UMSJUMSJ

Lex Et LustitiaLex Et Lustitia

Penelitian ini membahas efektivitas arbitrase sebagai mekanisme penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia dengan fokus pada dua unsur utama, yaitu peran lembaga arbitrase dalam memberikan proses penyelesaian yang cepat, efisien, dan rahasia, serta efektivitas pelaksanaan putusan arbitrase dalam praktik. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kompleksitas transaksi bisnis yang memunculkan kebutuhan akan alternatif penyelesaian sengketa di eksternal pengadilan. Melalui pendekatan yuridis normatif yang didukung data empiris, penelitian ini menganalisis keunggulan arbitrase dibandingkan proses litigasi, termasuk fleksibilitas pemilihan arbiter, kerahasiaan sidang, dan karakter putusan yang bersifat final and binding. Namun, efektivitas arbitrase ternyata masih menghadapi sejumlah hambatan, terutama dalam proses eksekusi putusan dan mekanisme pembatalan sebagaimana diatur dalam Pasal 70–73 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun arbitrase menawarkan keunggulan signifikan, penguatan regulasi, peningkatan kualitas arbiter, serta konsistensi pengadilan dalam eksekusi dan pembatalan putusan sangat diperlukan untuk memastikan efektivitas penyelesaian sengketa bisnis melalui arbitrase di Indonesia.

Lembaga arbitrase, khususnya BANI, memiliki peran penting dalam menyediakan sarana penyelesaian sengketa bisnis yang lebih cepat, efisien, dan rahasia dibandingkan mekanisme litigasi.Efektivitas putusan arbitrase sangat dipengaruhi oleh kepastian hukum yang diberikan melalui sifat final dan binding, namun masih menghadapi tantangan dalam proses eksekusi dan pembatalan putusan.Peningkatan kualitas arbiter, edukasi penyusunan klausul arbitrase, dan konsistensi penerapan ketentuan Pasal 70–73 UU No.30 Tahun 1999 diperlukan untuk memperkuat efektivitas arbitrase di Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) mengkaji efektivitas program edukasi dan pelatihan arbiter yang dirancang khusus untuk industri tertentu, dengan mengukur dampaknya pada kualitas keputusan dan tingkat pembatalan; (2) melakukan studi perbandingan penerapan mekanisme pembatalan putusan arbitrase di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki sistem arbitrase terpilih, guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat diadaptasi; dan (3) mengembangkan model digital platform penyelesaian sengketa berbasis teknologi blockchain yang dapat meningkatkan transparansi, kecepatan, dan keamanan eksekusi putusan arbitrase, serta menilai persepsi para pihak tentang keandalan solusi teknologi tersebut. Dengan kombinasi tiga pendekatan tersebut, penelitian dapat memperluas pemahaman tentang cara meningkatkan efektivitas arbitrase di Indonesia secara holistik dan berkelanjutan.

  1. "The Law of Arbitration Rules" by Heru Sugiyono, Heru Suyanto et al.. law arbitration rules... doi.org/10.15742/ilrev.v10n3.655The Law of Arbitration Rules by Heru Sugiyono Heru Suyanto et al law arbitration rules doi 10 15742 ilrev v10n3 655
  2. The Role of the Indonesian National Arbitration Board (BANI) in the Prevention and Settlement of Business... doi.org/10.4108/eai.4-11-2022.2328969The Role of the Indonesian National Arbitration Board BANI in the Prevention and Settlement of Business doi 10 4108 eai 4 11 2022 2328969
Read online
File size250.69 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test