan efisiensi pakan serta parameter kualitas air (suhuParameter yang diamati adalah parameter pada laju pertumbuhan, kelangsungan hidup, histologi insang dan efisiensi pakan serta parameter kualitas air (suhu
UnmulUnmul Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun beluntas terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan berpengaruh nyata (p>0,05%), namunHasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun beluntas terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan berpengaruh nyata (p>0,05%), namun
SMUJOSMUJO Berbagai tingkat dedak beras fermentasi dalam diet, yaitu A1 (10%), A2 (20%), A3 (30%), A4 (40%), dan A5 (10% dedak beras non-fermentasi), serta A6 (10%Berbagai tingkat dedak beras fermentasi dalam diet, yaitu A1 (10%), A2 (20%), A3 (30%), A4 (40%), dan A5 (10% dedak beras non-fermentasi), serta A6 (10%
Useful /
UMKUMK Studi ini meneliti 278 responden yang mengunjungi taman kota dan situs wisata outdoor di Yogyakarta dan sekitarnya. Menggunakan pendekatan kuantitatifStudi ini meneliti 278 responden yang mengunjungi taman kota dan situs wisata outdoor di Yogyakarta dan sekitarnya. Menggunakan pendekatan kuantitatif
LITERASISAINSLITERASISAINS Program ini membuktikan bahwa pendekatan kolektif mampu meningkatkan daya saing, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan lingkungan dalam sistem agribisnisProgram ini membuktikan bahwa pendekatan kolektif mampu meningkatkan daya saing, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan lingkungan dalam sistem agribisnis
APPERTANIAPPERTANI Penelitian ini memeriksa polimorfisme gen CSN1S1 menggunakan metode direct sequencing pada kambing lokal Peranakan Etawah (PE), eksotis Saanen, dan persilanganPenelitian ini memeriksa polimorfisme gen CSN1S1 menggunakan metode direct sequencing pada kambing lokal Peranakan Etawah (PE), eksotis Saanen, dan persilangan
APPERTANIAPPERTANI Quantitative CD44 and β-Actin expression measurements were obtained by comparing the percentage of their respective peak plots. Analysis showed that CD44Quantitative CD44 and β-Actin expression measurements were obtained by comparing the percentage of their respective peak plots. Analysis showed that CD44