UNUSIDAUNUSIDA
Journal of Computer Science and Visual Communication DesignJournal of Computer Science and Visual Communication DesignLambang Keraton Yogyakarta dalam ranah ilmu desain komunikasi visual merupakan bentuk karya identitas visual logo untuk merepresentasikan hal ideal dari entitas institusi yang mencerminkan citra budaya, cara pandang, dan tujuan tertentu, di dalamnya sarat dengan muatan tanda dan serangkaian makna. Tujuan penelitian adalah untuk menggali makna dan pola visual yang terdapat pada lambang keraton Yogyakarta dalam penelitian ini menggunakan pendekatan ikonografi dan ikonologi yang menitikberatkan pada telaah makna dalam elemen visual dari objek visual lambang keraton Yogyakarta, diuraikan dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil kajian menemukan konsep budaya Jawa yang khas pada aspek makna visualnya. Konsep Manunggaling Kawula Gusti dimaknai sebagai kesatuan, semangat kebangsaan, yaitu Loro-loroning Atunggal yang kemudian diwujudkan dalam dua perlambang, yaitu Praja Cihna Cihnaning Nagari dan Praja Cihna Cihnaning Salira Pribadi. Elemen visual di dalamnya memperlihatkan pengaruh budaya Jawa klasik (masa Hindhu dan Budha), konsep estetika Eropa era kolonial yang diselaraskan dengan nilai-nilai Islam, dimana dalam upaya menunjukkan jati dirinya yang khas, telah mengalami perubahan ke dalam unsur ikonografi khas Jawa, menggambarkan konsep nasionalisme, selain sebagai bentuk aktualisasi pribadi, tetapi lebih jauh untuk menunjukkan jati diri sebagai bangsa.
Logo lembaga atau institusi mencerminkan ideologi yang berlaku pada suatu periode tertentu.Penelitian mengenai pola visual dalam lambang Praja Cihna menggunakan pendekatan ikonografis dan ikonologis, dengan fokus pada interpretasi makna dalam elemen visual secara menyeluruh.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa lambang keraton Yogyakarta mencakup nilai-nilai filosofi dan konsep budaya khas Jawa dalam interpretasi visualnya.Lambang Praja Cihna adalah manifestasi dari konsep Manunggaling Kawula Gusti, yang kemudian diinterpretasikan sebagai kesatuan dan semangat kebangsaan, yaitu Loro-loroning Atunggal, Curiga Manjing Warangka.Lambang Praja Cihna menggambarkan simbol-simbol visual yang mencerminkan adanya akulturasi unsur budaya luar, termasuk pengaruh budaya Jawa klasik (era Hindu dan Buddha) dan pengaruh kuat dari konsep estetika Eropa pada masa kolonial, yang diselaraskan dengan nilai-nilai Islam.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis evolusi visual lambang keraton Yogyakarta dari masa ke masa, dengan fokus pada pengaruh perubahan sosial, politik, dan budaya terhadap desain lambang. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana lambang keraton berfungsi sebagai representasi identitas dan nilai-nilai yang berubah seiring waktu. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi persepsi masyarakat modern terhadap lambang keraton Yogyakarta, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif, untuk memahami bagaimana generasi muda menginterpretasikan makna dan relevansi lambang keraton dalam konteks kehidupan mereka. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan lambang keraton Yogyakarta dengan lambang-lambang kerajaan atau istana lainnya di Indonesia maupun di dunia. Perbandingan ini dapat memberikan wawasan tentang kesamaan dan perbedaan dalam penggunaan simbol-simbol kekuasaan dan identitas budaya di berbagai konteks geografis dan historis. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang peran dan makna lambang keraton Yogyakarta sebagai representasi identitas budaya, kekuasaan, dan sejarah, serta bagaimana lambang ini dapat terus relevan dan bermakna bagi masyarakat di masa depan. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan desain visual yang lebih bermakna dan kontekstual, dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya.
| File size | 968.79 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUHUNISMUH Proses difusi didukung oleh komunikasi antar pribadi dan media digital, meningkatkan kesadaran publik. Namun, adopsi belum mencapai implementasi penuh,Proses difusi didukung oleh komunikasi antar pribadi dan media digital, meningkatkan kesadaran publik. Namun, adopsi belum mencapai implementasi penuh,
PPSDPPPSDP Model Round Table menciptakan suasana kelas yang partisipatif dan adil, di mana setiap kontribusi siswa dihargai, sehingga meningkatkan kepercayaan diriModel Round Table menciptakan suasana kelas yang partisipatif dan adil, di mana setiap kontribusi siswa dihargai, sehingga meningkatkan kepercayaan diri
UNUSIDAUNUSIDA Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga titik signage di terminal keberangkatan yang belum memenuhi standar dalam segi ukuran, warna,Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga titik signage di terminal keberangkatan yang belum memenuhi standar dalam segi ukuran, warna,
UINSUNAUINSUNA Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumen, yang kemudian dianalisisPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumen, yang kemudian dianalisis
UNUSIDAUNUSIDA Penggunaan media digital dan visualisasi yang menarik akan meningkatkan minat pembaca serta pemahaman yang lebih mudah diterima. Penggunaan media komikPenggunaan media digital dan visualisasi yang menarik akan meningkatkan minat pembaca serta pemahaman yang lebih mudah diterima. Penggunaan media komik
UNUSIDAUNUSIDA Penerapan teknologi augmented reality dalam bidang pendidikan memberikan sebuah inovasi dalam membuat suatu media pembelajaran, khususnya pada mata pelajaranPenerapan teknologi augmented reality dalam bidang pendidikan memberikan sebuah inovasi dalam membuat suatu media pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran
UNUSIDAUNUSIDA Maskot merupakan sebuah karakter atau wujud yang bisa terbentuk dari manusia, hewan, atau objek yang dijadikan sebagai figur yang dianggap bisa menggambarkanMaskot merupakan sebuah karakter atau wujud yang bisa terbentuk dari manusia, hewan, atau objek yang dijadikan sebagai figur yang dianggap bisa menggambarkan
UGMUGM Studi ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus pada pelaksanaan program Upsus Pajale di Kabupaten Sleman pada tahun 2015-2017.Studi ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus pada pelaksanaan program Upsus Pajale di Kabupaten Sleman pada tahun 2015-2017.
Useful /
UINSUNAUINSUNA Data analisis membuktikan bahwa penerapan metode blended learning dan Kurikulum Merdeka berbasis proyek sosial mampu mentransformasi nilai-nilai abstrakData analisis membuktikan bahwa penerapan metode blended learning dan Kurikulum Merdeka berbasis proyek sosial mampu mentransformasi nilai-nilai abstrak
UNUSIDAUNUSIDA Penelitian ini mengusulkan algoritma caching adaptif yang mengintegrasikan konteks semantik dan profil waktu akses untuk meningkatkan kinerja sistem. PendekatanPenelitian ini mengusulkan algoritma caching adaptif yang mengintegrasikan konteks semantik dan profil waktu akses untuk meningkatkan kinerja sistem. Pendekatan
UNUSIDAUNUSIDA apk merupakan sebuah ancaman keamanan serius bagi pengguna perangkat android. Analisis Qu1cksc0pe memberikan wawasan tentang karakteristik dan sifat aplikasi,apk merupakan sebuah ancaman keamanan serius bagi pengguna perangkat android. Analisis Qu1cksc0pe memberikan wawasan tentang karakteristik dan sifat aplikasi,
UINSUNAUINSUNA Penelitian ini mengidentifikasi adanya siklus erosi demokrasi di Kota Medan yang ditandai oleh rendahnya partisipasi pemilih dan pergeseran peran strategisPenelitian ini mengidentifikasi adanya siklus erosi demokrasi di Kota Medan yang ditandai oleh rendahnya partisipasi pemilih dan pergeseran peran strategis