UGMUGM
PCD JournalPCD JournalCarool Kerstens book, an Indonesian-language translation of Islam in Indonesia: The Contest for Society, Ideas, and Values (2015), examines the contestations of discourses and actors during Indonesias Reform Era within the relationship of the state and religion (Islam). This book comprehensively explains how two (reactionary) groups—progressive Muslims and conservative Muslims—have continued their predecessors struggles. It focuses specifically on the first group, as well as the diverse sub-discourses included therein.
Kerstens study underscores the conclusion reached by several political scientists.the discursive and ideological contestations in Indonesia, particularly as related to the relationship between religion and the state, are not only occurring between secular nationalists and Islamic nationalists, but also among Muslims.This has occurred because Indonesian Islam is not a uniform or monolithic entity, but multi-vocal, particularly in its social and political articulation.Kersten also clearly presents diverse discourses and actors.He not only identifies the various institutions involved in the discursive contestations he explores, but also provides biographies of important figures.
Berdasarkan paper ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang menarik dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana media sosial dan platform digital lainnya telah memengaruhi dinamika dan penyebaran wacana Islam di Indonesia, terutama dalam konteks polarisasi dan disinformasi. Hal ini penting untuk memahami bagaimana kelompok-kelompok Islam menggunakan media sosial untuk mempromosikan agenda mereka dan bagaimana hal ini memengaruhi opini publik. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan perspektif individu yang terlibat dalam gerakan Islam progresif dan konservatif, dengan fokus pada motivasi, nilai-nilai, dan strategi mereka. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih nuanced tentang kompleksitas identitas dan afiliasi keagamaan di Indonesia. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan dinamika wacana Islam di Indonesia dengan negara-negara Muslim lainnya di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Filipina. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi tren umum dan perbedaan regional dalam perkembangan Islam kontemporer.
| File size | 137.82 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UntikaUntika Penguatan mekanisme pengawasan etik, koordinasi yang jelas, dan kepastian pertanggungjawaban etik menjadi kunci agar Perpol ini dapat dijalankan tanpaPenguatan mekanisme pengawasan etik, koordinasi yang jelas, dan kepastian pertanggungjawaban etik menjadi kunci agar Perpol ini dapat dijalankan tanpa
ATMALUHURATMALUHUR Analisis wordcloud menyoroti aspek-aspek yang dihargai pengguna seperti grafis, cerita, dan gameplay, sementara sentimen negatif sering terkait denganAnalisis wordcloud menyoroti aspek-aspek yang dihargai pengguna seperti grafis, cerita, dan gameplay, sementara sentimen negatif sering terkait dengan
ATMALUHURATMALUHUR This study aims to assess public sentiment towards LGBT issues on Twitter by employing the Naïve Bayes classification algorithm. Relevant tweets wereThis study aims to assess public sentiment towards LGBT issues on Twitter by employing the Naïve Bayes classification algorithm. Relevant tweets were
ATMALUHURATMALUHUR Meskipun terdapat peningkatan diskusi, belum ada penelitian yang secara khusus membandingkan algoritma klasifikasi untuk menganalisis sentimen publik tentangMeskipun terdapat peningkatan diskusi, belum ada penelitian yang secara khusus membandingkan algoritma klasifikasi untuk menganalisis sentimen publik tentang
NURUL FIKRINURUL FIKRI Sentimen diklasifikasikan ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral. Hasil menunjukkan bahwa VADER dan TextBlob cenderung menghasilkan sentimenSentimen diklasifikasikan ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral. Hasil menunjukkan bahwa VADER dan TextBlob cenderung menghasilkan sentimen
STIESTEKOMSTIESTEKOM , 2023). Interaksi antara unsur intrinsik (hedonisme) dan ekstrinsik (lingkungan toko atau media digital) menunjukkan kompleksitas dalam memicu perilaku, 2023). Interaksi antara unsur intrinsik (hedonisme) dan ekstrinsik (lingkungan toko atau media digital) menunjukkan kompleksitas dalam memicu perilaku
IAIN MADURAIAIN MADURA Mereka menawarkan interpretasi Al-Quran dan Hadis yang responsif gender yang dianggap lebih adil, sekaligus mendukung keadilan sosial dan kesetaraan gender.Mereka menawarkan interpretasi Al-Quran dan Hadis yang responsif gender yang dianggap lebih adil, sekaligus mendukung keadilan sosial dan kesetaraan gender.
UNIVEDUNIVED Analisis wacana kritis dengan model Teun A. van Dijk mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dimensi teks akan dianalisis dalam halAnalisis wacana kritis dengan model Teun A. van Dijk mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dimensi teks akan dianalisis dalam hal
Useful /
STIESTEKOMSTIESTEKOM Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 385 responden yang pernah menggunakan layananPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 385 responden yang pernah menggunakan layanan
UGMUGM Argumen utama artikel ini adalah bahwa dalam demokrasi lokal Indonesia, incumbency telah menciptakan ruang bagi model-model populisme yang beragam, termasukArgumen utama artikel ini adalah bahwa dalam demokrasi lokal Indonesia, incumbency telah menciptakan ruang bagi model-model populisme yang beragam, termasuk
UGMUGM Penelitian menunjukkan bahwa institusi demokrasi dan aktor-aktor menjadi arena konflik atas klaim rasionalitas risiko, sehingga konfigurasi pihak yangPenelitian menunjukkan bahwa institusi demokrasi dan aktor-aktor menjadi arena konflik atas klaim rasionalitas risiko, sehingga konfigurasi pihak yang
UGMUGM Kasus kompetisi pemilihan di Brebes menegaskan bahwa organisasi Islam di Indonesia tidak kebal terhadap politik pemilihan, dan karena kelemahan kelembagaanKasus kompetisi pemilihan di Brebes menegaskan bahwa organisasi Islam di Indonesia tidak kebal terhadap politik pemilihan, dan karena kelemahan kelembagaan