AMIKOMAMIKOM

JOAEN: JOURNAL OF ACADEMIC AND ENTREPRENEURJOAEN: JOURNAL OF ACADEMIC AND ENTREPRENEUR

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh self-leadership dan literasi digital terhadap kinerja pekerjaan, dengan kemampuan inovasi sebagai variabel perantara di antara pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kebumen. Populasi penelitian ini mencakup seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Kebumen. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, menghasilkan 98 responden. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner. Analisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis, uji Sobel, dan analisis jalur. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS for Windows versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) self-leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan inovasi; (2) literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan inovasi; (3) self-leadership mempengaruhi kinerja pekerjaan; (4) literasi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan inovasi; dan (5) kemampuan inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerjaan.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa.Self-leadership memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan inovasi, menunjukkan bahwa self-leadership yang dipraktikkan oleh pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan inovasi mereka.Literasi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan inovasi.Hal ini berarti bahwa literasi digital yang dimiliki oleh pelaku UMKM dapat meningkatkan kemampuan inovasi mereka.Self-leadership tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pekerjaan.Temuan ini menunjukkan bahwa self-leadership yang dimiliki oleh pelaku UMKM belum dapat meningkatkan kinerja pekerjaan.Literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pekerjaan, menunjukkan bahwa literasi digital yang dimiliki oleh pelaku UMKM mampu meningkatkan kinerja pekerjaan.Kemampuan inovasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pekerjaan, yang berarti bahwa kemampuan inovasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pekerjaan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pelaku UMKM mengoptimalkan self-leadership secara khusus untuk inovasi, seperti menetapkan target bulanan untuk pengembangan produk baru, mendokumentasikan proses trial-and-error, dan memberikan diri sendiri penghargaan saat berhasil menerapkan ide inovatif. Mereka juga disarankan untuk fokus pada penciptaan nilai tambah melalui inovasi produk dan proses, bukan hanya mengandalkan self-leadership untuk kinerja operasional sehari-hari seperti penjualan rutin atau pengelolaan persediaan. Selain itu, pelaku UMKM perlu meningkatkan literasi digital dengan cara mengikuti program pelatihan pasar (misalnya Tokopedia Seller Academy, Shopee University), mempelajari pemasaran digital (misalnya Instagram Ads, TikTok Shop), mengadopsi alat keuangan digital (misalnya Jurnal.id, Moka POS), dan memanfaatkan Google My Business untuk meningkatkan visibilitas lokal. Setiap peningkatan literasi digital sebesar 10% memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan dan inovasi secara bersamaan. Inovasi juga dapat diaktifkan secara sistematis melalui ideasi mingguan (brainstorming tiga ide produk/proses baru), prototyping cepat (menguji ide dengan modal kurang dari Rp 500.000), loop umpan balik (wawancara lima pelanggan per minggu), dan dokumentasi inovasi (jurnal inovasi). Kemampuan inovasi adalah jembatan emas yang mengubah keterampilan pribadi menjadi kinerja bisnis nyata, di mana setiap ide yang berhasil diterapkan dapat meningkatkan efisiensi sebesar 20-30%. Dalam konteks UMKM, kemampuan digital lebih penting daripada self-leadership untuk hasil operasional. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu fokus pada peningkatan kinerja pekerjaan melalui digitalisasi operasional dengan mencapai ≥ 50% pendapatan digital dalam enam bulan, mengelola persediaan secara real-time melalui aplikasi, menerapkan layanan pelanggan otomatis (chatbot WhatsApp), dan melakukan analisis data penjualan mingguan untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat. Sasaran realistis adalah peningkatan pendapatan sebesar 30% dalam tiga bulan setelah digitalisasi.

  1. Job demands, perceptions of effort‐reward fairness and innovative work behaviour - Janssen... bpspsychub.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1348/096317900167038Job demands perceptions of effortyAAAareward fairness and innovative work behaviour Janssen bpspsychub onlinelibrary wiley doi 10 1348 096317900167038
  2. Optimal Structuring of Investments in Electricity Generation Projects in Colombia with Non-Conventional... doi.org/10.3390/su142215123Optimal Structuring of Investments in Electricity Generation Projects in Colombia with Non Conventional doi 10 3390 su142215123
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.87.1.66APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 87 1 66
Read online
File size492.22 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test