STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI

TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika

Industri elektronik di Indonesia masih menghadapi produk cacat, khususnya unit pemindai. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cacat dalam proses perakitan unit pemindai dan meningkatkan kualitas produk melalui kontrol proses menggunakan metode Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyse, Improve, Control). Analisis data awal menunjukkan ada 624 cacat pada 36.094 unit (1,73 %) dengan cacat dominan berupa materi asing (35,42 %). Setelah implementasi intervensi yang difokuskan pada perbaikan alat vakum, proses penyemprotan, dan prosedur kerja, jumlah cacat turun menjadi 229 pada 40.078 unit (0,57 %) dan tingkat sigma meningkat dari 4,39 menjadi 4,72. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan DMAIC secara signifikan dapat menurunkan tingkat cacat dan meningkatkan kualitas produk pemindai di industri elektronik Indonesia.

Penelitian ini mengidentifikasi sembilan jenis cacat pada unit pemindai, dengan materi asing sebagai cacat dominan akibat prosedur kerja tidak memadai dan kondisi mesin tidak optimal.Intervensi berbasis Six Sigma DMAIC, yang meliputi perbaikan prosedur, peralatan, dan pelatihan operator, berhasil menurunkan jumlah cacat total dari 624 menjadi 229 dan persentase cacat dari 1,73 % menjadi 0,57 %.Peningkatan tingkat sigma dari 4,39 menjadi 4,72 menunjukkan peningkatan kualitas proses yang signifikan, sehingga memvalidasi efektivitas pendekatan DMAIC dalam meningkatkan kualitas produk pemindai di industri elektronik.

Pertanyaan penelitian baru: bagaimana penerapan DMAIC dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas komponen lain di rantai produksi elektronik, misalnya modem atau kartu memori? Bagaimana peran pelatihan berbasis simulasi virtual terhadap penerapan prosedur kerja (WI) dapat mengurangi cacat materi asing secara lebih konsisten? Apa dampak penggunaan sensor real‑time monitoring pada mesin vakum dan tekanan penyemprotan terhadap variabilitas proses, dan bagaimana parameter optimal dapat ditetapkan secara otomatis?.

  1. Upaya Perbaikan Kualitas Produk Dengan Metode Six Sigma dan FMEA di PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri:... doi.org/10.59024/jisi.v2i4.803Upaya Perbaikan Kualitas Produk Dengan Metode Six Sigma dan FMEA di PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri doi 10 59024 jisi v2i4 803
  2. Quality Control of Tofu Production Processes Using the Seven Tools Method: Pengendalian Kualitas Proses... doi.org/10.21070/pels.v4i0.1425Quality Control of Tofu Production Processes Using the Seven Tools Method Pengendalian Kualitas Proses doi 10 21070 pels v4i0 1425
  3. Analisis Pelaksanaan Quality Control untuk Mengurangi Defect Produk di Perusahaan Pengolahan Daging Sapi... doi.org/10.12695/jmt.2021.20.1.4Analisis Pelaksanaan Quality Control untuk Mengurangi Defect Produk di Perusahaan Pengolahan Daging Sapi doi 10 12695 jmt 2021 20 1 4
  4. The analysis of arabica coffee quality in matano coffee using the six sigma DMAIC method | JENIUS : Jurnal... jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/jenius/article/view/570The analysis of arabica coffee quality in matano coffee using the six sigma DMAIC method JENIUS Jurnal jurnal sttmcileungsi ac index php jenius article view 570
Read online
File size476.24 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test