UNISDAUNISDA
LISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANLISTRA: JURNAL LINGUISTIK DAN SASTRA TERAPANTujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan representasi konsep moral yang terdapat dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma; (2) Mendeskripsikan klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech; (3) Mendeskripsikan konteks klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech. Semua data yang ada digunakan sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi konsep moral dalam novel serta merepresentasikan proses internalisasi nilai-nilai moral dalam diri tokoh-tokohnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana moralitas dikonstruksi dalam karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologis dengan memanfaatkan teori klasifikasi emosi David Krech. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama tahun 2015. Data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Keabsahan data diperoleh dengan teknik triangulasi data yang diperoleh dari novel dan teori yang diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi konsep moral yang terdapat dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan; 6 tanggung jawab, 2 kejujuran, 2 kesabaran, 3 cinta dan kasih saying. 3 empati, 3 keberanian, 5 penerimaan, 4 kebahagiaan. Klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech; 3 konsep rasa bersalah, 2 rasa bersalah yang dipendam, 3 menghukum diri sendiri, 2 rasa malu, 5 kesedihan, 2 kebencian, dan 4 cinta. Konteks klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech; 8 klasifikasi emosi dasar, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan stimulus sensor, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan orang lain.
Penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menganalisis konsep moral yang direpresentasikan dalam novel “Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma melalui pendekatan psikologi sastra David Krech.Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi konsep moral yang terdapat dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma.6 tanggung jawab, 2 kejujuran, 2 kesabaran, 3 cinta dan kasih saying.3 empati, 3 keberanian, 5 penerimaan, 4 kebahagiaan.Selain itu, penelitian ini juga berhasil mengklasifikasikan emosi tokoh-tokoh dalam novel berdasarkan teori David Krech.Klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech.3 konsep rasa bersalah, 2 rasa bersalah yang dipendam, 3 menghukum diri sendiri, 2 rasa malu, 5 kesedihan, 2 kebencian, dan 4 cinta.Konteks klasifikasi emosi tokoh-tokoh dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Andina Dwifatma dianalisis berdasarkan teori psikologi sastra David Krech.8 klasifikasi emosi dasar, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan stimulus sensor, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan diri sendiri, 6 klasifikasi emosi yang berhubungan dengan orang lain.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis bagaimana faktor sosial-ekonomi memengaruhi representasi moral dalam novel-novel Indonesia lainnya. Hal ini penting untuk memahami bagaimana konteks sosial-ekonomi membentuk nilai-nilai moral yang dianut oleh masyarakat dan bagaimana nilai-nilai tersebut tercermin dalam karya sastra. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana tokoh-tokoh dalam novel menghadapi dilema moral yang kompleks, serta bagaimana proses pengambilan keputusan mereka dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis dan sosial. Dengan memahami lebih dalam proses pengambilan keputusan tokoh, kita dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana individu menghadapi tantangan moral dalam kehidupan nyata. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana pembaca menafsirkan pesan moral dalam novel, serta bagaimana interpretasi tersebut dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan pengalaman pribadi pembaca. Hal ini penting untuk memahami bagaimana karya sastra dapat memengaruhi pembaca dan bagaimana pembaca dapat belajar dari karya sastra.
| File size | 395.81 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISDAUNISDA Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Sumber data yang digunakan yakni novel SurgaPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Sumber data yang digunakan yakni novel Surga
UGJUGJ Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif sebagai pemecahan masalah dengan menyajikan keadaanMetode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif sebagai pemecahan masalah dengan menyajikan keadaan
UNISDAUNISDA Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana sastra tidak hanya mencerminkan realitas sosial tetapi jugaPenelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana sastra tidak hanya mencerminkan realitas sosial tetapi juga
UNISDAUNISDA Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakadilan gender terhadap perempuan dalam pernikahan dan perjuangan istri dalam menghadapi ketidakadilan tersebut.Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakadilan gender terhadap perempuan dalam pernikahan dan perjuangan istri dalam menghadapi ketidakadilan tersebut.
UNISDAUNISDA Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teks deskripsi berbasis konstruktivisme melalui program BAHTERA secara signifikan dapat meningkatkan kemampuanHasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran teks deskripsi berbasis konstruktivisme melalui program BAHTERA secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan
UNISDAUNISDA Observasi menunjukkan semua aktivitas pembelajaran berlangsung aktif dan melibatkan siswa, memperkuat peran media dalam proses belajar mengajar. PengembanganObservasi menunjukkan semua aktivitas pembelajaran berlangsung aktif dan melibatkan siswa, memperkuat peran media dalam proses belajar mengajar. Pengembangan
UNISDAUNISDA Sebaliknya, dalam interaksi dengan teman sebaya, siswa lebih sering menggunakan register informal yang lebih santai dan fleksibel. Penelitian ini menyimpulkanSebaliknya, dalam interaksi dengan teman sebaya, siswa lebih sering menggunakan register informal yang lebih santai dan fleksibel. Penelitian ini menyimpulkan
UNISDAUNISDA Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif kuantitatif. Pengembangan media manasik ini diawali dengan menentukan lokasi penelitian, melakukanTeknik analisis data menggunakan analisis kualitatif kuantitatif. Pengembangan media manasik ini diawali dengan menentukan lokasi penelitian, melakukan
Useful /
UGJUGJ Media pembelajaran digunakan untuk menyampaikan pesan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik dalam belajar. Kini beberapaMedia pembelajaran digunakan untuk menyampaikan pesan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat peserta didik dalam belajar. Kini beberapa
UGJUGJ Mangunwijaya and to determine the forms of liberal feminism in the novel. This research is a qualitative descriptive study using the novel Rara MendutMangunwijaya and to determine the forms of liberal feminism in the novel. This research is a qualitative descriptive study using the novel Rara Mendut
UNISDAUNISDA Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, nilai-nilai pendidikan dapat dilihat dalam pendidikan agama, budaya, dan moral. Metode yang digunakan adalahDengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, nilai-nilai pendidikan dapat dilihat dalam pendidikan agama, budaya, dan moral. Metode yang digunakan adalah
UNISDAUNISDA Setiap kata yang diucapkan dalam percakapan antara host dan bintang tamu menjadi sebuah kata yang populer di kalangan masyarakat. Kajian dengan sudut pandangSetiap kata yang diucapkan dalam percakapan antara host dan bintang tamu menjadi sebuah kata yang populer di kalangan masyarakat. Kajian dengan sudut pandang