SMUJOSMUJO
Nusantara BioscienceNusantara BioscienceTujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan tingkat optimum dari dedak beras fermentasi dalam diet yang bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas enzim pencernaan, pertumbuhan, dan efisiensi pakan untuk jelawat (Leptobarbus hoevenii Bleeker). Berbagai tingkat dedak beras fermentasi dalam diet, yaitu A1 (10%), A2 (20%), A3 (30%), A4 (40%), dan A5 (10% dedak beras non-fermentasi), serta A6 (10% diet komersial) dirancang sebagai perlakuan selama penelitian. Diet eksperimental dengan protein yang sama (isonitrogenous) dan energi (isokalori) diberikan kepada benih jelawat dengan rata-rata 32,57±0,15 g per ikan. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas amilase meningkat secara signifikan dengan peningkatan tingkat dedak beras fermentasi dalam diet dan berbeda secara signifikan di antara perlakuan (P<0,05). Kandungan protein dan lemak tubuh serta laju pertumbuhannya, dan efisiensi pakan juga berbeda secara signifikan di antara perlakuan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah hingga 30% dedak beras fermentasi dalam diet adalah yang terbaik untuk jelawat dengan tingkat optimum 25,66-26,78% untuk kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan jelawat.
Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dedak beras fermentasi dalam diet menghasilkan aktivitas amilase.kandungan protein dan lemak tubuh serta retensinya.laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan yang lebih baik daripada dedak beras non-fermentasi.Tingkat optimum dedak beras fermentasi untuk mendukung kinerja pertumbuhan dan efisiensi pakan maksimum pada jelawat berkisar antara 25,66% hingga 26,78% dari formulasi diet total yang ditemukan selama penelitian.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang penggunaan dedak beras fermentasi sebagai sumber karbohidrat dalam diet ikan. Penelitian ini dapat berfokus pada efek dari berbagai tingkat fermentasi dedak beras terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami mekanisme di balik peningkatan aktivitas enzim pencernaan dan kinerja pertumbuhan yang lebih baik pada ikan yang diberi makan dengan dedak beras fermentasi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan diet yang lebih optimal untuk ikan jelawat dan spesies lainnya.
| File size | 534.45 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
INABJINABJ Analisis statistik mencakup analisis ROC untuk menentukan titik potong optimal, regresi logistik untuk menilai faktor risiko, dan analisis korelasi untukAnalisis statistik mencakup analisis ROC untuk menentukan titik potong optimal, regresi logistik untuk menilai faktor risiko, dan analisis korelasi untuk
INABJINABJ Studi toksisitas akut dilakukan dengan dosis 300, 2000, dan 5000 mg/kg BB. Hasil: EAF menunjukkan penghambatan IL‑6 paling signifikan in vitro. PadaStudi toksisitas akut dilakukan dengan dosis 300, 2000, dan 5000 mg/kg BB. Hasil: EAF menunjukkan penghambatan IL‑6 paling signifikan in vitro. Pada
POLITANI KOEPOLITANI KOE Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang Studi Hubungan Morfometrik Kerang darah (Anadara granosa) Yang Dibudidayakan di Daerah SedimentasiBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang Studi Hubungan Morfometrik Kerang darah (Anadara granosa) Yang Dibudidayakan di Daerah Sedimentasi
POLITANI KOEPOLITANI KOE Substrat pasir berlumpur memberikan pertumbuhan yang paling optimal dari keempat tipe substrat yang telah digunakan yaitu 16,33 gram. Pemberian substratSubstrat pasir berlumpur memberikan pertumbuhan yang paling optimal dari keempat tipe substrat yang telah digunakan yaitu 16,33 gram. Pemberian substrat
POLITANI KOEPOLITANI KOE Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel kondisi lingkungan di ekosistem mangrove pada pesisir Kota Kupang. Penelitian ini dilakukanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel kondisi lingkungan di ekosistem mangrove pada pesisir Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan
POLITANI KOEPOLITANI KOE Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan ekstrak karagenan dan nutrisi rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil budidaya di perairan Semau KabupatenPenelitian ini bertujuan mengetahui kandungan ekstrak karagenan dan nutrisi rumput laut Kappaphycus alvarezii hasil budidaya di perairan Semau Kabupaten
POLITANI KOEPOLITANI KOE Penelitian dilakukan dengan metode survey, dan observasi dengan mengikuti secara langsung alur proses penanganan udang segar mulai dari tahap awal penerimaanPenelitian dilakukan dengan metode survey, dan observasi dengan mengikuti secara langsung alur proses penanganan udang segar mulai dari tahap awal penerimaan
UBP KARAWANGUBP KARAWANG Demam merupakan suatu keadaan dimana terjadi kenaikan suhu di atas normal. Pengobatan demam biasanya menggunakan obat-obatan sintesis yang memungkinkanDemam merupakan suatu keadaan dimana terjadi kenaikan suhu di atas normal. Pengobatan demam biasanya menggunakan obat-obatan sintesis yang memungkinkan
Useful /
UNISTIUNISTI Adapun saran agar motivasi kerja ditingkatkan lebih baik lagi karena akan berdampak pada peningkatan kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang,Adapun saran agar motivasi kerja ditingkatkan lebih baik lagi karena akan berdampak pada peningkatan kinerja tenaga kependidikan di SMA Negeri 18 Palembang,
UMPWRUMPWR Penelitian ini hanya sebatas pengembangan media dan tidak dilakukan uji kepraktisan dan keefektifan. Dalam penelitian ini, data validitas diperoleh dariPenelitian ini hanya sebatas pengembangan media dan tidak dilakukan uji kepraktisan dan keefektifan. Dalam penelitian ini, data validitas diperoleh dari
UMPWRUMPWR Strategi pembelajaran berbasis STEM yang dirancang untuk mengakomodasi ragam gaya belajar dan tingkat pengetahuan awal diusulkan sebagai solusi untuk mereduksiStrategi pembelajaran berbasis STEM yang dirancang untuk mengakomodasi ragam gaya belajar dan tingkat pengetahuan awal diusulkan sebagai solusi untuk mereduksi
SMUJOSMUJO Mereka diberi dosis toksik parasetamol, kurkumin, dan ekstrak A. paniculata dalam dosis berbeda. Jaringan hati diuji menggunakan metode Wills. Data dianalisisMereka diberi dosis toksik parasetamol, kurkumin, dan ekstrak A. paniculata dalam dosis berbeda. Jaringan hati diuji menggunakan metode Wills. Data dianalisis