PCIJOURNALPCIJOURNAL

International Journal of Cultural and Social ScienceInternational Journal of Cultural and Social Science

Film yang baik tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga harus menyertakan unsur pendidikan bagi penontonnya. Penelitian ini menganalisis pesan moral yang dikemas oleh sutradara dalam film KKN Di Desa Penari menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan tujuan mengidentifikasi makna tanda dan simbol yang menyampaikan pesan moral. Melalui metode kualitatif deskriptif, peneliti menginterpretasikan makna denotatif, konotatif, dan mitos yang muncul dalam adegan‑adegan film, sehingga dapat dipahami bagaimana film tersebut menyampaikan nilai‑nilai etika kepada penonton.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesan moral dalam film KKN Di Desa Penari tersampaikan melalui tiga tingkatan makna.denotasi yang menggambarkan cerita tragedi mahasiswa KKN, konotasi yang mengekspresikan penyesalan atas tindakan berlebihan, serta mitos yang menekankan akuntabilitas atas setiap perbuatan.Berdasarkan analisis tersebut, empat pesan moral utama yang diidentifikasi meliputi.(a) menjaga kesopanan dan menghormati tradisi lokal, (b) membangun budaya gotong‑royong, (c) melaksanakan kewajiban ibadah di mana pun berada, dan (d) tidak melakukan tindakan terlarang di suatu area.Kesimpulan ini menegaskan pentingnya kesadaran etika dalam interaksi sosial di lingkungan baru.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana berbagai kelompok demografis (usia, pendidikan, dan latar belakang budaya) menerima dan menafsirkan pesan moral yang terdapat dalam film KKN Di Desa Penari, sehingga dapat mengidentifikasi perbedaan persepsi yang signifikan. Selanjutnya, penelitian komparatif yang menerapkan kerangka semiotika lain, seperti teori Peirce, pada film‑film horor serupa dapat memperluas pemahaman tentang variasi representasi moral dalam genre tersebut. Terakhir, studi intervensi yang menguji efek pelatihan sensibilitas budaya bagi peserta KKN sebelum penugasan lapangan dapat menilai apakah peningkatan kesadaran budaya dapat mengurangi konflik yang sering digambarkan dalam film, dengan menggunakan metode campuran antara survei kuantitatif dan wawancara mendalam untuk memperoleh data yang komprehensif.

  1. #metode kualitatif deskriptif#metode kualitatif deskriptif
  2. #tradisi lokal#tradisi lokal
Read online
File size314.28 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-1aT
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test